@arzz_suka_kyaa: postingan 95 | #foryou #zyxcba #foryoupage #fyp #galaubrutal

[𝐒𝐀𝐄] 𝐀𝐫𝐳𝐳™ :(
[𝐒𝐀𝐄] 𝐀𝐫𝐳𝐳™ :(
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 01 November 2026 23:21:43 GMT
89045
3335
26
314

Music

Download

Comments

ajip.rastia
Aji Aja :
itu semua tergantung orang tua nya bg
2026-11-02 23:34:45
1
ayunnnaaa6
ayunnnaaa :
EMANGGGG ENAKKKKK
2026-11-03 00:11:42
0
acak5213
acak_🥋 :
anak ke 4 bang
2026-11-02 18:16:06
0
rizkii_269
リスクパントリー :
maf bang enda semua yang abang bilang soal anak terakhir dan enda semua anak terakhir yang hidup sengsara bang malah lebih berat hidup yah anak pertama bang dia harus menggantikan tulang punggung dan dia harus tetap kuat di depan keluarga harus keliatan kuat dan mereka anak pertama hari menujukan senyum yang terpaksa di balik senyuman anak pertama itu hanya topeng dari berat yah hidup ya bang
2026-11-02 09:45:28
0
madlaicii
4nak bongsu.💥 :
hmm itulah tu
2026-11-02 16:24:49
0
elenoraviera_shigeru
IC: Lyn_Lynellll :
entah anak pertama, tengah, terakhir semua ada kesusahan nya. syukurin saja masih bisa hidup
2026-11-03 02:50:54
0
arga.0560
arga hx7.05 :
betul bag
2026-11-02 09:46:09
0
mantan_epep28
*[Danzz]* :
umur ortu ku udah di atas 50 an aku takut gak bisa banggain ortu ku aku takut kehilangan mereka 😭😭😭
2026-11-02 23:49:54
0
shirodolkness
Lei Khan (ເຣຮານ) :
gua anak pertama dari 3 bersaudara cewek semua, dan yg paling kecil paling gua manja banget daripada yang ke 2
2026-11-02 14:07:08
0
satyaaaaayaya
PT★_★CS :
anak yg ketiga udah meninggal
2026-11-02 10:04:15
0
alwinrizkii_
alwinrizkii_ :
yang tau Masalah anak terakhir tu ya diri sendiri lah lain mau berharap ke siyapa lagi
2026-11-02 12:05:57
0
ken_uyy7
Andika :
anak ke tiga enak tau kalo mandi jadi yang terahkir
2026-11-02 21:22:07
0
2328userr
🐱 :
Aku anak terakhir tapi aku dah gak ada ayah🥺
2026-11-02 12:19:07
0
aantri685
gakgituann. :
seporsi kekalahan kalah sama umur ibu🥺
2026-11-02 17:16:54
0
tole.bae_
tole Bae :
alah masa aku anak pertama ibuku beli ciken buat adik ku aku disuruh bikin mi kamu bilang anak telakir ngga enak justru anak pertama harus berjuang buat adek adek nya sama ibu
2026-11-02 14:12:24
0
hanaja328
TEMAN ANDA :
2026-11-02 10:24:17
0
blek.mamba500
si bckk :
anak terakir tapi anak terakir lebih dewasa dari pada abg kk
2026-11-02 13:55:39
0
jdcoscsoscsksdgkdvdjdvjh
BABY SPOMBOB :
gw anak trahir tapi selalu di turutin 😁😁😁
2026-11-01 23:32:09
0
dionizam.bahok
NIZAM :
2026-11-02 07:18:39
0
allx_9254
allx(-_+) :
gua anak trakhir sedih banget aku ngga pernah du turutin ulang tahun ngga pernah
2026-11-02 07:25:59
0
105boyz2
Alex :
@★SILZZ_🪽 @escobar🦅
2026-11-02 14:13:24
1
putri21779
putri :
♥️♥️♥️
2026-11-02 13:11:45
0
kawuloenggal13
イムラン :
@ALL.RNC.produc
2026-11-03 03:44:29
0
To see more videos from user @arzz_suka_kyaa, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan,  dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang sudah tidak bisa melayani suamiku lagi karena kepalaku terus-terusan pusing berat akibat hipertensi yang menggerogoti tubuhku, dan sebagai puncaknya yang paling menyayat hati, suamiku malah melayangkan gugatan cerai padaku di saat aku sedang berjuang menahan sakit dan tidak berdaya! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti,  menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang sudah tidak bisa melayani suamiku lagi karena kepalaku terus-terusan pusing berat akibat hipertensi yang menggerogoti tubuhku, dan sebagai puncaknya yang paling menyayat hati, suamiku malah melayangkan gugatan cerai padaku di saat aku sedang berjuang menahan sakit dan tidak berdaya! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tak berdaya, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang paling kuandalkan justru tega meninggalkanku dan melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa. #fyp #viral #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About