@mangroys: Polisi Perlakukan Gadis Dibawah Umur Bak Penjahat Kelas Kakap? Bagaimana Dari Sisi Hukum? Tahukah Kamu?, SUKOHARJO - Tragedi penggerebekan yang dialami para santriwati Ponpes Hamalatul Qur'an putri di Mojolaban, menyita perhatian publik. Banyak pihak yang mengecam tindakan polisi saat melakukan penggrebekan, karena dinilai tak sesuai prosedur serta melanggar UU Perlindungan anak dan perempuan. Santriwati dibawa jam 3 pagi sambil ditodong laras panjang bak menangkap penjahat kelas kakap. Tapi sebelum marah-marah terkait kasus ini mari kita bahas bagaimana sebenarnya dari sisi hukum? - Kronologi yang Dipersoalkan. Menurut surat edaran Yayasan Nomor 010/RTQ-HQ/SE/X/2026, puluhan polisi mengaku dari Polda Jateng dan Polres Sukoharjo mendobrak pintu pondok pukul 03.20 WIB saat santriwati tidur dan belum pakai jilbab. Mereka ditarik keluar, ditodong, disuruh tiarap, bahkan ada balita 3 tahun anak ustadzah yang ikut dibawa dan anak 5 tahun sempat hilang. Pemeriksaan dilakukan di Polsek Mojolaban lalu Polres Sukoharjo tanpa didampingi wali dan kuasa hukum, tanpa surat panggilan. - Aturan Hukum: Anak Saksi Wajib Didampingi. Padahal di UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) aturannya jelas: Anak Korban atau Anak Saksi wajib didampingi oleh orang tua dan/atau orang yang dipercaya oleh Anak Korban dan/atau Anak Saksi, atau Pekerja Sosial. Dalam setiap tingkat pemeriksaan, Anak Korban wajib didampingi oleh orang tua dan/atau orang yang dipercaya atau Pekerja Sosial, ini diatur Pasal 23 ayat (2) UU SPPA. Bahkan aturannya juga menyebutkan dalam setiap tingkat pemeriksaan, Anak wajib diberikan bantuan hukum dan didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan atau pendamping lain. Definisi Anak Saksi sendiri adalah orang yang belum berumur 18 tahun yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan. Artinya, meskipun statusnya hanya saksi kasus pembakaran warung babi, kalau usianya di bawah 18 tahun, wajib didampingi orang tua, P2TP2A, atau KPAI. Tidak boleh diperiksa sendirian. - Cara Periksa Anak Juga Diatur, Tidak Boleh Pakai Seragam dan Senjata. Mekanisme pemeriksaan korban anak aturannya pemeriksaan dilakukan dengan suasana nonformal, penyidik tidak memakai seragam, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak, didampingi orang tua atau psikolog. Dalam kasus ini, yang terjadi justru sebaliknya: Brimob bersenjata lengkap, dobrak pintu, todong laras panjang, bentak-bentak jam 3 pagi. Polres Sukoharjo memang menyebut pemeriksaan sudah melibatkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan UPTD PPA, tapi itu saat di Polres, bukan saat penggerebekan dini hari di pondok. - Aturan Perlindungan Perempuan: Wajib Polwan. Ini yang paling banyak dilanggar. Dari sisi perlindungan perempuan, aturannya lebih ketat lagi: Penjelasan Pasal 37 KUHAP menjelaskan bahwa penggeledahan badan yang wanita dilakukan pejabat wanita. Dan aturan teknisnya, penggeledahan badan dan atau pakaian seorang wanita sedapat mungkin dilakukan oleh Polwan. #police #teror #terortiktok #viraltiktok #followme
Roy'Clip
Region: ID
Saturday 31 October 2026 02:56:54 GMT
Music
Download
Comments
Sanghiang :
mendadak mendidih darah ini,
2026-10-31 05:18:14
18
sandi catur :
terus suarakan kezaliman parcok islamofobia
2026-10-31 08:56:26
8
Mira Tokoku✨️✨️ :
pelecehan itu
2026-10-31 07:04:27
18
amshol :
pelecehan dan Noll Etika
2026-10-31 09:04:50
11
slim :
harus di usut sampai tuntas....
2026-10-31 10:17:09
5
Lies Sumardi :
segitunya nangkep orang , padahal tidak terbukti😡
coba kalau nangkep koruptor????
2026-10-31 11:49:17
3
VladDracko :
usut tuntas!!! proses hukum dan jatuhi hukuman berat utk semua yang terlibat!!!sama koruptor aja lemah lembut?!
2026-10-31 04:34:01
17
@st nur :
yok up terus sampe Kapolda dicopot
2026-10-31 12:16:04
2
abdibagja :
copot dari jabatanya...ceroboh
2026-10-31 10:51:46
2
Butterfly flower🌺 :
coba yang korupsi korupsi tangkap kayak gitu cobak... berani nggk.. beraninya sama anak kecil
2026-10-31 07:01:45
7
Nyonya permana :
konohaaaaaa
2026-10-31 08:38:24
2
putrodimedjoalkhasan :
bubarkan saja tu densus... kerja ne serampangan, mboros mborosi anggaran saja
2026-10-31 06:33:47
5
cimeng :
Ini dah penghinaan bagi umat islam
2026-10-31 13:08:14
0
Frans :
usut demi keadilan
2026-10-31 12:52:35
0
manusia lemah :
mdh2an cpt dpt karma
2026-10-31 12:57:39
0
agustina :
yg korupsi tu di tangkap ibarat keluar mulut buaya masukr mulut harimau du ganti sama aja ama yg ono
2026-10-31 06:50:22
3
TongwiHamz :
Usut tuntas Kasus ini dan hukum berat Kapolres dan Kapolsek nya agar ada efek jera
2026-10-31 08:28:59
1
MUSTAJID :
coba yg ijazah palsu itu ditangkap berani ga ?
2026-10-31 05:45:48
0
Murtinah703 :
nangkep koruptor aja g seseram itu 😭
2026-10-31 12:11:00
0
kirun :
pecat penjarakan
2026-10-31 11:49:30
0
user90431390730354 :
copot kapoldannya
2026-10-31 12:28:57
0
kebenaran :
viralkan terus sampai dunia tau,
2026-10-31 13:09:00
0
Sofie :
astaghfirullah. ...ini dzolim
2026-10-31 12:40:05
0
Cep Dar :
usut tuntas pecat
2026-10-31 12:21:32
0
Joelak_Wolf :
2026-10-31 06:24:27
0
To see more videos from user @mangroys, please go to the Tikwm
homepage.