@tribunnews: Perjuangan seorang ibu menerobos kepungan api demi menyelamatkan kedua anaknya terjadi saat kebakaran melanda permukiman padat penduduk di kawasan 8 Ulu, Palembang, Senin (19/10/2026). Mona (34), salah seorang korban kebakaran, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang berharga karena hanya memikirkan keselamatan kedua anaknya yang masih berusia lima tahun dan bayi. Saat api membesar, Mona terpaksa mencari jalan keluar melalui lorong lain karena akses di depan rumahnya sudah dipenuhi kobaran api. Bahkan, ia merasakan panas api hingga mendekati bagian atas kepalanya saat berusaha menyelamatkan keluarga. Dikutip dari SripokuTV, Mona menceritakan detik-detik kebakaran, perjuangannya menyelamatkan kedua anak, hingga harapannya setelah kehilangan hampir seluruh harta benda. Terobos Kepungan Api demi Selamatkan Anak Mona mengatakan saat kejadian dirinya bersama keluarga sedang berada di rumah sebelum mendengar teriakan warga yang memperingatkan adanya kebakaran. "Tiba-tiba ado yang ngelolong, ado yang ngelolong. Kami langsung ke bawah untuk melihat. Ternyata api sudah besak di depan rumah kami, lalu nyamber ke dinding sebelah," cerita Mona. Api yang semakin membesar membuat Mona dan keluarganya tidak sempat menyelamatkan barang-barang, termasuk telepon genggam. "Kami dak sempat galo-galo nak ngambek apo-apo. HP pun dak biso diselamatke. Alhamdulillah, yang selamat keluarga. Anakku masih kecil, jadi langsung aku gendong dan kami lewat lorong sebelah kanan," ujarnya. Mona mengaku langsung memusatkan perhatian pada kedua anaknya yang masih kecil. "Langsung bae aku fokus ke anak. Anakku duo, sikok umur limo tahun, sikok lagi masih bayi. Langsung aku bawa keluar," katanya. Posisi rumah yang berada di bagian belakang permukiman membuat upaya penyelamatan semakin sulit karena kobaran api membesar di bagian depan. "Api tadi panas. Apinyo sudah nyampak ke pucuk kepala aku. Kami takut, masih trauma sampai sekarang. Dak biso tidur baik lagi, masih terbayang api itu di depan mata," ungkap Mona. Meski mengalami kepanikan, Mona bersyukur dirinya dan kedua anaknya berhasil selamat. "Alhamdulillah, cuma ado pecikan bae di kepala. Anak aku aman, alhamdulillah," tuturnya. Kehilangan Rumah dan Harta Benda Setelah berhasil menyelamatkan diri, Mona dan keluarganya untuk sementara tinggal di rumah bibinya. Ia mengatakan kedua anaknya tidak mengalami luka akibat kebakaran tersebut. Mona juga berusaha menenangkan anak-anaknya dengan meyakinkan bahwa bantuan akan datang. "Sabar, Nak. Pasti ado bantuan, Nak, entah dari siapo. Aku harap pasti ado bantuan dari siapo pun," katanya. Kebakaran itu membuat Mona kehilangan hampir seluruh barang miliknya, mulai dari motor, uang, kulkas, televisi, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga. "Barang-barang habis galo. Motor, duit, kulkas, TV, baju-baju, lemari, kasur galo. Katek lagi, habis galo. Tinggal baju di badan bae. Emas dan duit pun habis," ungkapnya. Berharap Bantuan untuk Kebutuhan Sehari-hari Setelah kehilangan rumah dan harta benda, Mona mengaku membutuhkan bantuan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk membeli perlengkapan memasak. "Aku rasa uang, Kak. Soalnyo kalau beras, cak mano nak masaknya kalau dak ado kompor? Untuk ke depannya cak mano?" ujarnya. Mona berharap pemerintah memberikan bantuan yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga setelah bantuan bahan makanan habis. "Ado bantuan dari pemerintah, Kak. Entah apo, uang atau bantuan lain untuk membantu keseharian kami. Setelah sembako habis, setidaknyo kami masih ado pegangan untuk ke depan," harapnya.
Tribunnews
Region: ID
Saturday 31 October 2026 04:47:35 GMT
Music
Download
Comments
aqilaw💦 :
cara hpus sstori gmna sihhh😭
2026-10-31 05:28:00
5
RAKA$ :
pertama
2026-10-31 04:52:39
0
paman doblang157 :
🥺🥺🥺🥺
2026-10-31 08:44:16
0
To see more videos from user @tribunnews, please go to the Tikwm
homepage.