@remotevm: 🎓 آیلتس و تافل؛ اگر دسترسی به آزمون‌ها دشوار شده، چه گزینه‌ای داری؟ با محدودیت‌های اخیر برگزاری برخی آزمون‌های بین‌المللی در ایران، بسیاری از متقاضیان مهاجرت تحصیلی به دنبال راه‌های دیگری برای اثبات مهارت زبان انگلیسی خود هستند. یکی از گزینه‌هایی که ارزش بررسی دارد، آزمون Oxford ELLT است. 🔹 ELLT چیست؟ آزمون Oxford English Language Level Test یا ELLT برای سنجش مهارت زبان انگلیسی متقاضیان تحصیل طراحی شده است. در نسخه ELLT Digital، هر چهار مهارت اصلی زبان ارزیابی می‌شوند: 📖 Reading | 🎧 Listening | ✍️ Writing | 🗣️ Speaking این آزمون به‌صورت آنلاین برگزار می‌شود و بخش Speaking با ارزیاب انسانی انجام می‌گیرد. طبق اطلاعات رسمی ارائه‌دهنده، نتیجه معمولاً ظرف ۴۸ ساعت اعلام می‌شود. 🔹 آیا ELLT را می‌توان جایگزین آیلتس یا تافل کرد؟ در بعضی دانشگاه‌ها، بله؛ اما این موضوع به دانشگاه، رشته و مقطع تحصیلی بستگی دارد. برای مثال، دانشگاه بریتیش کلمبیا (UBC) کانادا، به‌طور موقت ELLT را برای متقاضیان تحصیلات تکمیلی مستقر در ایران که به آزمون‌های دیگر دسترسی ندارند، پذیرفته است. این تصمیم به معنای پذیرش خودکار ELLT در تمام دانشگاه‌ها نیست. 🔹 قبل از ثبت‌نام چه کار کنی؟ ۱. صفحه رسمی شرایط زبان دانشگاه مقصد را بررسی کن. ۲. مطمئن شو ELLT برای رشته و مقطع موردنظرت پذیرفته می‌شود. ۳. حداقل نمره کل و نمره موردنیاز هر مهارت را بررسی کن. ۴. شرایط ثبت‌نام، مدارک هویتی و امکان شرکت در آزمون را مستقیماً از ارائه‌دهنده استعلام بگیر. ۵. اگر ددلاین پذیرش نزدیک است، پیش از پرداخت هزینه آزمون، تأیید دانشگاه را دریافت کن. محدودیت دسترسی به یک آزمون لزوماً به معنای پایان مسیر مهاجرت تحصیلی نیست؛ اما انتخاب جایگزین باید بر اساس شرایط واقعی دانشگاه مقصد باشد. 📌 این پست را ذخیره کن تا هنگام بررسی آزمون‌های زبان به آن مراجعه کنی. 📤 برای دوستانی بفرست که برای پذیرش دانشگاه‌های خارجی برنامه‌ریزی می‌کنند. #ELLT #OxfordELLT #مهاجرت_تحصیلی #آزمون_زبان #اپلای

RemoteVm
RemoteVm
Open In TikTok:
Region: IR
Friday 30 October 2026 14:30:30 GMT
373
12
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @remotevm, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

⚠️ TRIGGER WARNING: KONTEN INI BERISI GAMBAR/VIDEO INSIDEN, KECELAKAAN, ATAU KEKERASAN YANG MUNGKIN MEMICU RESPON EMOSIONAL. DISARANKAN UNTUK MENONTON DENGAN BIJAK. Aksi penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Kabupaten Sukoharjo oleh aparat polisi, Kamis (29/10) dini hari menuai kontroversi. Tindakan itu diduga diwarnai sejumlah pelanggaran, mulai dari pendobrakan hingga penyitaan barang. Penggerebekan ini merupakan pengembangan dari penyelidikan kasus pembakaran dan perusakan sebuah warung Mi Babi di Sukoharjo. Kasus itu telah menetapkan dua tersangka, salah satunya berinisial AS dan satu lainnya buron.  Peristiwa terjadi pada Kamis (29/10) sekitar pukul 03.20 WIB, ketika 12 santriwati yang masih di bawah umur dan empat ustazah masih tertidur. Tak lama, personel kepolisian bersenjata lengkap mendatangi pondok dan menggedor paksa pintu.
⚠️ TRIGGER WARNING: KONTEN INI BERISI GAMBAR/VIDEO INSIDEN, KECELAKAAN, ATAU KEKERASAN YANG MUNGKIN MEMICU RESPON EMOSIONAL. DISARANKAN UNTUK MENONTON DENGAN BIJAK. Aksi penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Kabupaten Sukoharjo oleh aparat polisi, Kamis (29/10) dini hari menuai kontroversi. Tindakan itu diduga diwarnai sejumlah pelanggaran, mulai dari pendobrakan hingga penyitaan barang. Penggerebekan ini merupakan pengembangan dari penyelidikan kasus pembakaran dan perusakan sebuah warung Mi Babi di Sukoharjo. Kasus itu telah menetapkan dua tersangka, salah satunya berinisial AS dan satu lainnya buron. Peristiwa terjadi pada Kamis (29/10) sekitar pukul 03.20 WIB, ketika 12 santriwati yang masih di bawah umur dan empat ustazah masih tertidur. Tak lama, personel kepolisian bersenjata lengkap mendatangi pondok dan menggedor paksa pintu. "Karena tidak ada yang membukakan pintu, mereka mendobraknya. Para santriwati yang kaget dan tidak memakai pakaian semestinya, lalu sembunyi di ruangan ustazah," tutur Pengurus Pesantren, Ustazah Diyana Indah Sari, Kamis (29/10). Saat pintu terbuka, para santriwati ditarik keluar di bawah ancaman laras senjata api. Mereka dibentak dan diintimidasi dalam kondisi belum sempat mengenakan pakaian tertutup. Sekitar pukul 03.51 WIB, 12 santriwati beserta empat ustazah dibawa menuju Polsek Mojolaban untuk diperiksa. Pemeriksaan kemudian berlanjut di Polres Sukoharjo pada pukul 10.00 WIB. Para santriwati dan ustazah akhirnya dipulangkan setelah pihak wali santri mendatangi Polres Sukoharjo selepas waktu Magrib. Para wali santri mendesak pemulangan mereka. Selain melakukan penangkapan, aparat turut amankan sejumlah barang yang diambil tanpa disertai surat penyitaan resmi, meliputi ponsel, uang tabungan tunai sebesar Rp16 juta, satu keping emas Antam, serta satu unit sepeda motor. Hingga saat ini, polisi belum menanggapi protes yang dilayangkan oleh pihak Ponpes terkait penggeledahan tersebut. Penulis: Khistian Tauqid Editor: Indyra Yasmin Produser: Indana Zulfa #TirtoDaily

About