@trasua949:

ᥫᩣՇℛàᰔᩚ☘️₷ữαᰔᩚ☪ủαᰔᩚα¡꧂
ᥫᩣՇℛàᰔᩚ☘️₷ữαᰔᩚ☪ủαᰔᩚα¡꧂
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 31 October 2026 01:11:30 GMT
135
18
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @trasua949, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

OBSESI vs EGO Keduanya sering dianggap sama, padahal memiliki dorongan dan tujuan yang berbeda. 1. Obsesi (Obsession) Keinginan yang sangat kuat untuk mendapatkan atau mencapai sesuatu. Fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Bisa mendorong seseorang untuk terus berkembang. Berpotensi membuat seseorang mengabaikan kesehatan dan kehidupan pribadi. Contoh: Seseorang terobsesi menjadi orang sukses hingga terus belajar dan bekerja, bahkan rela mengorbankan waktu istirahatnya. 2. Ego Dorongan dalam diri untuk mempertahankan harga diri, kehormatan, atau merasa lebih unggul. Fokus pada harga diri dan pengakuan. Sulit menerima kekalahan atau kritik. Bisa membuat seseorang merasa harus selalu benar. Contoh: Seseorang tidak mau mengakui kesalahan karena merasa harga dirinya akan jatuh jika mengakuinya. Perbedaan Utama - Obsesi: Ingin mencapai sesuatu. - Ego: Ingin mempertahankan harga diri. - Obsesi: Didorong oleh keinginan. - Ego: Didorong oleh citra diri. - Obsesi: Takut gagal mencapai tujuan. - Ego: Takut terlihat lebih rendah. - Obsesi: Bisa membuat seseorang berkembang. - Ego: Bisa menghambat perkembangan. Kesimpulan: Obsesi membuatmu terus mengejar sesuatu, sedangkan ego membuatmu ingin mempertahankan sesuatu tentang dirimu. Contoh sederhananya: Obsesi:
OBSESI vs EGO Keduanya sering dianggap sama, padahal memiliki dorongan dan tujuan yang berbeda. 1. Obsesi (Obsession) Keinginan yang sangat kuat untuk mendapatkan atau mencapai sesuatu. Fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Bisa mendorong seseorang untuk terus berkembang. Berpotensi membuat seseorang mengabaikan kesehatan dan kehidupan pribadi. Contoh: Seseorang terobsesi menjadi orang sukses hingga terus belajar dan bekerja, bahkan rela mengorbankan waktu istirahatnya. 2. Ego Dorongan dalam diri untuk mempertahankan harga diri, kehormatan, atau merasa lebih unggul. Fokus pada harga diri dan pengakuan. Sulit menerima kekalahan atau kritik. Bisa membuat seseorang merasa harus selalu benar. Contoh: Seseorang tidak mau mengakui kesalahan karena merasa harga dirinya akan jatuh jika mengakuinya. Perbedaan Utama - Obsesi: Ingin mencapai sesuatu. - Ego: Ingin mempertahankan harga diri. - Obsesi: Didorong oleh keinginan. - Ego: Didorong oleh citra diri. - Obsesi: Takut gagal mencapai tujuan. - Ego: Takut terlihat lebih rendah. - Obsesi: Bisa membuat seseorang berkembang. - Ego: Bisa menghambat perkembangan. Kesimpulan: Obsesi membuatmu terus mengejar sesuatu, sedangkan ego membuatmu ingin mempertahankan sesuatu tentang dirimu. Contoh sederhananya: Obsesi: "Aku ingin menjadi lebih hebat dari diriku yang kemarin." Ego: "Aku harus lebih hebat dari orang lain." Ingat, obsesi tidak selalu buruk dan ego tidak selalu negatif. Keduanya bisa menjadi motivasi, tetapi juga bisa menjadi penghambat jika tidak dikendalikan. Upgrade wawasanmu, mulai dari satu bacaan. Koleksi ebook menarik dengan harga yang ramah di kantong. Cek bio sekarang! CR Animation: @mindstick52 CR Preset: @prstcolyne Preset: @Còlyne Kyokén' ft 𝙂𝙂

About