@ibrahimsheme1: Ga abin da Alhaji Ibrahim Mohammed (Ɗanmadamin Birnin Magaji) ya faɗa mani game da wannan waƙar: "Wannan waƙa asali yayan/wan Ɗanƙwairo Maradun, wato Makaɗa Abdu Kurna, ne ya fara rera ta. Kenan shi Makaɗa Musa Ɗanƙwairo ya sake maimaita ta ne. "Sarkin Ƙayan Maradun Abubakar /Bubakar ne aka yi wa ita. Ya yi sarauta daga shekarar 1939 zuwa 1960 da aka cire shi. Ya tafi Jangebe da ke cikin Ƙaramar Hukumar Mulkin Talata Mafara ta yau ya zauna har ya zuwa rasuwar sa." Ibrahim Sheme #musadankwairo #abdukurna #ibrahimsheme

Ibrahim Sheme
Ibrahim Sheme
Open In TikTok:
Region: NG
Sunday 01 November 2026 11:38:03 GMT
4608
157
3
65

Music

Download

Comments

faruk.maiaji
Faruk Mai'Aji :
Ka gama lahiya Sarki namijin duniya Mai tura haushi
2026-11-01 11:52:24
0
ibrahimsheme1
Ibrahim Sheme :
Gyara: "Gwarzon KYAUTA na Sarkin Fada"
2026-11-01 12:03:01
0
bbkkaura4
BAQADIRE :
Allah Sarki, Kurna maradun kenan Yaya ga Alh. Musa Dan Kwairo. hasali ma shine Mai gidan Alh. Musa Dan Kwairo Allah ta'ala ya yi masu Rahama Baki Daya Amin.
2026-11-01 21:16:48
0
To see more videos from user @ibrahimsheme1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tentang Burung Anqā (عنقاء) Anqā adalah burung paling besar wujudnya dan paling hebat ciptaannya. Ia dapat mencengkeram seekor gajah sebagaimana elang menangkap tikus. Dahulu kala, ia sering menculik manusia dari rumah-rumah mereka hingga orang-orang sangat tersakiti oleh kejahatannya. Sampai suatu hari, ia menculik seorang pengantin perempuan yang sedang dihias. Maka Nabi Ḥanzalah عليه السلام berdoa memohon agar Allah memusnahkannya. Namun Allah memindahkannya ke salah satu pulau di lautan luas di bawah garis khatulistiwa  sebuah pulau yang manusia tidak dapat mencapainya. Di sana terdapat banyak hewan seperti gajah, kerbau, harimau, binatang buas, dan burung pemangsa. Semua makhluk itu tunduk di bawah kekuasaannya. Anqā tidak memburu mereka karena semuanya berada dalam perintahnya. Bila ia berburu, biasanya yang ia tangkap adalah gajah, ikan besar, atau naga. Setelah ia kenyang, sisanya dimakan oleh binatang-binatang yang berada di bawah kekuasaannya. Ketika ia terbang, dari kepaknya terdengar suara seperti gemuruh banjir atau deru pepohonan tertiup angin. Diceritakan oleh seorang pedagang: “Kami tersesat di samudra luas, lalu tampak oleh kami awan hitam besar seperti mendung tebal. Para pelaut berkata: ‘Itulah Anqā.’ Maka kami mengikutinya hingga kami berada di bawah bayangannya. Kami berdoa kepada Allah agar Ia menuntun kami, dan teruslah ia berjalan di atas kami hingga kami menemukan jalan keluar, lalu ia pun menghilang.” Disebutkan umur burung Anqā mencapai 1.700 tahun. Ia kawin pada usia 500 tahun. Ketika tiba waktu bertelur, ia merasakan kesakitan berat. Maka jantannya mengambil air laut dengan paruhnya dan menyuntikkannya ke tubuh betina hingga keluarlah telur. Keduanya mengerami telur itu bersama-sama. Telurnya menetas setelah 125 tahun. Jika anaknya betina, maka induk betina mengumpulkan banyak kayu bakar dan jantan menyalakan api dengan paruhnya. Lalu sang betina masuk ke dalam api itu dan terbakar, sementara anaknya menjadi pasangan bagi jantan. Namun jika anaknya jantan, maka sang jantan melakukan hal serupa: ia membakar dirinya sendiri, dan anaknya menjadi pasangan bagi betina. Diceritakan pula tentang Anqā hal-hal yang lebih menakjubkan dari ini, tetapi tidak bersumber dari orang yang dapat dijadikan pegangan. Maka cukuplah kisah ini sampai di sini. Ref: Kitab ‘Ajā’ib al-Makhlūqāt (عجائب المخلوقات). Minat ebook atau buku Terjemahan kitab2 kuno (CEK STORY) 🔥 DM. #fyp #foryou #islamic_video #islamabad #islamic_media
Tentang Burung Anqā (عنقاء) Anqā adalah burung paling besar wujudnya dan paling hebat ciptaannya. Ia dapat mencengkeram seekor gajah sebagaimana elang menangkap tikus. Dahulu kala, ia sering menculik manusia dari rumah-rumah mereka hingga orang-orang sangat tersakiti oleh kejahatannya. Sampai suatu hari, ia menculik seorang pengantin perempuan yang sedang dihias. Maka Nabi Ḥanzalah عليه السلام berdoa memohon agar Allah memusnahkannya. Namun Allah memindahkannya ke salah satu pulau di lautan luas di bawah garis khatulistiwa sebuah pulau yang manusia tidak dapat mencapainya. Di sana terdapat banyak hewan seperti gajah, kerbau, harimau, binatang buas, dan burung pemangsa. Semua makhluk itu tunduk di bawah kekuasaannya. Anqā tidak memburu mereka karena semuanya berada dalam perintahnya. Bila ia berburu, biasanya yang ia tangkap adalah gajah, ikan besar, atau naga. Setelah ia kenyang, sisanya dimakan oleh binatang-binatang yang berada di bawah kekuasaannya. Ketika ia terbang, dari kepaknya terdengar suara seperti gemuruh banjir atau deru pepohonan tertiup angin. Diceritakan oleh seorang pedagang: “Kami tersesat di samudra luas, lalu tampak oleh kami awan hitam besar seperti mendung tebal. Para pelaut berkata: ‘Itulah Anqā.’ Maka kami mengikutinya hingga kami berada di bawah bayangannya. Kami berdoa kepada Allah agar Ia menuntun kami, dan teruslah ia berjalan di atas kami hingga kami menemukan jalan keluar, lalu ia pun menghilang.” Disebutkan umur burung Anqā mencapai 1.700 tahun. Ia kawin pada usia 500 tahun. Ketika tiba waktu bertelur, ia merasakan kesakitan berat. Maka jantannya mengambil air laut dengan paruhnya dan menyuntikkannya ke tubuh betina hingga keluarlah telur. Keduanya mengerami telur itu bersama-sama. Telurnya menetas setelah 125 tahun. Jika anaknya betina, maka induk betina mengumpulkan banyak kayu bakar dan jantan menyalakan api dengan paruhnya. Lalu sang betina masuk ke dalam api itu dan terbakar, sementara anaknya menjadi pasangan bagi jantan. Namun jika anaknya jantan, maka sang jantan melakukan hal serupa: ia membakar dirinya sendiri, dan anaknya menjadi pasangan bagi betina. Diceritakan pula tentang Anqā hal-hal yang lebih menakjubkan dari ini, tetapi tidak bersumber dari orang yang dapat dijadikan pegangan. Maka cukuplah kisah ini sampai di sini. Ref: Kitab ‘Ajā’ib al-Makhlūqāt (عجائب المخلوقات). Minat ebook atau buku Terjemahan kitab2 kuno (CEK STORY) 🔥 DM. #fyp #foryou #islamic_video #islamabad #islamic_media

About