@feel_my_life_sammu_1.4.3:

✨Ⓡ︎நீயும்⃟😘⃟நானும்Ⓢ︎✨
✨Ⓡ︎நீயும்⃟😘⃟நானும்Ⓢ︎✨
Open In TikTok:
Region: LK
Saturday 31 October 2026 19:43:54 GMT
317
43
8
6

Music

Download

Comments

nilannilan91
🇦🇪🦋Sullan🇱🇰🦋 :
🖤🖤👈🏻
2026-11-01 14:44:49
0
skammu208
🔱🕉️சிவன் மகள்🌻Ammu🕉️🔱SK💚 :
2026-10-31 20:15:20
1
uyirinuyire19
💎💍💫BLACK KING💫💍💎 :
🖤🥺
2026-11-01 05:00:24
1
mr_d__r
ஜில் என்று ஒரு காதல்💘D🤞R :
😍😍😍😍
2026-11-01 01:22:24
1
aksafa51
〆Ꭵ𝙼𝚁α𝙽★🕊 :
💙💙💙💙💙💙
2026-10-31 21:01:00
1
shivakuttyma05
🖤💲MyHeart❤️என்னவள்k🫴🫂♥️🔥 :
💞💞💞💞
2026-11-01 00:44:02
1
thanimai7000
🌷👉•𝐤𝐮𝐭𝐭𝐲 𝐦𝐚•👈🌷 :
🥰🥰💙💙💙
2026-10-31 20:03:01
1
thanumayu26
€♪single√ boyπ£thanu¿; :
🥰🥰🥰
2026-10-31 19:49:18
1
To see more videos from user @feel_my_life_sammu_1.4.3, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sesuatu yang paling mahal di dunia ini adalah hidayah mengenal sunnah. Mengapa dikatakan mahal? Karena hidayah mengenal sunnah sama seperti hidayah mengenal Islam. Bisa kita bayangkan, dari sekian trilyun manusia yang hidup di muka bumi ini, berapa di antara mereka yang mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam?  Lalu dari sekian milyar orang yang beragama Islam, berapa persen di antara mereka yang hatinya tergerak untuk mau mendalami agama?  Dan dari sekian persen orang yang mendalami agama Islam, berapa persenkah orang yang dalam mendalami agama dengan benar?  Kemudian dari sekian orang yang mendalami agama dengan benar, berapa persenkah orang yang mau mengamalkan ilmu yang telah didapatkan? Oleh karena itu, hidayah mengenal sunnah serta mengamalkannya merupakan sesuatu yang sangat mahal, takkan tergantikan dengan dunia dan seisinya. Sehingga bagi yang telah mendapat hidayah yang sangat mahal ini, hendaknya ia bersyukur. Apabila ia tidak mensyukuri nikmat hidayah tersebut, dia terancam dengan firman Allah Ta’ala: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan;
Sesuatu yang paling mahal di dunia ini adalah hidayah mengenal sunnah. Mengapa dikatakan mahal? Karena hidayah mengenal sunnah sama seperti hidayah mengenal Islam. Bisa kita bayangkan, dari sekian trilyun manusia yang hidup di muka bumi ini, berapa di antara mereka yang mendapat hidayah untuk memeluk agama Islam? Lalu dari sekian milyar orang yang beragama Islam, berapa persen di antara mereka yang hatinya tergerak untuk mau mendalami agama? Dan dari sekian persen orang yang mendalami agama Islam, berapa persenkah orang yang dalam mendalami agama dengan benar? Kemudian dari sekian orang yang mendalami agama dengan benar, berapa persenkah orang yang mau mengamalkan ilmu yang telah didapatkan? Oleh karena itu, hidayah mengenal sunnah serta mengamalkannya merupakan sesuatu yang sangat mahal, takkan tergantikan dengan dunia dan seisinya. Sehingga bagi yang telah mendapat hidayah yang sangat mahal ini, hendaknya ia bersyukur. Apabila ia tidak mensyukuri nikmat hidayah tersebut, dia terancam dengan firman Allah Ta’ala: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim 7) Adapun di antara bentuk siksaan Allah bagi orang yang telah mendapatkan nikmat hidayah, tapi tidak mensyukurinya ialah dicabutnya hidayah tersebut dari orang tersebut. Contoh: Orang yang dulunya semangat ngaji, tapi akhirnya menghilang dan tidak mengaji lagi. Salah satu cara mensyukuri hidayah tersebut adalah berusaha menularkan hidayah tersebut kepada orang lain. ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ "Serulah (manusia) kpd jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dgn cara yg baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yg tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang² yg mendapat petunjuk” (An-Nahl 125) Ada sebuah kisah nyata tentang seorang da’i yang berasal dari Kuwait, yaitu Dr.Abdurrahman As-Sumait. Aslinya, beliau adalah seorang dokter internis (penyakit dalam). Beliau mengambil S1 di Baghdad, S2 di Inggris, dan S3 di Kanada. Beliau sudah memiliki pekerjaan di rumah sakit Kuwait dgn penghasilan yg sangat besar. Akan tetapi, beliau tinggalkan penghasilan yang sangat besar itu dan pergi ke pedalaman Afrika serta mengajak mereka untuk masuk agama Islam. Ketika ada orang yang masuk agama Islam dan selesai mengucapkan kalimat syahadat, orang² Afrika tersebut menangis karena bahagia dan sedih. Mereka bahagia karena mendapatkan hidayah, sedangkan mereka sedih sambil berkata: “Mengapa kalian (kaum muslimin) baru datang sekarang (datang ke Afrika)? Dulu kalian pada kemana? Sehingga orang tua kami tidak sempat menikmati indahnya Islam dan meninggal dalam keadaan kufur. Kemanakah kalian, wahai kaum muslimin? Tanya orang² Afrika tersebut kepada beliau" (Dr. Abdurrahman As-Sumait) Hal itulah yang menyentuh perasaan beliau, sehingga beliau mendedikasikan seluruh umurnya untuk berdakwah di negeri Afrika. Padahal beliau di sana mendapat cobaan penyakit² berat, seperti diabetes, ginjal, tensi tinggi. Akan tetapi, beliau tidak mempedulikan hal itu dan beliau meninggalkan seluruh kenikmatan duniawi, lalu tinggal di pedalaman Afrika. Di sana, beliau tidur di atas tikar dan beratapkan langit. Terkadang, ancaman binatang buas ada di sekitarnya. Namun beliau dengan taufik dari Allah Ta’ala sukses berdakwah selama 29 tahun di pedalaman Afrika dan berhasil mengislamkan 11 juta orang. Beliau membangun 5500 Masjid di berbagai penjuru Afrika, mengkader 40.000 da’i, serta terlibat dalam aktivitas sosial seperti membangun 11 000 sumur. https://linktr.ee/Hijrahsalafusshalih

About