@awt_channel_yt: Sejarah Desa Pelaga Badung, Berawal dari Kisah Tragis Pembunuhan Putra Raja Gegelang Sebelum Penobatan Desa Pelaga di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, ternyata memiliki kisah sejarah yang menarik untuk ditelusuri. Di balik wilayahnya yang kini dikenal dengan panorama alam perbukitan dan kehidupan agraris, tersimpan cerita masa lampau tentang sebuah kerajaan bernama Gegelang. Bahkan, berdasarkan kisah yang diwariskan secara turun-temurun, nama Pelaga disebut berasal dari rangkaian kata PARALAGA yang berkaitan dengan peristiwa pembunuhan putra mahkota Kerajaan Gegelang. Kisah tersebut tercantum dalam laman resmi Pemerintah Desa Pelaga dan disebut bersumber dari wawancara dengan para tetua atau penglingsir desa serta saduran lontar Medang Kemulan. Menurut sejarah yang dipublikasikan di website Pemerintah Desa Pelaga, sekitar abad IX pada masa pemerintahan Raja Jaya Pangus, berdirilah Kerajaan Gegelang. Raja tersebut memiliki seorang permaisuri dan seorang selir yang masing-masing melahirkan seorang putra laki-laki. Putra dari selir merupakan anak tertua, sedangkan putra dari permaisuri merupakan anak yang lebih muda. Ketika kedua putra raja beranjak dewasa, muncul persoalan mengenai siapa yang berhak menggantikan kedudukan sang raja. Sebagian besar masyarakat Kerajaan Gegelang disebut lebih cenderung memilih putra yang lahir dari permaisuri untuk menjadi penerus takhta. Kabar tersebut sampai ke telinga putra pertama yang kemudian merasa tersinggung dan menganggap dirinya lebih berhak menjadi raja karena merupakan anak tertua. Rasa iri dan dengki terhadap adiknya pun muncul hingga mendorongnya menyusun rencana pembunuhan. Untuk melancarkan niatnya, putra pertama mengajak Maha Patih Kerajaan Gegelang bersekongkol membunuh adiknya sebelum upacara penobatan putra mahkota dilaksanakan. Rencana tersebut kemudian dijalankan dengan cara mengajak putra mahkota berburu ke tengah hutan. Kedua putra raja berangkat bersama Maha Patih yang telah mengetahui rencana jahat tersebut. Setibanya di lokasi yang dianggap aman, putra pertama memerintahkan Maha Patih membunuh adiknya. Setelah dipastikan meninggal, jasad putra mahkota diseret dan diletakkan di samping sebuah pohon lapuk yang telah tumbang. Jasad tersebut kemudian ditutupi dedaunan dan semak belukar agar tidak diketahui orang lain. Putra pertama bersama Maha Patih lalu kembali ke kerajaan dengan menyimpan rapat peristiwa pembunuhan tersebut. Kisah pembunuhan itu kemudian menemukan titik terang berkat seorang pemburu yang mengalami kejadian tidak biasa. Diceritakan, suatu hari seorang pemburu yang sedang menunggang kuda kemalaman di tengah hutan. Karena kondisi sudah gelap dan kudanya tidak mau melanjutkan perjalanan, pemburu tersebut memutuskan bermalam di kawasan hutan. Menjelang subuh, ketika sedang tertidur, ia mendengar sabda dari dewa penguasa jagat raya yang mengungkap penyebab hilangnya putra kesayangan Raja Gegelang. Dalam sabda tersebut, pemburu mendengar rangkaian kata PA-RA-LA-GA yang memiliki arti khusus. PA berarti Putra Ida, RA berarti Rakan Ida, LA berarti Langlang Duta, sedangkan GA berarti Gegelang. Rangkaian kata tersebut mengandung petunjuk bahwa putra raja dari permaisuri telah dibunuh oleh kakaknya sendiri dengan melibatkan istri selir raja. Pelakunya adalah Maha Patih bernama Langlang Duta, sedangkan lokasi pembunuhan berada di Hutan Gegelang atau Alas Gegelang. Setelah mendengar sabda tersebut, pemburu segera berangkat menuju Kerajaan Gegelang untuk menyampaikan apa yang dialaminya kepada raja. Saat itu, kerajaan sedang menggelar paseban agung atau paruman agung yang dihadiri para patih, punggawa, dan sejumlah pihak kerajaan untuk membahas hilangnya putra mahkota. Kedatangan pemburu yang menyampaikan kata PA-RA-LA-GA kemudian membuat Raja Gegelang memerintahkan para patih, punggawa, dan rakyat untuk melakukan pencarian ke tengah hutan. Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sumber: Website Resmi Pemerintah Desa Pelaga, Kabupaten Badung, halaman Sejarah Desa.
awt channel
Region: ID
Monday 02 November 2026 15:57:11 GMT
Music
Download
Comments
N I N I K :
baru ty tau cerita asli desa ty ,,, cuman aneh nya setiap datang nya tilem pasti ada yang meninggal
rahayu🙏🏽
2026-11-03 01:40:08
1
Heyyou :
Kalau di Jawa ada juga Kerajaan Gelang-Gelang, tercatat di prasasti mula malurung tahun 1255 M, bawahan kerajaan Singasari
2026-11-03 05:22:30
0
astri :
infonyq jadii tau satu satu sejarah di bali
2026-11-02 22:10:27
1
AJC property 🇲🇨🇲🇨 :
kene Kisa desa saya ladne mara nawang🙏
2026-11-02 23:07:49
0
Komang_BaliTour :
sejarah desa gulingan kecamatan Mengwi Sik min😁
2026-11-03 01:08:44
0
jollene :
ohh baru tau kisah sejarah desaku.
2026-11-02 23:16:11
0
Gus Ibas :
Rahayu...🙏🙏🙏
2026-11-03 00:17:51
0
tinyagung1 :
Ini munkin yg membuat diplage jembatan panjang yg berujung ada yg mati bunu diri bestiku
2026-11-02 23:09:35
0
Bintang bintang :
Is3 k 2 emang bikin rusuh aj
2026-11-02 22:52:36
0
Ketut Raditini :
wahhhh apakah bisa disangkut pautkan byk terjadi bundir dijembatan itu, nada bertanya???
2026-11-03 02:02:50
0
To see more videos from user @awt_channel_yt, please go to the Tikwm
homepage.