@oohhiyaadee: wong tuoku kerjo gae anak e og😛

adlyntk.
adlyntk.
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 31 October 2026 12:56:35 GMT
569102
112821
602
5710

Music

Download

Comments

nvtrh11
matchalatte•ू♡·.༄࿔ :
uang ibukku lebih banyak daripada gaji imutku ini
2026-11-01 01:52:24
7228
angeelaarhmaa
⋆. 𐙚˚࿔ angeelaaa 𝜗𝜚 :
ngasih iya minta juga iya 🤣
2026-11-01 02:29:21
2284
onyyyaaa_
onyaaa :
gaji imud ini mna cukup buat pengeluaran princes😓😘😘😘
2026-11-01 01:24:26
1269
user45321zy
o pia :
gaki ayahku 1 minggu, sama kek gajiku tpi versi 1 bulan😭
2026-11-01 05:45:22
903
iniiamelllllllll
A :
this fav daughter
2026-11-01 09:32:51
1
aadeeooo_
Aaadeeeeeeeee :
duitku yo duitku, duit ortuku duitku jugaa😭😭
2026-11-01 03:21:22
280
01.ren_yta
it's Me♡ :
malah orangtua masih jadi donatur utama😭
2026-11-01 01:38:24
132
ayip3620
Tokyo AL :
When yahhh😂
2026-11-02 00:33:20
0
inipunyampen
mpen✨ :
aku ngasih, tp minta jugaaa wkwkwkwkkwk😭😭
2026-11-01 08:04:41
113
nayitsme__
cilaaaaa :
meskipun gajiku lebih banyak tapi aku selalu mengandalkan kalimat “ anak perempuan sebelum menikah itu tanggungajawab orangtuanya “
2026-11-01 10:58:30
396
noviliaaa_
noviliaaa_ :
stop the wedding
2026-11-01 11:44:17
1
luciaaaferiandini
cacaa ciaa :
kasian kak orang tuaku udah capek capek kerja masak ga ada yang ngabisin duitnya🤭😂🤪
2026-11-01 03:36:15
201
tiatunn_
meliaaa🫧 :
lop orangtuaku🥰
2026-11-01 01:50:29
20
na_ginting2
𝒖𝒕𝒚☘️ :
orang tua kerja buat anak, anak kerja buat diri sendiri 😭😭
2026-11-01 11:57:41
10
manalavii
ama :
HAHAHHA sama sampe mamaku heran uangnya pada kemana😭😭
2026-11-01 02:06:36
18
macalikaa
maliykaaaaaaa :
kakkk aku kerja biar ga gabut aja drmh terus dan uang jajan ku tetap dikasih meskipun aku punya gaji
2026-11-01 02:49:52
17
adelia_sptir
adely :
orang sini kerja biar ngga ngangur aja
2026-11-02 00:44:46
5
fck.memeiii0
meyy :
ga brani bilang minta jdinya gua pinjem nnti gajian gua balikin janji klo inget
2026-11-01 05:27:30
10
lismalest
Lestari :
ngasih emak ➡️minta bapak😭
2026-11-01 08:44:19
11
helloifaa_14
i for ifaa :
lawong mek gae pantes” an kok
2026-11-01 13:43:28
5
mylaasya
fly🪽 :
tiap bulan aku ngasi ibukku, tp akhir bulan aku minta ibukku jg😘love mama🥰
2026-11-01 06:26:27
8
slayolainns
ayu gak pake K🍓 :
ngasihh sih, tapi tiap kerja di kasi uang saku lagikk
2026-11-01 05:13:49
13
s1ndyrella
s1ndyrella :
donatur utama
2026-11-02 17:01:02
2
if4hh05
fa :
@⋆. 𐙚˚࿔ angeelaaa 𝜗𝜚:ngasih iya minta juga iya 🤣
2026-11-01 09:22:40
1
tillaje
renjaney :
2026-11-01 03:38:48
1
To see more videos from user @oohhiyaadee, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku baru saja digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku tidak bisa melayani kebutuhan batinnya setiap hari, padahal saat itu hipertensiku sedang kambuh parah dan rasanya kepalaku pusing kayak mau meledak tanpa henti. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku baru saja digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku tidak bisa melayani kebutuhan batinnya setiap hari, padahal saat itu hipertensiku sedang kambuh parah dan rasanya kepalaku pusing kayak mau meledak tanpa henti. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan pusing luar biasa, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang paling kuandalkan justru tega melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak tersisa. #viral #fyp #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About