@havin_mirzeli: Herkese Salam🌸#kesfeteyizz

Havin 🐣
Havin 🐣
Open In TikTok:
Region: AZ
Monday 02 November 2026 15:30:27 GMT
3721
412
26
36

Music

Download

Comments

ceyhun_0616
Ceyhun_061🪡 :
Allahın saxlasn
2026-11-03 10:24:02
0
abdurrahmanyildi484
sabri :
amaney pişi pişi 🥰🥰🥰🥰🥰
2026-11-02 15:39:27
0
_yawandi_
bir_namə :
[Büyük kahkaha]
2026-11-02 19:25:05
0
mo_r714
العتيبي🇸🇦 :
ماشاءالله
2026-11-02 19:26:11
0
vaska_054_
Allahu Ekber :
canım 💖🧿
2026-11-02 15:39:48
0
bilincikustasi
Blinçik evi :
Allah qorusun bu şirin balanı 🙏🥰
2026-11-02 16:14:39
1
mhmmed855
Mohammed515 :
ياقلبي
2026-11-02 17:52:43
0
rdeanmotari
Rdeean Motairi :
ماشالله تبارك الله وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
2026-11-02 16:40:07
0
amal_nuray_onur_inci
Amal_inci❤️Nuray_Onur :
maşallah olsun
2026-11-02 15:49:39
0
_eroha_12_
R12 :
2026-11-02 19:14:23
0
13_laser_beauty
Gözəllik mərkəzi😍 :
2026-11-02 18:42:16
0
jasmin21516
Jasmin :
2026-11-02 19:05:04
0
abo.moohmd
abo.mohamd🇸🇦 :
2026-11-02 16:47:01
0
celalqazaxli
Celal Qazaxli :
bacı xaiş edirəm Havisi eseblesdirmeyin😂🥰
2026-11-02 17:03:20
0
user5827781671877
ظافر اليامي :
يالبيه يالبراه
2026-11-02 15:41:46
0
fatim3806
Fatimə :
2026-11-02 16:42:58
0
user8081742791761
user8081742791761 :
😜😜🥰🥰🥰🥰
2026-11-02 20:15:06
0
mohamedelhassn
محمد الحسن :
😘😘😘
2026-11-02 18:06:49
0
amiralqanwy
،،،،،،،، :
🥰🥰🥰😍😍😍😍😍😍😍
2026-11-02 16:56:28
0
ferid_mrzeyev
Ferid :
🥰🥰🥰🥰
2026-11-02 16:08:13
0
mohamedelhassn
محمد الحسن :
🥰🥰🥰
2026-11-02 18:06:52
0
behruz.abaso
Bəhruz_033 :
❤️❤️❤️
2026-11-02 15:48:51
0
user4576249806333
حيدر المسعودي :
[مؤثر][مؤثر][مؤثر][مؤثر][مؤثر]
2026-11-02 15:48:40
0
yz.ko4
Thar Ngal :
😘😘🤗
2026-11-03 00:55:25
0
morshed4950
Motaher Hossain Morshed :
🥰🥰🥰
2026-11-02 15:38:28
0
To see more videos from user @havin_mirzeli, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur melepaskan beban batin yang menghimpit jiwaku badanku hancur total karena banting tulang kerja lembur siang malam demi mencukupi kebutuhan istri, sampai akhirnya aku terserang hipertensi parah yang berujung pada gagal ginjal. Tapi kepahitan itu belum ada apa-apanya dibanding kenyataan keji saat aku butuh didampingi: giliran diajak nemenin aku kontrol rutin ke rumah sakit, istriku malah menolak mentah-mentah dan justru minta izin untuk menikah lagi hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja mencari uang lagi! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur melepaskan beban batin yang menghimpit jiwaku badanku hancur total karena banting tulang kerja lembur siang malam demi mencukupi kebutuhan istri, sampai akhirnya aku terserang hipertensi parah yang berujung pada gagal ginjal. Tapi kepahitan itu belum ada apa-apanya dibanding kenyataan keji saat aku butuh didampingi: giliran diajak nemenin aku kontrol rutin ke rumah sakit, istriku malah menolak mentah-mentah dan justru minta izin untuk menikah lagi hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja mencari uang lagi! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang merusak pembuluh darah secara drastis hingga memicu Gagal Ginjal Kronis! Fungsi ginjal sudah menurun drastis dan butuh cuci darah rutin seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga hancur lebur harus cuci darah, tabungan ludes tak bersisa, tidak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarga, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, istri yang kubanting tulangi siang malam justru tega mencampakkan dan meminta cerai untuk menikah lagi di saat aku paling lemah. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang gagal ginjal, tapi masa depan, keutuhan rumah tangga, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa oleh orang yang paling kita percaya. #viral #fyp #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About