@bayufirdaus98: Niskala Purbajati (H.RM. Imam Mudrika Sanusi) Roh téh dutana Izati Na wakil Gusti di bumi Nerangkeun kahoyong Gusti Manggul hak robbul’alamin Méré béja ilham wening Nyandak wartos élmu sakti Élmu sakti nu hakiki Tauhid wening nu matri Langsung kintunan ti Gusti Lain lambang dipuji-puji Sanés mantra hayang sugih Tapi ahlakna nu sakti *** Ruh adalah utusan Izzati, Wakil Tuhan di muka bumi. Menyampaikan kehendak Tuhan, Mengemban amanah Sang Penguasa seluruh alam. Membawa kabar berupa ilham yang jernih, Menyampaikan pesan tentang ilmu yang luhur. Ilmu luhur yang sejati, Tauhid yang jernih dan tertanam kuat di dalam hati. Sebuah anugerah yang datang langsung dari Tuhan. Bukan sekadar simbol untuk dipuji-puji, Bukan pula mantra untuk mengejar kekayaan. Melainkan akhlaknya yang menjadi bukti keistimewaan sejati. *** ### Makna filosofis dan spiritual 1\. Ruh sebagai amanah Ilahi Ruh dipandang sebagai unsur kehidupan yang memiliki dimensi kemuliaan dan tanggung jawab spiritual. Sebutan utusan atau wakil Tuhan menggambarkan manusia sebagai pembawa amanah untuk menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan di bumi. 2\. Ilham dan kejernihan batin Ruh menjadi gambaran hubungan terdalam manusia dengan sumber kehidupan. Ilham yang jernih bukan sekadar pengetahuan intelektual, melainkan kesadaran batin yang membimbing manusia untuk mengenali kebenaran, kebaikan, dan kebijaksanaan. 3\. Hakikat tauhid Tauhid sejati bukan hanya pengakuan lisan bahwa Tuhan itu Esa, tetapi kesadaran yang menyatu dengan seluruh perilaku. Kesadaran tersebut membuat manusia tidak merasa menjadi pusat segalanya, tidak menyombongkan diri, dan tidak menjadikan dirinya sebagai ukuran kebenaran. 4\. Ilmu sejati dibuktikan melalui akhlak Ilmu spiritual bukan diukur dari banyaknya simbol keagamaan, mantra, pujian, atau kemampuan yang dianggap sakti. Ukurannya adalah perubahan kualitas diri: semakin jujur, rendah hati, welas asih, bijaksana, dan bermanfaat bagi sesama. ### Inti pesan Puisi ini mengingatkan bahwa kemuliaan manusia bukan terletak pada simbol, gelar, kesaktian, atau pengakuan orang lain, melainkan pada kesadaran ketuhanannya yang tercermin dalam akhlak. Ilmu yang benar mendekatkan manusia kepada Tuhan, sedangkan kedekatan kepada Tuhan semestinya menjadikan manusia semakin baik terhadap sesama. Sebab, kesaktian yang paling hakiki bukan kemampuan menguasai orang lain, melainkan kemampuan menaklukkan ego, membersihkan hati, dan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan.

Bayu Firdaus
Bayu Firdaus
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 01 November 2026 22:01:06 GMT
38
20
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @bayufirdaus98, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About