@ndgo.jordy: Steph dropped 77 🤯 | #stephcurry #luka #NBA #basketball #fyp

jordy.
jordy.
Open In TikTok:
Region: US
Saturday 31 October 2026 22:20:45 GMT
55070
7997
58
304

Music

Download

Comments

zaneforester
zaneforester :
Holy push off
2026-11-01 02:12:26
10
reztrippin
rezzz :
W song brodie
2026-10-31 23:00:17
206
dolo_4life1
Yes i am the goat🐐 :
That what I dropped against LeBron in 07
2026-10-31 22:23:41
33
dead.fxcs
seeingviisiions on ig :
2019 curry back 😢
2026-11-01 07:22:13
3
dtx_lightskin
dtx_lightskin :
First
2026-10-31 22:22:45
2
shamslive
ShamsLive :
Jordy’s the goat:
2026-10-31 22:32:12
8
bankhavinn0
antisocial :
2026-11-01 06:51:26
0
amy781478
amy 🦇 :
I got used today
2026-11-01 04:31:44
2
ezplayz14
EZ4L :
JORDYYYY BACKKKK
2026-10-31 23:16:14
6
johnthawickest
John🎱 :
2026-10-31 22:46:46
2
zayorhollywood
hollywoodzay :
definitely on his worst behavior 🦉🐐
2026-11-01 17:14:16
1
useroffmap
useroffmap :
Ngl I thought Curry stepped on his foot nah he actually dropped buddy
2026-11-01 01:51:31
1
younotgonunderstand
younotgonunderstand :
2026-10-31 22:24:44
2
user353966038
Eric Walker :
Perfect song choice
2026-11-01 01:36:20
1
2xchizz
Aaden :
2026-10-31 22:28:24
3
user125362145
Fe :
jordyyy
2026-10-31 22:22:49
2
user7008541463722
Erika :
77 points in one possession??
2026-10-31 22:23:11
1
fwmilyadpab
️ :
2026-10-31 23:13:10
1
jahthelightskinn
J A H 🖤 :
NGGA IM JS FLEXINGG
2026-11-01 18:55:31
0
rafael153426
Rafael Amorim correi :
😅
2026-11-03 05:24:57
0
dillonbrooksbrooks
JloOVOメ𝟶⁶𓅓 :
Holy song
2026-11-01 16:42:15
0
chisomnjelita
Chisom :
2026-11-01 09:41:11
0
getlike.jws
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴￴ :
knew it was gon be hard cus curry but then say jordy and new it was overly tuff
2026-11-01 09:38:25
0
..khameen
khameen :
how can someone be this good🥹
2026-11-01 18:00:59
0
e2prodz
e2prodz :
jordy the goat
2026-11-01 01:11:45
0
To see more videos from user @ndgo.jordy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.”  Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf secara permanen, separuh tubuhnya lumpuh total, dan butuh perawatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lumpuh tak berdaya, tabungan ludes tak bersisa untuk berobat, tidak bisa lagi mencari nafkah, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, istri yang kubanting tulangi siang malam justru tega melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh kesetiaannya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang lumpuh, tapi keutuhan rumah tangga, masa depan, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa oleh orang yang paling kita cintai. #darahtinggi #hipertensi #viral #tekanandarahtinggi #fyp

About