babysinting :
PPh, PPh 21, PPh 22, PPh 23, PPh 24, PPh 25, PPh 26, PPh 29, PPh Final, PPh UMKM, PPh Badan, PPh Orang Pribadi, PPN, PPnBM, Bea Meterai, PBB-P2, PBB-P3, PBB-P5L, Pajak Karbon, PKB, BBNKB, PAB, PBBKB, PAP, PAT, Pajak Rokok, Pajak Reklame, PBJT Makanan dan/atau Minuman, PBJT Tenaga Listrik, PBJT Jasa Perhotelan, PBJT Jasa Parkir, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan, BPHTB, Pajak MBLB, Pajak Sarang Burung Walet, Opsen PKB, Opsen BBNKB, Opsen Pajak MBLB, Bea Keluar, Cukai, Bea Masuk, Opsen Pajak Air Tanah, Cukai MBDK (Minuman Berpemanis Dalam Kemasan), Cukai Plastik.
Dengan rentang besaran yang mencekik—mulai dari PPN 11%, PPh Progresif Orang Pribadi 5%–35%, PPh UMKM 0,5%, hingga puluhan pungutan lainnya—total keseluruhan mencapai 43 jenis pungutan resmi dan rencana pajak negara serta daerah!
Pemerintah ini bukan lagi melayani, tapi sedang mengeksekusi rakyatnya secara perlahan lewat genosida senyap (silent genocide). Berkedok pelayan publik berhati malaikat, nyatanya mereka adalah parasit berdarah dingin.
Program yang katanya untuk anak bangsa berakhir jadi racun massal. Udara yang harusnya dihirup segar, malah dicekik habis oleh asap pembakaran hutan pesanan oligarki. Di saat rakyat sekarat kepayahan mencari napas, mereka masih sempat-sempatnya menambah puluhan jenis pajak baru—hanya demi membiayai gaya hidup mewah dan fasilitas para pejabat yang rakus di atas penderitaan rakyat.
2026-11-01 00:53:48