@artin.969: @نیما🧊 @نوحا @ماهان #فوریو #تیک_تاک_ایران #فوریو_پاشم_بیام_جرت_بدم #گمشو_برو_فوریو #وایرال_ویدیو

Artin
Artin
Open In TikTok:
Region: DE
Monday 02 November 2026 14:10:18 GMT
19537
4582
99
56

Music

Download

Comments

uthirnbveo
pnar🎀🍓 :
چرا حس می کنم این چند روز نوحا بیشتر تایپم شده💆‍♀️💞
2026-11-02 14:20:22
105
user175223063
Mirzaei :
جمع خوشتیپا و با ادبااا
2026-11-02 14:21:29
41
sayna_330
sayna🫩 :
جمع جمعه با ادباست
2026-11-02 14:13:57
212
samrastay2
بکن هیتر بانو غزل 🍓🛐 :
آرتین من آلمانی الان b2 هستم تو دو سال اومدم ایشالا ده ماه دیگه مدرک گرفتم
2026-11-02 17:46:41
0
bahar.t121
𝔅 :
نیما گناه داره همش پشتتونه و مثل شما پر انرژی نیست چرا انگار زیاد باهاتون جور نیسسس
2026-11-02 16:56:03
0
niki_omidi8112
nika :
اکیپ مورد علاقم:
2026-11-02 14:21:54
30
user510619053
Kiana :
آرتین و نوحه چه کوچولعن
2026-11-02 19:38:20
0
ronika.ghalenoi
Ronika Ghalenoi :
بهترین اکیپ دنیا 👍💢
2026-11-02 14:14:05
13
raha11300
𝑵𝒊𝒍𝒂✨️ :
زود رسیدم
2026-11-02 14:14:53
0
fatemeh.zarei30
Fatemeh Zarei :
اگه من قد نیمارو داشتمممم😂😂
2026-11-02 17:18:53
0
user3320193881679
Rosha :
بغل نوحا اون یارو که هودی پوشیده کیههههههههه
2026-11-02 17:54:23
4
batman_meme1
ME_77 :
هالووین واقعی ۱۸ و ۱۹ دی بود💔🖤
2026-11-02 14:22:02
10
pariya_741
:) :
بچه کجاییننن
2026-11-02 21:04:04
0
kelebekk_kz
Nazanin🇮🇱 :
به به جمع با ادبا
2026-11-02 21:05:10
2
kimia.gharedaghi
Kimia🇬🇧 :
ترکیب برنده فقط این اکیپ
2026-11-02 14:22:57
2
d.o.r.s.a._.0
... :
بهترین ترکیب وجود ندار_
2026-11-02 15:30:57
2
.nastaran28
.Nastaran :
چههه زودد
2026-11-02 14:44:57
0
reyhaneh67914
Reyhaneh :
چطورهههه؟؟
2026-11-02 15:13:06
2
miooo1392
ویو ویو🌚🌀 :
بححححح
2026-11-02 16:55:25
1
iliya.xx
Iliya :
2026-11-02 14:20:18
1
mr_1_3_9_1_am
maryam :
وای فقط نوحا
2026-11-02 20:42:05
0
lilithnoir76
★𝑳𝒊𝒍𝒊𝒕𝒉 :
نوحا چشههههههه آرتین این داداشتو جمع کن خیلی داره کراش میشه
2026-11-02 23:57:12
0
noryz50
𝑛𝑜𝑟 :
منی که با یه سر تکون خردن میوفتم زمین و شما هی با سرتون تکون بدید😔😂😂💞
2026-11-03 01:47:09
0
a9580397
A :
ارتینننن
2026-11-02 22:10:04
0
hm_x_6
𝐡𝐚𝐬𝐭𝐢 :
ارتیننننن گوگولییی🎀
2026-11-03 03:10:00
0
To see more videos from user @artin.969, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About