@_srabon.vaiya: -তুমি আমার ভাগ্যে নাই~/ বলেই হয়তো খোদা তোমার প্রতি এতো মায়া এতো টান এতো ভালোবাসা দিয়ে রেখেছেন..!!😅❤️‍🩹 #foryou #ক্যাপশন #tiktok #vairalvideo #srabon_vaiya

𝐒𝐑𝐀𝐁𝐎𝐍_𝐕𝐚𝐢𝐲𝐚:)✍️
𝐒𝐑𝐀𝐁𝐎𝐍_𝐕𝐚𝐢𝐲𝐚:)✍️
Open In TikTok:
Region: BD
Saturday 31 October 2026 06:09:55 GMT
9429
317
7
137

Music

Download

Comments

jannatul25720
Jannatul~🥀💐 :
হুম ঠিক বলছেন 😔😔😔
2026-10-31 06:13:33
0
user7768656500975
আকাশ ছোয়া ভালোবাসা :
হুম
2026-10-31 06:57:10
0
la18548
🥰💝 :
@༺ 𝓐𝓼𝓱𝓻𝓪𝓯𝓾𝓵 𝓘𝓯𝓽𝓲 ༻
2026-10-31 16:19:52
0
mehedi.hasan40690
আলোর ছায়া :
🥰🥰🥰
2026-10-31 06:19:14
0
sabitul46
S :
🥰🥰🥰
2026-10-31 06:13:20
0
sknur0080
🪄SK 𝘔𝘪𝘮 pramanik🪄 :
🥰🥰🥰
2026-10-31 07:11:21
0
To see more videos from user @_srabon.vaiya, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Berdasarkan pernyataan sikap Komandan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo tertanggal 30 Oktober 2026, penggeledahan Ma'had Hamalatul Qur'an di Mojolaban, Sukoharjo, disebut berlangsung sekitar pukul 03.20 WIB. Menurut kronologi yang disampaikan pihak pesantren, puluhan personel kepolisian bersama Brimob bersenjata lengkap mendatangi pondok ketika para santriwati masih tertidur. Karena tidak ada yang membukakan pintu, petugas disebut mendobrak pintu hingga mengalami kerusakan. Para santriwati yang terbangun dalam keadaan belum mengenakan jilbab kemudian diminta keluar dari kamar dan disebut diarahkan senjata laras panjang. Salah satu santriwati yang berada sendirian di ruangan belakang juga disebut mengalami perlakuan intimidatif. Dalam pernyataan tersebut, ia mengaku diperintahkan tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram, serta berulang kali ditanya apakah dirinya laki-laki atau perempuan. Bahkan, ia disebut diminta memperlihatkan rambutnya ketika senjata laras panjang diarahkan kepadanya. Pihak pesantren menilai tindakan tersebut membuat para santriwati ketakutan dan mengalami tekanan psikologis. Korban Menyampaikan kecaman terhadap dugaan tindakan yang dinilai tidak manusiawi, meminta kepolisian menyampaikan permohonan maaf, serta mendesak penindakan terhadap petugas yang diduga bertindak melampaui batas. Semoga proses hukum tetap berjalan secara adil, mengedepankan kemanusiaan, serta memberikan perlindungan kepada para santriwati. Sumber: tribunsolo, pernyataan sikap Kokam Sukoharjo #sahabatsurga
Berdasarkan pernyataan sikap Komandan KOKAM Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo tertanggal 30 Oktober 2026, penggeledahan Ma'had Hamalatul Qur'an di Mojolaban, Sukoharjo, disebut berlangsung sekitar pukul 03.20 WIB. Menurut kronologi yang disampaikan pihak pesantren, puluhan personel kepolisian bersama Brimob bersenjata lengkap mendatangi pondok ketika para santriwati masih tertidur. Karena tidak ada yang membukakan pintu, petugas disebut mendobrak pintu hingga mengalami kerusakan. Para santriwati yang terbangun dalam keadaan belum mengenakan jilbab kemudian diminta keluar dari kamar dan disebut diarahkan senjata laras panjang. Salah satu santriwati yang berada sendirian di ruangan belakang juga disebut mengalami perlakuan intimidatif. Dalam pernyataan tersebut, ia mengaku diperintahkan tiarap, tubuhnya dibolak-balik, wajahnya dicengkeram, serta berulang kali ditanya apakah dirinya laki-laki atau perempuan. Bahkan, ia disebut diminta memperlihatkan rambutnya ketika senjata laras panjang diarahkan kepadanya. Pihak pesantren menilai tindakan tersebut membuat para santriwati ketakutan dan mengalami tekanan psikologis. Korban Menyampaikan kecaman terhadap dugaan tindakan yang dinilai tidak manusiawi, meminta kepolisian menyampaikan permohonan maaf, serta mendesak penindakan terhadap petugas yang diduga bertindak melampaui batas. Semoga proses hukum tetap berjalan secara adil, mengedepankan kemanusiaan, serta memberikan perlindungan kepada para santriwati. Sumber: tribunsolo, pernyataan sikap Kokam Sukoharjo #sahabatsurga

About