Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@phuongcoffee1: Cách pha sữa chua dưa lưới ly 500ml #suachuadualuoi #sinhtoberrino #congthucphache #nguyenlieuphache
Phương Coffee
Open In TikTok:
Region: VN
Saturday 31 October 2026 01:34:27 GMT
602
16
0
2
Music
Download
No Watermark .mp4 (
9.87MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
9.98MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @phuongcoffee1, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Bila video ni lalu kat fyp korang, mungkin ada pesanan daripada Mazu untuk kamu. #湄洲妈祖 #Mazu #大马华人 #Malaysia #吉隆坡天后宫
#victormendivil #ricomuerto #fyp #xybca @victor mendivil @RICO O MUERTO
⚠️ TRIGGER WARNING: KONTEN INI BERISI GAMBAR/VIDEO INSIDEN, KECELAKAAN, ATAU KEKERASAN YANG MUNGKIN MEMICU RESPON EMOSIONAL. DISARANKAN UNTUK MENONTON DENGAN BIJAK. Aksi penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an di Kabupaten Sukoharjo oleh aparat polisi, Kamis (29/10) dini hari menuai kontroversi. Tindakan itu diduga diwarnai sejumlah pelanggaran, mulai dari pendobrakan hingga penyitaan barang. Penggerebekan ini merupakan pengembangan dari penyelidikan kasus pembakaran dan perusakan sebuah warung Mi Babi di Sukoharjo. Kasus itu telah menetapkan dua tersangka, salah satunya berinisial AS dan satu lainnya buron. Peristiwa terjadi pada Kamis (29/10) sekitar pukul 03.20 WIB, ketika 12 santriwati yang masih di bawah umur dan empat ustazah masih tertidur. Tak lama, personel kepolisian bersenjata lengkap mendatangi pondok dan menggedor paksa pintu. "Karena tidak ada yang membukakan pintu, mereka mendobraknya. Para santriwati yang kaget dan tidak memakai pakaian semestinya, lalu sembunyi di ruangan ustazah," tutur Pengurus Pesantren, Ustazah Diyana Indah Sari, Kamis (29/10). Saat pintu terbuka, para santriwati ditarik keluar di bawah ancaman laras senjata api. Mereka dibentak dan diintimidasi dalam kondisi belum sempat mengenakan pakaian tertutup. Sekitar pukul 03.51 WIB, 12 santriwati beserta empat ustazah dibawa menuju Polsek Mojolaban untuk diperiksa. Pemeriksaan kemudian berlanjut di Polres Sukoharjo pada pukul 10.00 WIB. Para santriwati dan ustazah akhirnya dipulangkan setelah pihak wali santri mendatangi Polres Sukoharjo selepas waktu Magrib. Para wali santri mendesak pemulangan mereka. Selain melakukan penangkapan, aparat turut amankan sejumlah barang yang diambil tanpa disertai surat penyitaan resmi, meliputi ponsel, uang tabungan tunai sebesar Rp16 juta, satu keping emas Antam, serta satu unit sepeda motor. Hingga saat ini, polisi belum menanggapi protes yang dilayangkan oleh pihak Ponpes terkait penggeledahan tersebut. Penulis: Khistian Tauqid Editor: Indyra Yasmin Produser: Indana Zulfa #TirtoDaily
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy