@bacuabenny: Diều đèn tại phước hải #diềukhíđộnghọc #dieukhonglo #canhdongdieu #thadieu #thadieu

bacuabenny
bacuabenny
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 30 October 2026 13:30:49 GMT
950
56
6
2

Music

Download

Comments

vandulk123
Dự Nguyễn :
Đã
2026-10-30 13:50:59
2
vyhien123._
☘️Vy hiền☘️ :
2026-10-31 01:06:33
1
nguyen_trong_nghiads
Nghĩa Diều Sáo & Z1100 :
2026-10-30 13:43:20
0
To see more videos from user @bacuabenny, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tahun 1970. Dunia musik masih dipenuhi warna cerah, cinta, dan harapan palsu. Namun dari kota industri Birmingham, Inggris, lahir sebuah suara yang berbeda. Gelap. Berat. Jujur. Dan suara itu bernama Black Sabbath. Di tengah proses rekaman album kedua mereka, sebuah lagu diciptakan tanpa rencana besar. Ditulis dalam waktu singkat. Tanpa ambisi menjadi hit. Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir lagu yang akan mengguncang dunia: “Paranoid.” Riff gitar Tony Iommi langsung menghantam tanpa basa-basi. Cepat. Tajam. Mendesak. Tidak memberi ruang untuk bernapas. Seolah pikiran pendengarnya dikejar oleh kecemasan yang tak bisa dihentikan. Masuklah suara Ozzy Osbourne. Dingin, tertekan, dan penuh kegelisahan. Bukan suara pahlawan. Melainkan suara seseorang yang terperangkap dalam pikirannya sendiri. Lirik Paranoid bukan tentang kegilaan. Ini tentang depresi. Tentang rasa hampa. Tentang seseorang yang berteriak minta tolong, namun tak ada yang benar-benar mendengar. “Can you help me occupy my brain?” Sebuah pertanyaan sederhana, namun menyimpan keputusasaan yang dalam. Pikiran yang terus berputar, perasaan terasing, dan dunia yang terasa semakin menjauh. Pada era ketika kesehatan mental jarang dibicarakan, Black Sabbath justru berani menyuarakannya secara brutal dan jujur. Tanpa metafora indah. Tanpa penghiburan palsu. Secara musikal, Paranoid berbeda dari lagu Sabbath lainnya. Lebih cepat. Lebih ringkas. Namun justru itulah kekuatannya. Setiap detik terasa mendesak, mewakili pikiran yang tak pernah tenang. Ironisnya, lagu yang awalnya hanya pengisi album ini menjadi anthem terbesar Black Sabbath. Membawa mereka ke panggung dunia. Dan menjadi fondasi bagi lahirnya heavy metal. Paranoid bukan sekadar lagu. Ia adalah potret kegelisahan manusia. Tentang perasaan tak dimengerti. Tentang jeritan batin yang sering diabaikan. Dan hingga hari ini, setiap kali riff itu dimainkan, kita diingatkan bahwa di balik distorsi dan kebisingan, ada kejujuran yang gelap… dan sangat manusiawi. Inilah “Paranoid.” Suara kegelisahan, yang abadi dalam sejarah rock. --- #blacksabbath  #ozzyosbourne  #rock  #evergreensong  #rockneverdies
Tahun 1970. Dunia musik masih dipenuhi warna cerah, cinta, dan harapan palsu. Namun dari kota industri Birmingham, Inggris, lahir sebuah suara yang berbeda. Gelap. Berat. Jujur. Dan suara itu bernama Black Sabbath. Di tengah proses rekaman album kedua mereka, sebuah lagu diciptakan tanpa rencana besar. Ditulis dalam waktu singkat. Tanpa ambisi menjadi hit. Namun justru dari kesederhanaan itulah lahir lagu yang akan mengguncang dunia: “Paranoid.” Riff gitar Tony Iommi langsung menghantam tanpa basa-basi. Cepat. Tajam. Mendesak. Tidak memberi ruang untuk bernapas. Seolah pikiran pendengarnya dikejar oleh kecemasan yang tak bisa dihentikan. Masuklah suara Ozzy Osbourne. Dingin, tertekan, dan penuh kegelisahan. Bukan suara pahlawan. Melainkan suara seseorang yang terperangkap dalam pikirannya sendiri. Lirik Paranoid bukan tentang kegilaan. Ini tentang depresi. Tentang rasa hampa. Tentang seseorang yang berteriak minta tolong, namun tak ada yang benar-benar mendengar. “Can you help me occupy my brain?” Sebuah pertanyaan sederhana, namun menyimpan keputusasaan yang dalam. Pikiran yang terus berputar, perasaan terasing, dan dunia yang terasa semakin menjauh. Pada era ketika kesehatan mental jarang dibicarakan, Black Sabbath justru berani menyuarakannya secara brutal dan jujur. Tanpa metafora indah. Tanpa penghiburan palsu. Secara musikal, Paranoid berbeda dari lagu Sabbath lainnya. Lebih cepat. Lebih ringkas. Namun justru itulah kekuatannya. Setiap detik terasa mendesak, mewakili pikiran yang tak pernah tenang. Ironisnya, lagu yang awalnya hanya pengisi album ini menjadi anthem terbesar Black Sabbath. Membawa mereka ke panggung dunia. Dan menjadi fondasi bagi lahirnya heavy metal. Paranoid bukan sekadar lagu. Ia adalah potret kegelisahan manusia. Tentang perasaan tak dimengerti. Tentang jeritan batin yang sering diabaikan. Dan hingga hari ini, setiap kali riff itu dimainkan, kita diingatkan bahwa di balik distorsi dan kebisingan, ada kejujuran yang gelap… dan sangat manusiawi. Inilah “Paranoid.” Suara kegelisahan, yang abadi dalam sejarah rock. --- #blacksabbath #ozzyosbourne #rock #evergreensong #rockneverdies

About