@imaan_amjad_: #fyp

Imaan Amjad
Imaan Amjad
Open In TikTok:
Region: PK
Saturday 31 October 2026 18:37:28 GMT
131755
6070
14
380

Music

Download

Comments

user9807645769781
user9807645769781 :
apny khud banwaya h k ready to wear lea h
2026-11-01 06:29:14
0
masha.blush0
౨ৎ˚⟡˖ ࣪ 𝓜𝓪𝓼𝓱𝓪 🦢 :
ya lehnga mujhay hi da do
2026-11-01 03:19:53
0
fatimaa_2020
@ her.own.rules :
which bran ? tell
2026-10-31 19:37:34
2
noormug3
𝐍𝐨𝐨𝐫𝐌𝐮𝐠𝐡𝐚𝐥 :
ye fabric Kon sa h plz btaye koi
2026-10-31 20:25:20
2
urwa.khan1119
urwa khan :
dress details
2026-10-31 20:59:40
2
sssports50
sssports50 :
please please please please please please please please please both pyra h
2026-10-31 18:48:02
1
user4019765693771
user4019765693771 :
price
2026-11-01 06:08:49
0
msalar190
✨☘️🌿 organic products 🌿✨ :
Hlooo
2026-10-31 18:40:05
2
as535599
cute jutt Muhammad Hassen :
mshallah
2026-11-01 07:03:15
0
itsjamali0
🤍 :
dress from?
2026-10-31 18:52:07
1
msalar190
✨☘️🌿 organic products 🌿✨ :
please reply mee I am first please support me please
2026-10-31 18:40:36
2
msalar190
✨☘️🌿 organic products 🌿✨ :
❤️❤️❤️🥰🥰🥰
2026-10-31 18:40:44
2
zaidi_zaidi313
itx_me.venom :
😳😳😳
2026-11-01 06:39:39
0
queenstreet18
👑queen 👑 :
🥰🥰🥰
2026-11-01 01:11:04
0
To see more videos from user @imaan_amjad_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Cucu: Kek, sebenarnya sampai kapan orang tua wajib menafkahi anak laki-lakinya? Apakah sampai anak itu menikah? Kakek: Tidak selalu, Nak. Bahkan ada anak yang sudah dewasa, tetapi orang tuanya masih wajib menafkahinya. Cucu: Loh, kok bisa, Kek? Bukankah kalau sudah dewasa, seharusnya dia mencari uang sendiri? Kakek: Betul. Tapi coba Kakek tanya, bagaimana kalau anak laki-laki itu sudah dewasa, tetapi belum mampu bekerja karena sakit atau memiliki keterbatasan? Cucu: Berarti orang tuanya masih wajib menanggungnya? Kakek: Dalam banyak penjelasan fikih, iya. Selama anak itu belum mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan memenuhi syarat kewajiban nafkah, orang tua yang mampu masih berkewajiban menanggungnya. Cucu: Jadi bukan soal umur saja, Kek? Kakek: Tepat sekali. Anak laki-laki yang sudah balig, sehat, dan mampu bekerja pada dasarnya harus mulai bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Cucu: Lalu bagaimana kalau dia sudah dewasa, tetapi masih kuliah dan belum punya penghasilan? Kakek: Itu perlu dilihat keadaannya. Ada perbedaan pendapat ulama tentang batas kewajiban nafkah dalam kondisi seperti itu. Tidak bisa semuanya disamaratakan. Cucu: Berarti orang tua tidak boleh begitu saja lepas tangan? Kakek: Benar, Nak. Dan anak juga jangan menjadikan kasih sayang orang tua sebagai alasan untuk terus bergantung. Cucu: Jadi kapan seorang anak laki-laki benar-benar harus mandiri? Kakek: Ketika dia sudah mampu berusaha dan mencukupi kebutuhannya, jangan terus membebani orang tua. Ingat, orang tua tidak selamanya muda dan kuat. Cucu: Jadi selama ini aku terlalu sibuk meminta uang, sampai lupa bahwa orang tuaku juga semakin tua. Kakek: Itulah yang harus kamu renungkan, Nak. Jangan menunggu orang tuamu tidak mampu lagi memberi, baru kamu belajar menjadi mandiri. Cucu: Kek, ternyata menjadi anak dewasa bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang belajar meringankan beban orang tua. Kakek: Betul. Sebab suatu hari nanti, tangan yang dulu selalu memberimu nafkah mungkin sudah tidak sanggup lagi bekerja. Jangan sampai ketika tangan itu sudah tiada, barulah kamu sadar betapa besar pengorbanannya.
Cucu: Kek, sebenarnya sampai kapan orang tua wajib menafkahi anak laki-lakinya? Apakah sampai anak itu menikah? Kakek: Tidak selalu, Nak. Bahkan ada anak yang sudah dewasa, tetapi orang tuanya masih wajib menafkahinya. Cucu: Loh, kok bisa, Kek? Bukankah kalau sudah dewasa, seharusnya dia mencari uang sendiri? Kakek: Betul. Tapi coba Kakek tanya, bagaimana kalau anak laki-laki itu sudah dewasa, tetapi belum mampu bekerja karena sakit atau memiliki keterbatasan? Cucu: Berarti orang tuanya masih wajib menanggungnya? Kakek: Dalam banyak penjelasan fikih, iya. Selama anak itu belum mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan memenuhi syarat kewajiban nafkah, orang tua yang mampu masih berkewajiban menanggungnya. Cucu: Jadi bukan soal umur saja, Kek? Kakek: Tepat sekali. Anak laki-laki yang sudah balig, sehat, dan mampu bekerja pada dasarnya harus mulai bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Cucu: Lalu bagaimana kalau dia sudah dewasa, tetapi masih kuliah dan belum punya penghasilan? Kakek: Itu perlu dilihat keadaannya. Ada perbedaan pendapat ulama tentang batas kewajiban nafkah dalam kondisi seperti itu. Tidak bisa semuanya disamaratakan. Cucu: Berarti orang tua tidak boleh begitu saja lepas tangan? Kakek: Benar, Nak. Dan anak juga jangan menjadikan kasih sayang orang tua sebagai alasan untuk terus bergantung. Cucu: Jadi kapan seorang anak laki-laki benar-benar harus mandiri? Kakek: Ketika dia sudah mampu berusaha dan mencukupi kebutuhannya, jangan terus membebani orang tua. Ingat, orang tua tidak selamanya muda dan kuat. Cucu: Jadi selama ini aku terlalu sibuk meminta uang, sampai lupa bahwa orang tuaku juga semakin tua. Kakek: Itulah yang harus kamu renungkan, Nak. Jangan menunggu orang tuamu tidak mampu lagi memberi, baru kamu belajar menjadi mandiri. Cucu: Kek, ternyata menjadi anak dewasa bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang belajar meringankan beban orang tua. Kakek: Betul. Sebab suatu hari nanti, tangan yang dulu selalu memberimu nafkah mungkin sudah tidak sanggup lagi bekerja. Jangan sampai ketika tangan itu sudah tiada, barulah kamu sadar betapa besar pengorbanannya.

About