@jawaposradarmadiun: PACITAN - Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Pacitan. Namun, krisis air bersih justru semakin meluas. Jumlah desa yang membutuhkan bantuan air bertambah dari sebelumnya 73 menjadi 88 desa yang tersebar di 281 dusun. Artinya, terdapat tambahan 15 desa yang masih bergantung pada pasokan air bersih. Hujan yang turun beberapa hari terakhir belum cukup untuk memulihkan sumber air warga setelah kemarau panjang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan, permintaan bantuan air bersih terus berdatangan meski sebagian wilayah sudah mulai diguyur hujan. ’’Saat ini ada 88 desa yang mengajukan dan menerima bantuan air bersih,’’ ujarnya, Sabtu (31/10). Sebelumnya, dampak kekeringan tercatat menjangkau 73 desa di 12 kecamatan. Sebanyak 21.112 kepala keluarga (KK) atau sekitar 57.502 jiwa terdampak kesulitan air bersih. Kini, cakupan wilayah yang membutuhkan dropping air bertambah menjadi 88 desa di 281 dusun. Erwin menjelaskan, turunnya hujan tidak serta-merta membuat sumber air warga kembali normal. Sebab, curah hujan di sejumlah wilayah belum merata. Selain itu, intensitas dan frekuensi hujan belum cukup untuk mengisi kembali sumber air yang mengalami penyusutan selama musim kemarau. ’’Meski hujan mulai mengguyur sejumlah kecamatan, frekuensinya belum merata sehingga belum mampu mengisi kembali sumber air,’’ jelasnya. Kondisi tersebut membuat BPBD Pacitan belum menghentikan distribusi bantuan air bersih. Dropping masih dilakukan ke wilayah terdampak karena sebagian warga belum dapat mengandalkan sumber air setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemulihan sumber air diperkirakan tidak berlangsung cepat, terutama di kawasan yang mengalami kekeringan berkepanjangan. Erwin menambahkan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pacitan telah memasuki masa peralihan musim. Namun, menurut dia, pengaruh El Nino membuat hujan masih turun secara sporadis di sejumlah wilayah. Kondisi itu menyebabkan sebagian sumber air belum memperoleh pasokan yang cukup untuk kembali pulih. ’’Pemulihan sumber air membutuhkan waktu lebih lama, terlebih setelah sejumlah wilayah mengalami kekeringan berkepanjangan,’’ pungkasnya. Reporter: Nur Cahyono/JPRM Creator: tgrkmn Baca Informasi Terpercaya! Kunjungi Website Radar Madiun, KLIK LINK DI BIO! #jawapos #radarmadiun #bacaradarmadiun
Radar Madiun TV
Region: ID
Monday 02 November 2026 10:00:00 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @jawaposradarmadiun, please go to the Tikwm
homepage.