@bhs.bones: STATE BOUND FIRST YEAR IN 6A

BH Bones
BH Bones
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 01 November 2026 04:07:18 GMT
1060
60
4
3

Music

Download

Comments

darkwingmoltres146
Galarian Moltres :
ORHS also made State! CA-CAW!
2026-11-01 05:51:53
0
mrkillsloth
mrkillsloth :
“barbers hill”
2026-11-01 05:26:02
0
rosieisnt_me
rosieisnt_me :
#doitforthepeoplewhodidntevenmakeitpastregionals💔
2026-11-01 05:34:20
2
zudokaah
Zudoka :
congrats we just lost our 5 year streak ✌️
2026-11-01 06:02:43
0
To see more videos from user @bhs.bones, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: di usiamu yang masih 25 tahun, aku adalah penderita hipertensi dengan angka tensi mencapai 183/97, dan yang membuatku putus asa, meski setiap minggu aku sudah rajin kontrol ke dokter dan patuh minum obat, rasanya penyakit ini malah semakin parah dan menggerogoti tubuhku tanpa ampun. Semua mimpi indah masa mudaku hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, masa iya anak umur 25 tahun sakitan? Paling cuma capek habis scrolling sosmed semalaman, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran tugas doang, nanti juga hilang sendiri.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi maraton drakor dan tugas, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke siapa pun, ditambah pola makan anak muda jaman sekarang yang hancur lebur hobi banget makan makanan instan asin, seblak pedas gurih, makanan cepat saji berlebihan, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usiaku masih muda belia, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap gulita, dan sekujur tubuhku langsung lemas tak berdaya.  Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter digital dipasang di lengannya dan mesin selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: di usiamu yang masih 25 tahun, aku adalah penderita hipertensi dengan angka tensi mencapai 183/97, dan yang membuatku putus asa, meski setiap minggu aku sudah rajin kontrol ke dokter dan patuh minum obat, rasanya penyakit ini malah semakin parah dan menggerogoti tubuhku tanpa ampun. Semua mimpi indah masa mudaku hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, masa iya anak umur 25 tahun sakitan? Paling cuma capek habis scrolling sosmed semalaman, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran tugas doang, nanti juga hilang sendiri.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi maraton drakor dan tugas, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke siapa pun, ditambah pola makan anak muda jaman sekarang yang hancur lebur hobi banget makan makanan instan asin, seblak pedas gurih, makanan cepat saji berlebihan, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usiaku masih muda belia, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah, pandangan gelap gulita, dan sekujur tubuhku langsung lemas tak berdaya. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter digital dipasang di lengannya dan mesin selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak di angka krisis ekstrem 183/97! Anak muda umur 25 tahun bisa setinggi ini?!" seru perawat dengan nada panik menyuruhku tenang total. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Kamu mengalami Hipertensi Kronis di usia muda! Pembuluh darahmu sudah sangat tertekan dan hampir memicu stroke! Meskipun minum obat rutin, kalau kerusakannya sudah parah, butuh perjuangan berat untuk mengendalikannya!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku sebagai anak muda berubah jadi penjara penderitaan: setiap minggu harus bolak-balik kontrol, minum obat seumur hidup tapi rasanya badan malah makin payah, dan dihantui rasa cemas takut umurku tidak panjang. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia tidak kenal usia bahkan di umur 25 tahun yang harusnya lagi bahagia-bahagianya, dia bisa menyelinap diam-diam, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, masa depan kita ikut dihancurkan tak bersisa. #darahtinggi #fyp #hipertensi #tekanandarahtinggi #viral
Dada sesak rasanya mau meledak, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh tekanan mental, dan membuatku sering menangis frustrasi di sudut kamar,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku capek dan stres banget punya istri yang punya riwayat darah tinggi tapi keras kepala gak pernah mau jaga pola hidup. Dan sekarang, akibat kebiasaannya itu, ia terkena penyakit jantung, membuat kami harus bolak-balik kontrol rutin ke rumah sakit setiap minggu,  dan semua uang tabungan kami habis ludes tak bersisa cuma buat biaya berobat dia yang tak berkesudahan! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali istriku ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Istriku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tanpa henti, nampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suaminya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat dada kirinya sesak luar biasa, nafas tersengal-sengal, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku.  Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Dada sesak rasanya mau meledak, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh tekanan mental, dan membuatku sering menangis frustrasi di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku capek dan stres banget punya istri yang punya riwayat darah tinggi tapi keras kepala gak pernah mau jaga pola hidup. Dan sekarang, akibat kebiasaannya itu, ia terkena penyakit jantung, membuat kami harus bolak-balik kontrol rutin ke rumah sakit setiap minggu, dan semua uang tabungan kami habis ludes tak bersisa cuma buat biaya berobat dia yang tak berkesudahan! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali istriku ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Istriku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tanpa henti, nampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suaminya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat dada kirinya sesak luar biasa, nafas tersengal-sengal, pandangan gelap, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/115!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis jantung. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Istri Anda divonis Hipertensi Kritis yang diam-diam sudah merusak fungsi jantungnya secara drastis hingga memicu Penyakit Jantung Kronis! Tekanan setinggi ini membuat pembuluh darahnya terancam, beliau harus menjalani pengobatan rutin seumur hidup dan kondisinya sangat riskan!" Detik itu juga, hidupku langsung berubah jadi penjara penderitaan: istriku terbaring lemah jadi beban finansial, uang tabungan habis semua buat kontrol tiap minggu tanpa ada kepastian sembuh, dan aku harus menanggung beban mental serta kelelahan fisik yang membuatku hampir gila sendirian dalam rasa sesak yang luar biasa. #viral #fyp #hipertensi #tekanandarahtinggi #darahtinggi

About