@ekajm2613: 🐥🤌 @jimin #weverselive #parkjimin

🎀Eka지민🎀
🎀Eka지민🎀
Open In TikTok:
Region: TW
Sunday 01 November 2026 15:23:11 GMT
23890
2011
121
83

Music

Download

Comments

jhon.cel8
Jhon Cel :
wow voice nice hunsome boy
2026-11-02 06:50:44
0
ohemaa.serene3
Ohemaa Serene :
They will do saa and get drunk 😫🤗Or is not alcohol 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
2026-11-02 00:27:34
0
elysaaguiar0
elysaaguiar0 :
Eu amo esse louro, me apaixono todos os dias por ele 💜💜💜😍
2026-11-01 21:57:22
9
alenabroov1
Alenka :
My God, how cute he looks💜😘💜
2026-11-01 18:12:35
11
hihihi_0_0_
💌 :
Чимин милый такой
2026-11-02 02:36:53
5
patmar308
patmar308 :
No quería que se le perdiera ni un poquito de cerveza..[Corazón rojo]
2026-11-01 16:22:26
9
angela.montiel67
Angela Montiel :
[Risa][Ojos de corazón][Abrazo de corazón gigante]el siempre. Dando. El toque de niñes es un joven muy espontáneo. Me encanta jsja su personalidad. Y también es tímido. Y disperso. [Cara muy sonriente]
2026-11-01 17:19:16
8
user3151041901251
バアバ :
ジミンちゃんわさび好きなんだね!鼻つまんでましたね!かわゆいんですけど!
2026-11-02 09:14:38
1
marybarros505
🌙 Marybarros🌙 :
que homem lindo nossa senhora
2026-11-01 19:46:52
3
lorenaandreasandovalrosa
Lorena Andrea Sandov :
Graciassssssss por este video 🥰🥰🥰
2026-11-01 15:27:46
9
luciamaria1083
Luci :
Park Jimin!💜💜❤️❤️💜🇧🇷Lindooo Jimin!💜💜💜🇧🇷🇧🇷❤️❤️❤️
2026-11-01 20:11:11
5
neusagoncavesdasi
neusagoncavesdasi :
🥹 gente eu aqui com ciúmes dessa cerveja 😁💜
2026-11-01 17:27:44
4
neng.aan
Neng Aan :
2026-11-01 21:52:24
3
rapsodi20
user6381335906859 :
un petit visage plein d"amour [Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant]
2026-11-01 16:58:22
4
ioana.michnea7
Ioana Michnea :
jimi
2026-11-01 21:23:48
3
coterillo5
coterillo :
2026-11-01 17:20:15
4
sophie.terzuoli
Sophie Terzuoli :
2026-11-01 16:13:47
4
user8488533380241
Світлана Панченко :
2026-11-01 18:03:56
3
user85812267303444
Валерія :
мальчики много не пейте вредно💋💋💋💋❤️❤️❤️
2026-11-01 19:21:16
2
user9565829791858
user9565829791858 :
у. чимина такие. красивые. глаза. открытые. у. чимига. красивыи. голос. я. его. уже. четыре. годо. не. слышала
2026-11-01 21:51:07
4
user85812267303444
Валерія :
супер
2026-11-01 19:25:25
1
user85812267303444
Валерія :
мальчики что у вас за столье такое супер
2026-11-01 19:15:13
2
soledad_1078
soledad_1078 :
🥰👑🥰🐣🥰👑🥰🐥JiMiN❤️❤️💜💜💜💜💜💜💜👑👑👑👑👑👑👑
2026-11-02 02:34:15
1
ericaarteagamarti
ericaarteagamarti :
🥰🥰
2026-11-01 17:47:39
2
almamia3221
Almamia :
Que dulzura ,como toma ,🤔no me e quiboque como canta 🥰
2026-11-01 20:29:32
2
To see more videos from user @ekajm2613, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Enam tahun pernikahan kalian akhirnya membuahkan sesuatu yang selama ini hanya berani kamu impikan. Kamu hamil. Sunghoon menjadi orang pertama yang mengetahui kabar itu. Lelaki yang biasanya begitu tenang mendadak menangis saat melihat dua garis merah di alat tes kehamilanmu. Dia memelukmu erat, berkali-kali mencium keningmu, seolah masih sulit mempercayai bahwa kalian akhirnya akan menjadi orang tua.
POV: Enam tahun pernikahan kalian akhirnya membuahkan sesuatu yang selama ini hanya berani kamu impikan. Kamu hamil. Sunghoon menjadi orang pertama yang mengetahui kabar itu. Lelaki yang biasanya begitu tenang mendadak menangis saat melihat dua garis merah di alat tes kehamilanmu. Dia memelukmu erat, berkali-kali mencium keningmu, seolah masih sulit mempercayai bahwa kalian akhirnya akan menjadi orang tua. "Kita bakal punya anak, Sayang." Sebenarnya, enam tahun pernikahan kalian bukanlah perjalanan yang mudah. Sejak awal, keluarga Sunghoon menentang hubungan kalian. Mereka menganggapmu tidak pantas menjadi istrinya hanya karena kamu belum juga mengandung. Bahkan, mereka terang-terangan menyebutmu mandul. Kamu sudah terlalu sering menangis karena ucapan mereka. Berkali-kali kamu merasa bersalah kepada Sunghoon, merasa bahwa kamu telah merampas kesempatan lelaki itu untuk memiliki keturunan. Tapi Sunghoon tidak pernah berpikir demikian. "Aku menikahimu karena cinta, bukan karena ingin punya anak. Kalau kita memang nggak dikasih anak, nggak apa-apa. Aku masih punya kamu." Kalimat itu selalu menjadi tempatmu pulang setiap kali dunia terasa begitu kejam. Dan sekarang, ketika akhirnya kamu hamil, keluarga Sunghoon mendadak berubah. Mereka yang dahulu meremehkanmu kini memperlakukanmu dengan begitu baik. Kamu diperhatikan, dimanjakan, bahkan tak dibiarkan melakukan pekerjaan rumah sendirian. Ketika dokter mengatakan kemungkinan besar bayi kalian laki-laki, kebahagiaan mereka semakin besar. Sunghoon sendiri tidak pernah berhenti menjagamu. Dia menemanimu ke setiap pemeriksaan, mengusap perutmu sebelum tidur, dan berbicara kepada bayi kalian setiap malam. "Nak, jangan bikin Mama capek, ya. Papa sayang banget sama Mama. Kamu juga harus sayang sama Mama." "Kalau nanti anak kita lebih sayang aku daripada kamu, gimana?" "Nggak boleh. Kalian berdua harus sayang aku." Dia mengecup keningmu, lalu memelukmu erat. "Aku sayang kalian berdua." Kamu tidak pernah menyangka bahwa suatu hari nanti, kalimat itu akan menjadi sesuatu yang begitu menyakitkan untuk diingatnya. --- Hari persalinanmu tiba. Sunghoon menggenggam tanganmu sepanjang perjalanan menuju rumah sakit. Wajahnya terlihat begitu tegang, tetapi dia terus berusaha menenangkanmu. "Sebentar lagi, Sayang. Kita bakal ketemu anak kita." Kamu mengangguk meski rasa sakit semakin sulit ditahan. Namun, keadaan berubah ketika kondisimu mendadak memburuk. Dokter segera membawamu ke ruang tindakan, meninggalkan Sunghoon yang hanya bisa menunggu di luar dengan kedua tangan gemetar. Tak lama kemudian, dokter keluar dengan wajah serius. "Kondisi istri Anda dan bayinya sangat kritis. Kami harus segera mengambil tindakan. Ada kemungkinan hanya salah satu yang bisa diselamatkan." Sunghoon terdiam, sebelum akhirnya menggeleng kuat. "Selamatkan istri saya, Dok. Tolong, saya mohon." "Hoon, pikirkan baik-baik!" ibunya menyela. "Selamatkan bayinya! Belum tentu dia bisa hamil lagi setelah ini!" Sunghoon menoleh dengan mata memerah. "Dia istri saya! Enam tahun dia bertahan menghadapi kalian, dan sekarang kalian tega menyuruh saya membiarkan dia mati?" "Kami hanya ingin cucu!" "DAN SAYA INGIN ISTRI SAYA!" Suaranya pecah di lorong rumah sakit. "Saya nggak peduli soal anak kalau harus kehilangan dia!" Tak lama kemudian, seorang perawat memberitahukan bahwa kamu ingin menemuinya. Sunghoon segera masuk dan menggenggam tanganmu yang semakin lemah. "Sayang, aku di sini. Kamu harus bertahan, ya? Kita pulang sama-sama." Kamu menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Hoon, katanya masih ada kemungkinan kita berdua selamat. Dua puluh persen, katanya." Kamu berbohong. Kamu hanya ingin melihatnya tersenyum sekali lagi. Dan ketika Sunghoon akhirnya tersenyum sambil menangis, kamu merasa sudah cukup. "Aku sayang kamu, Hoon." "Aku juga sayang kamu. Jadi, tolong jangan tinggalin aku." Kamu mengusap pipinya untuk terakhir kali. "Maaf, ya." +KOMEN #pov #sunghoon #enhypen #foryoupage #enhypenpov

About