@nalongosany: Sharing a quick flashback from my recent LIVE! Want to catch everything as it happens? Don't miss my future LIVE sessions. #tiktoklive #livehighlights

sanyu herbal medicine
sanyu herbal medicine
Open In TikTok:
Region: UG
Saturday 31 October 2026 06:38:11 GMT
187
10
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nalongosany, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

JAKARTA ­– PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), emiten teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Indonesia, kembali mencetak laba bersih pada kuartal ketiga 2026. Realisasi itu membuat total laba bersih GOTO pada sembilan bulan pertama menjadi Rp1,16 triliun, berbalik dari kerugian Rp775 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, mengaku pertumbuhan ini terjadi di tengah tantangan bisnis yang dihadapi oleh perseroan. Terutama setelah Indonesia membatasi bagi hasil untuk aplikator ojek online, menjadi maksimal 8%. “Ini adalah kuartal penuh pertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan,” kata Hans, setelah merilis laporan keuangan kuartal ketiganya. Dengan konsistensi laba dalam tiga kuartal berturut-turut, Hans mengatakan GOTO akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk 2026, menjadi Rp3,5-3,7 triliun. Sebagai catatan, EBITDA adalah istilah dalam laporan keuangan untuk menunjukkan perolehan laba sebuah perusahaan, sebelum dipotong bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. “Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak,” imbuh Hans. Dari sisi top-line, GOTO memperoleh pendapatan Rp16,54 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Bisnis jasa pengiriman menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan GOTO, dengan perolehan Rp4,73 triliun. Berikutnya pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp4,59 triliun, pinjaman Rp4,24 triliun, imbalan jasa e-commerce Rp786,17 miliar, imbalan iklan Rp360,35 miliar, dan lain-lain Rp1,82 triliun. Dari seluruh lini bisnis, pendapatan dari bisnis pinjaman GOTO tumbuh paling pesat, mencapai 58,57% secara tahunan hingga September 2026. Sementara imbalan iklan menjadi satu-satunya sumber pendapatan GOTO yang melambat, meskipun hanya 5,17% secara tahunan. Seiring pertumbuhan kinerja yang konsisten, harga saham GOTO konsisten tumbuh positif, terangkat naik 4,35% ke Rp24 per lembar pada perdagangan Jumat (30/10). Namun harga sahamnya sejak awal 2026 telah merosot lebih dari 60%. (KR) #stockbit #beritamarket #ihsg #goto #gojek
JAKARTA ­– PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), emiten teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Indonesia, kembali mencetak laba bersih pada kuartal ketiga 2026. Realisasi itu membuat total laba bersih GOTO pada sembilan bulan pertama menjadi Rp1,16 triliun, berbalik dari kerugian Rp775 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, mengaku pertumbuhan ini terjadi di tengah tantangan bisnis yang dihadapi oleh perseroan. Terutama setelah Indonesia membatasi bagi hasil untuk aplikator ojek online, menjadi maksimal 8%. “Ini adalah kuartal penuh pertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan,” kata Hans, setelah merilis laporan keuangan kuartal ketiganya. Dengan konsistensi laba dalam tiga kuartal berturut-turut, Hans mengatakan GOTO akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk 2026, menjadi Rp3,5-3,7 triliun. Sebagai catatan, EBITDA adalah istilah dalam laporan keuangan untuk menunjukkan perolehan laba sebuah perusahaan, sebelum dipotong bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. “Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak,” imbuh Hans. Dari sisi top-line, GOTO memperoleh pendapatan Rp16,54 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Bisnis jasa pengiriman menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan GOTO, dengan perolehan Rp4,73 triliun. Berikutnya pendapatan dari imbalan jasa mencapai Rp4,59 triliun, pinjaman Rp4,24 triliun, imbalan jasa e-commerce Rp786,17 miliar, imbalan iklan Rp360,35 miliar, dan lain-lain Rp1,82 triliun. Dari seluruh lini bisnis, pendapatan dari bisnis pinjaman GOTO tumbuh paling pesat, mencapai 58,57% secara tahunan hingga September 2026. Sementara imbalan iklan menjadi satu-satunya sumber pendapatan GOTO yang melambat, meskipun hanya 5,17% secara tahunan. Seiring pertumbuhan kinerja yang konsisten, harga saham GOTO konsisten tumbuh positif, terangkat naik 4,35% ke Rp24 per lembar pada perdagangan Jumat (30/10). Namun harga sahamnya sejak awal 2026 telah merosot lebih dari 60%. (KR) #stockbit #beritamarket #ihsg #goto #gojek

About