@eun0i4_:

naabilafaaa
naabilafaaa
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 02 November 2026 06:06:14 GMT
146162
31075
63
2218

Music

Download

Comments

putriinmraaa
punaa :
kataku jalani sampe capek ya kak. nanti klo dia balik disaat kita capek pasti kita udah bodoamat lagi sama keberadaannya kok
2026-11-02 11:47:43
299
anakbaik0204_
itsmewndrfl :
mantan gueee😌
2026-11-02 22:14:58
117
cainxabel
infinity ♾️♏ :
iya jahat banget
2026-11-02 09:12:36
50
ntieww12
enty29 :
aku lagi di pase itu KA,,tapi lama kelamaan jadi mati rasa aku ini😳
2026-11-02 15:23:47
42
meiiii0_0
👀 :
datang tak di undang pergi tak bilang 🥲
2026-11-03 12:53:38
4
milktea_strawberry1
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
KADANG KITA TERLALU SERING MEMAAFKAN, SAMPE ORANG LAIN LUPA KALAU KITA JUGA PUNYA BATAS KESABARAN
2026-11-03 06:13:30
17
fingkane
f :
Udah gua blok blokin semua manusiaaa ituu 😂😂😂
2026-11-02 17:08:03
12
widiiwidiiww
widiiwidiiww :
sampe muakk
2026-11-03 13:06:32
2
oktaviadnanda
onanda :
gpp kok, buat hiburan aja
2026-11-03 01:34:42
5
mieayam2yaa
☘️ :
gw be like:
2026-11-04 13:43:13
0
oktaviaaaaaaaaaaa2
rsiichhaa :
karna dia tau dia datang dan pergi selalu di trima,kesalahan selalu di maafkan selalu di beri kesempatan itu yang membuat dia besar kepala dan nganggep kalo kita bisa dikendalikannya terus2an
2026-11-03 14:39:11
1
fasihahaziqah
siha :
2026-11-02 10:43:24
0
hilmanur09
ima :
kenapa sii susah banget ngilangin rasa ga enakan itu syalann
2026-11-02 20:26:21
2
rhmhhhh05
🫀 :
jahat bangett karnadia tau kalo aku g bisa KL g sama dia jadinya dia bolak balik k aku KL Uda ada yang baru lagi aku di tinggal lagi hehe 😅
2026-11-02 16:42:07
3
pyevs
𝓎𝒶𝓎𝒶 :
saat sudah hafal polanya langsung kita cut off
2026-11-04 13:35:36
0
ncta.dv
10juni :
duhh kisah ku bangett lgi,tpi slow aja skrng aku udh gmau nerima dia lgi untuk gangguin ku
2026-11-02 17:19:14
1
hyoca6
H Y O C A :
setelah aku tau permainan nya aku ikutin alurnya dan aku kasih makan egonya,giliran aku main sama yang lain eh dia ngamuk gak jelas.
2026-11-04 19:07:57
0
xeestyzxe
Yaelah_re :
gue masih di posisi ini si ka, cuman beda nya karna uda tau pola nya jadi uda biasa aja juga dan ntah ya walau dia kaya gtu pun gue gak melebeli dia jahat si wk
2026-11-02 19:47:12
1
fwairywiw_
Dewi ilma :
bego bgt ya gua😌
2026-11-03 06:23:58
2
akunopiiii
ririi disini :
dia blok aku disaat dia baikan sm cwe barunya, tp dia kembar membukanya disaat mereka marahan
2026-11-03 07:07:38
0
pynutttt4_
p i n u t :
2026-11-04 10:00:11
0
abcivaa12
Srf.aiinaaa :
spill soflenn kak
2026-11-05 04:30:11
0
imelldaenhaa_1
imelldaenhaa_ :
gue sejahat itu yaa🙂
2026-11-03 12:05:50
0
aisaputrii0
sa💐 :
GABAKALL LAGII
2026-11-03 16:40:53
0
itsmydila25
lovepinky25🩷 :
udh 4x ninggalin ,kadang suka bolak-balik ,yaudahh skrng dia gak kembali,biarin aja
2026-11-02 12:47:02
0
To see more videos from user @eun0i4_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak mampu disembunyikan. **Murid:** Guru, mengapa manusia begitu takut kehilangan? Kehilangan harta, jabatan, pasangan, bahkan orang-orang yang dicintainya. Seolah-olah semua itu memang miliknya. **Guru:** Karena manusia sering lupa bahwa ia datang ke dunia dengan tangan kosong, tetapi menghabiskan hidupnya seakan-akan seluruh dunia harus menjadi miliknya. **Murid:** Tetapi bukankah kita berhak memiliki sesuatu yang telah kita perjuangkan? **Guru:** Memiliki untuk dijaga, bukan untuk disembah. Mencintai untuk disyukuri, bukan untuk mengikat. Menggenggam untuk sementara, bukan untuk merasa berkuasa selamanya. Sang guru kemudian menarik napas panjang. **Guru:** Lihatlah napasmu. Kau menghirupnya tanpa membayar, tetapi sesaat kemudian harus melepaskannya. Jika udara yang begitu dekat dengan hidupmu saja tidak bisa kau miliki selamanya, mengapa kau begitu sombong menganggap manusia, harta, dan dunia sebagai kepunyaanmu? Murid itu terdiam. **Guru:** Kau menangis ketika seseorang pergi, marah ketika sesuatu diambil, dan hancur ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu. Padahal, mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tak pernah ingin kau pelajari: bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. **Murid:** Jadi, apakah aku tidak boleh mencintai dunia? **Guru:** Cintailah, tetapi jangan diperbudak olehnya. Rawatlah, tetapi jangan merasa memilikinya selamanya. Berusahalah, tetapi jangan lupa kepada Dia yang menentukan hasilnya. Ingatlah, kehilangan bukan selalu hukuman. Terkadang, ia adalah cara kehidupan mengingatkanmu bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia. Murid itu menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia memahami bahwa selama ini bukan dunia yang terlalu banyak mengambil darinya, melainkan dirinya yang terlalu ingin memiliki segalanya. **Guru:** Pada akhirnya, semua akan kau tinggalkan. Harta, jabatan, rumah, bahkan tubuh yang selama ini kau banggakan. Maka jangan habiskan seluruh hidupmu untuk mengumpulkan sesuatu yang tak bisa kau bawa pulang. Sebab yang terpenting bukan berapa banyak yang berhasil kau miliki, melainkan bagaimana hatimu di hadapan Allah ketika semua titipan dikembalikan. *“Tidak ada yang benar-benar menjadi milikmu di dunia ini, bahkan udara yang kau hirup pun harus kau hembuskan kembali.”* — Emha Ainun Nadjib **Jika ingin menyelami lebih dalam rahasia kehidupan, kefanaan dunia, dan hikmah perjalanan menuju Allah, temukan kitab-kitab tasawuf pilihan melalui Showcase di profil ini.**
Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak mampu disembunyikan. **Murid:** Guru, mengapa manusia begitu takut kehilangan? Kehilangan harta, jabatan, pasangan, bahkan orang-orang yang dicintainya. Seolah-olah semua itu memang miliknya. **Guru:** Karena manusia sering lupa bahwa ia datang ke dunia dengan tangan kosong, tetapi menghabiskan hidupnya seakan-akan seluruh dunia harus menjadi miliknya. **Murid:** Tetapi bukankah kita berhak memiliki sesuatu yang telah kita perjuangkan? **Guru:** Memiliki untuk dijaga, bukan untuk disembah. Mencintai untuk disyukuri, bukan untuk mengikat. Menggenggam untuk sementara, bukan untuk merasa berkuasa selamanya. Sang guru kemudian menarik napas panjang. **Guru:** Lihatlah napasmu. Kau menghirupnya tanpa membayar, tetapi sesaat kemudian harus melepaskannya. Jika udara yang begitu dekat dengan hidupmu saja tidak bisa kau miliki selamanya, mengapa kau begitu sombong menganggap manusia, harta, dan dunia sebagai kepunyaanmu? Murid itu terdiam. **Guru:** Kau menangis ketika seseorang pergi, marah ketika sesuatu diambil, dan hancur ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu. Padahal, mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tak pernah ingin kau pelajari: bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. **Murid:** Jadi, apakah aku tidak boleh mencintai dunia? **Guru:** Cintailah, tetapi jangan diperbudak olehnya. Rawatlah, tetapi jangan merasa memilikinya selamanya. Berusahalah, tetapi jangan lupa kepada Dia yang menentukan hasilnya. Ingatlah, kehilangan bukan selalu hukuman. Terkadang, ia adalah cara kehidupan mengingatkanmu bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia. Murid itu menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia memahami bahwa selama ini bukan dunia yang terlalu banyak mengambil darinya, melainkan dirinya yang terlalu ingin memiliki segalanya. **Guru:** Pada akhirnya, semua akan kau tinggalkan. Harta, jabatan, rumah, bahkan tubuh yang selama ini kau banggakan. Maka jangan habiskan seluruh hidupmu untuk mengumpulkan sesuatu yang tak bisa kau bawa pulang. Sebab yang terpenting bukan berapa banyak yang berhasil kau miliki, melainkan bagaimana hatimu di hadapan Allah ketika semua titipan dikembalikan. *“Tidak ada yang benar-benar menjadi milikmu di dunia ini, bahkan udara yang kau hirup pun harus kau hembuskan kembali.”* — Emha Ainun Nadjib **Jika ingin menyelami lebih dalam rahasia kehidupan, kefanaan dunia, dan hikmah perjalanan menuju Allah, temukan kitab-kitab tasawuf pilihan melalui Showcase di profil ini.**

About