@nidine_bro: 受験まであと何日だ。言ってみろ。言えないだろ。数えるのが怖いから。 #自己啓発 #ストイック #モチベーション #習慣化 #マインドセット #規律 #スマホ依存 #hopecore

毎日の規律
毎日の規律
Open In TikTok:
Region: JP
Sunday 01 November 2026 15:01:19 GMT
98040
6606
161
351

Music

Download

Comments

user65361029611365
赤髪のシャンクス【偽物】 :
まだ中学生じゃないから受験ない
2026-11-02 06:24:45
77
kokomi0697
𝓱𝓮𝓻𝓸🩶🐑⚡️🦖彡🍗 ❤️ :
来年だから365日かな?
2026-11-01 15:22:56
42
minikara877
minikara877 :
受験か受かったよ
2026-11-02 04:41:22
13
saki032
Sakiですけど??? :
110日かな県立だし
2026-11-01 21:38:36
22
user1661201908691
ネギトロくん :
いましょうがくせい
2026-11-02 10:56:39
1
wataaa013
wataaa???? :
スポーツ推薦[うれし泣き][うれし泣き]
2026-11-02 07:51:24
9
user388740977394
👾 :
もう受かった
2026-11-02 08:17:21
1
shoyouishoueitanak
SHOUEI :
76日中学受験
2026-11-02 06:07:27
4
ahajana21
さみ :
名言かっこよ😂😂😂
2026-11-04 00:17:50
1
ri8620rr
美少女回収業者 :
勉強する時はこれ使うのおすすめ。これ使う時に設定で携帯のアプリ制限できるからゲームとか使えないからほんとにおすすめ
2026-11-05 02:51:11
1
user2183735158795
こんにちは :
あと7時間おわった…
2026-11-01 15:49:27
9
nanasi7190
名無し :
あと2ヶ月で私立受験
2026-11-04 10:08:03
2
_v._.v2
m :
みんな6時間前とかのコメ多くて深夜起きすぎなう(2026/11/02 06:10:35)
2026-11-01 21:29:49
2
156taku
taku :
2日かな
2026-11-01 15:32:52
0
user8169085271991
うめミちゃん推し!🧸🍫 :
後二年生半くならいかな
2026-11-03 06:28:12
1
qlgqv
ちきんらーめん :
ああおわり。
2026-11-02 08:06:54
1
user5738004677078
野田洋次郎のほくろ :
一旦模試74点でした
2026-11-02 12:26:15
0
user99044020938192
Seita :
2026-11-02 10:30:59
1
majikasowuka05
..... :
受験終わりました、
2026-11-02 13:13:29
1
user40654835413711
ちいかわ愛してる :
5年後
2026-11-03 01:23:09
1
1919810yajunu
サンタ🎅【公式】 :
終わった
2026-11-02 13:26:26
1
zupi101020
zupi101020 :
Mb wrong server
2026-11-01 16:29:46
1
yudukock3yb
改チャリ愛好家 :
スマホしかないよ⭐︎
2026-11-01 15:12:44
0
.18222954
風🍨 白犬 :
後4年後
2026-11-02 02:48:41
1
wsdgfghj
Taku :
受験ないな
2026-11-02 03:27:09
1
To see more videos from user @nidine_bro, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh ketakutan yang mencekam, dan membuatku menangis terisak sendirian di lorong rumah sakit tanpa tahu harus berbuat apa, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku:  aku harus menerima vonis paling mengerikan dari dokter istri tercintaku terancam mati muda di usianya yang masih sangat belia akibat hipertensi parah dengan angka tensi melonjak di angka krisis 215/101! Semua mimpi indah masa depan kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali istriku ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles.  Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Istriku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suaminya,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, makanan bersantan, dan kurang minum air putih. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan fisiknya kelihatan kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap gulita, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di lantai.  Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter digital dipasang di lengannya dan mesin selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh ketakutan yang mencekam, dan membuatku menangis terisak sendirian di lorong rumah sakit tanpa tahu harus berbuat apa, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku harus menerima vonis paling mengerikan dari dokter istri tercintaku terancam mati muda di usianya yang masih sangat belia akibat hipertensi parah dengan angka tensi melonjak di angka krisis 215/101! Semua mimpi indah masa depan kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali istriku ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang dia tumpuk tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Istriku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suaminya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, makanan bersantan, dan kurang minum air putih. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan fisiknya kelihatan kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap gulita, dan sekujur tubuhnya langsung ambruk lemas tak berdaya di lantai. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter digital dipasang di lengannya dan mesin selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak di angka krisis ekstrem 215/101! Pembuluh darahnya sudah di ambang batas pecah!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter spesialis setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Istri Anda mengalami Hipertensi Kritis Maligna! Tekanan darah setinggi ini sudah sangat merusak organ vital, mengancam jiwanya, dan beliau terancam mati muda jika tidak segera ditangani secara darurat!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi penjara penderitaan: istri terbaring di ruang intensif antara hidup dan mati, tabungan ludes tak bersisa, dan aku terjebak dalam rasa takut luar biasa membayangkan kehilangan orang paling berharga di dunia ini. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu kami begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik aktivitas harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang tersiksa, tapi nyawa orang tercinta dan masa depan kita ikut dirampas tak bersisa. #viral #fyp #darahtinggi #tekanandarahtinggi #hipertensi

About