@verywell_047: pt.34 || Setibanya di kantor, begitu melangkahkan kaki melewati pintu loby kantor, y/n dan Jay langsung berpisah arah demi menjaga kerahasiaan. Jay naik lift eksekutif menuju lantai 12, sementara y/n melipir ke dalam lift staf menuju lantai 7. Rasa sungkan yang menyergap y/n di mobil tadi masih tersisa tipis-tipis. Namun, rasa canggung itu menguap total begitu jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, waktu di mana Divisi Perencanaan dijadwalkan menggelar evaluasi strategi promosi kuartal ketiga di ruang rapat utama. Di ujung meja rapat, Jay duduk dengan kemeja putih tergulung rapi hingga siku, memangku tangan dengan raut wajah dingin dan kalkulatif khas seorang CEO. Y/n berdiri di depan layar proyektor, memegang pointer presentasi. "Jadi, untuk alokasi budget kampanye digital bulan depan, tim perencanaan mengusulkan efisiensi sebesar lima belas persen di sektor iklan media sosial dan dialihkan ke event offline," paparnya percaya diri. Jay mengetukkan jemarinya pelan di meja , matanya menatap tajam slide presentasi y/n. "Dipotong lima belas persen?" potong Jay datar, suaranya menginterupsi seisi ruangan. "Data dari mana yang menjamin alokasi event offline punya ROI lebih tinggi dibanding digital ads di kuartal ini?" Y/n menghentikan penjelasannya. Rasa sungkan yang tadi pagi bikin dia kaku di mobil mendadak lenyap digantikan hawa-hawa ingin bertengkar begitu jiwa kompetitifnya tersulut. "Data hasil riset tren lapangan dua minggu terakhir, Pak Jay," jawab y/n lugas, memajukan slide berikutnya dengan klik cepat. "Konsumen sekarang mengalami kejenuhan iklan digital. Kalau kita tidak ambil momentum engagement langsung, angka konversi kita bakal stagnan." Jay menyipitkan mata, bersedekap. "Itu spekulatif. Risiko cost untuk event offline jauh lebih tinggi kalau cuaca buruk atau eksekusi vendor meleset. Saya tidak bisa menyetujui pemotongan digital ads tanpa simulasi risiko konkret." Seisi ruangan mulai menahan napas. Biasanya, staf lain akan langsung manggut-manggut pasrah kalau diuji oleh Pak Jay. Tapi bukan y/n namanya kalau kalah debat. Y/n menyunggingkan senyum tipis, senyuman menantang yang sangat dihafal oleh Jay. "Simulasi risikonya sudah lengkap dilampirkan di Halaman 14, Pak Jay yang terhormat," serang Y/n balik, menatap suaminya lurus tanpa gentar sedikit pun dengan intonasi setenang es batu. "Kecuali kalau Bapak memang sengaja malas baca dokumen dari divisi saya karena dari rumah sudah bawa beban hidup berlebihan." Walaupun secara teknis itu kalimat profesional tentang 'malas baca dokumen', tapi cara y/n menekankan kata 'beban hidup berlebihan' sambil melotot tajam membuat seisi ruangan mendadak hening mencekam. Karina yang duduk di samping Haikal langsung menyipitkan mata, menatap y/n penuh curiga. "Tuh kan," bisik Karina horor ke Haikal. "Mana ada bawahan ngomong ke CEO pakai nada ngegas begitu kalau gak punya hubungan khusus?!" Haikal mengangguk setuju dengan mata melotot. "Iya! Nyalinya emang seluas samudra!" Di ujung meja, Jay bergeming. Pria itu menatap y/n beberapa detik. Tatapan matanya yang tadinya dingin mendadak melunak tipis dengan pijar hiburan yang tersembunyi rapat di balik sorot mata datarnya. Jay memajukan badannya, menopang dagu. "Baik. Tunjukkan Halaman 14. Kalau datanya valid, argumen kamu saya terima. Tapi kalau meleset satu persen saja, kamu yang pertanggungjawabkan revisinya sendirian." "Dua puluh empat jam selesai, Pak," sahut y/n cepat, menyeringai puas penuh kemenangan. —°°— Sore harinya, y/n sudah kembali ke rumah utama setelah menyelesaikan jam kerja. Begitu pintu depan terbuka, siluet Jio langsung melesat menyambutnya. "MAMA!" seru Jio riang, memeluk kaki y/n erat-erat. Y/n langsung berjongkok, tersenyum lebar sambil memeluk balita itu. "Halo, Bestie! Wah, nungguin ya?! Nungguin ya?!" — lanjut 3 part. #jay #enhypen @jaytakuthantu 🤟🏻 @y a n 💕 @jongseong @키에샤 ♡ @xxxxxxxcccc @raaaa @𝒔𝒂𝒂𐙚 @🤍 @city_jjong @⟦✰⟧ 🅨🅔🅝🅐🅡🅐 🅛🅔🅔 ⟦✰⟧ @adeknya Seokjin 💜 @uwoonie

ㅈ
ㅈ
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 02 November 2026 03:05:43 GMT
2927
724
25
26

Music

Download

Comments

nanaspinkflavour
adeknya Seokjin 💜 :
tiap jio excited manggil mama tuh, rasanya kaya hangat bangett 😭😭😭 padahal udah baca di sl juga, tapi tiap baca ulang tetep hangat rasanya 🥹🥹🥹
2026-11-02 03:14:36
10
verywell_047
ㅈ :
01. Namun, di balik senyumannya yang ceria, tiba-tiba ada rasa asing yang melintas di dada y/n. Saat Jio mendongak menatapnya penuh binar dan memanggilnya "Mama" dengan begitu natural, seketika muncul keraguan kecil di benak y/n. . "Duh..." batin y/n mendadak ciut. "Boleh nggak sih sebenarnya aku selancar ini dipanggil Mama sama Jio? Rasanya kok kayak lancang banget ya." . Meski perasaan itu buru-buru ia tepis demi melihat tawa Jio, rasa "nggak enak" itu masih membekas pelan saat ia melangkah masuk ke kamar utama untuk membersihkan diri. . Y/n menutup pintu kamar. Suasana di dalam kamar tidur yang luas itu terasa begitu tenang. Perempuan itu berdiri di depan meja rias besar berbingkai lampu LED, lalu mengalihkan pandangannya ke arah lemari pakaian dinding yang menjulang tinggi, dan deretan laci di sudut ruangan. . Seketika, y/n terhenyak. "Tunggu dulu...ini... lemari sama meja rias pasti dulunya bekas mendiang istrinya Jay dong? Mana mungkin duda sekelas Jay beli perabotan baru cuma gara-gara nikah lagi sama aku." . Tepat saat y/n sedang sibuk berperang dengan pikirannya sendiri, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Jay melangkah masuk dengan kemeja kantor yang lengannya sudah digulung ke siku, berniat mengambil dokumen di ruang kerjanya. . Melihat y/n berdiri mematung di depan meja rias, Jay menghentikan langkahnya. "Kamu kenapa?" tanyanya datar, menatapnya. . Y/n tersentak, buru-buru menggeleng kepala kencang-kencang sambil nyengir canggung. "N-nggak apa-apa, Pak! Cuma... lagi takjub sama kapasitas lemari Bapak! Luas banget, muat buat nyimpen resep rahasia negara!" . Jay menyipitkan mata, menatap y/n yang jelas-jelas sedang salah tingkah. "Lemari itu bisa kamu pakai separuhnya. Tidak ada yang melarang." . Y/n tertegun sejenak, menatap punggung Jay yang sudah berbalik keluar kamar. Meski diucapin dengan nada lempeng dan datar, kalimat itu entah kenapa berhasil meredakan sedikit rasa "nggak enak" di dada y/n. . Malam harinya, setelah Jio berhasil ditidurkan di kamarnya dan suasana rumah melambat menjadi sunyi senyap, rasa "nggak enak" di dada y/n justru semakin menjadi-jadi.
2026-11-02 03:47:57
2
wiari133
wivanle$ :
Lanjut kak 😊
2026-11-02 04:19:42
1
srimulyawardani1
koyakoya :
akhirnya update juga 🤭
2026-11-02 04:24:32
1
cegillimited
jimine :
yang ke 3 blm ya kak
2026-11-02 05:01:18
1
city_jjong
🥀sintia_city mae girl🥀 :
kak bisa cepet ga ke part 36,udah ga sabar nih
2026-11-02 03:22:38
2
ma_khlukhidup
𝒎𝒂𝒌𝒉𝒍𝒖𝒌𝒉𝒊𝒅𝒖𝒑 :
demi apapun aku gasabar bangett part 36 kak!! celetaaan lanjuu😫🤍😭
2026-11-02 03:08:05
2
annsnisam
aannisaa.𐙚* :
hnagdianspaso seruu baangettt
2026-11-02 03:26:04
1
adas88
Lululali23💎 :
Kak ini bukanya udah di posting kmrn ya part 33 & 34 berarti skrng part 35😱💪🏻💪🏻
2026-11-02 07:30:24
1
kaiii0528
kaiiii🐈‍⬛🦅 :
Semangat ka
2026-11-02 06:18:48
0
nunaevergene03
⟦✰⟧ 🅨🅔🅝🅐🅡🅐 🅛🅔🅔 ⟦✰⟧ :
[Menghangatkan hati][Menghangatkan hati]
2026-11-02 06:18:14
0
enheng_2
EN-JAYKE☆ :
no olviden de preguardar el album en spotify 🖤🔥🔥🗳️VOTE FOR ENHYPEN 🖤 📱 ON MNET PLUS app 🏆 MAMA AWARDS — DAESANG FAN CHOICE 👑🔥
2026-11-02 19:52:29
0
To see more videos from user @verywell_047, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About