Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@numberlk07: 11 ปีแห่งความรัก ความทรงจำ และช่วงเวลาที่น่าจดจำไม่เคยลืม HBD.ONCE (รักtwiceว่ะ)🩵💚🩷💜🧡💚🤍❤️💙#twice #anniversary11thtwice #once #jyp #forever
numberlk07
Open In TikTok:
Region: TH
Monday 02 November 2026 18:08:51 GMT
177
33
1
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.55MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.57MB
)
Watermark .mp4 (
0.55MB
)
Music .mp3
Comments
BNB2wice :
تلك الايام الجميله مع توايس
2026-11-02 18:17:38
0
To see more videos from user @numberlk07, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Vous allez tous lire l’heure avec moi ici 🤣🤣🤣 #createurdecontenu #camerountiktok🇨🇲 #contenuoriginal #IA
She Said She Was Hurting but the Officer Kept Going #police #bodycam #usa #justice #us
#Vulan2023 #CapCut
POV | Empat hari berlalu tanpa ada satu pun kabar darimu. Desakan dan tangisan Edgar serta Aurora yang terus menanyakan keberadaan Ibunya akhirnya meruntuhkan sisa ego Evan. Pria itu kembali mengendarai mobilnya mengelilingi kota, mencari keberadaanmu yang seolah hilang ditelan bumi. Dengan napas memburu dan rasa cemas yang tak lagi bisa ditahan, Evan kembali menekan tombol panggil ke nomor Alice. "Alice, tolong kali ini aku serius!" bentak Evan frustrasi begitu panggilan terhubung. "Beritahu aku kamu ada di mana atau Y/N ada di mana! Edgar sama Aurora nanyain Y/N terus dari kemarin!" Di seberang telepon, Alice menghela napas panjang dan kasar, terdengar sangat lelah. "Aku benar-benar nggak ngerti kenapa Y/N masih harus terlibat sama kamu padahal kalian berdua udah resmi cerai," cetus Alice dingin dan sarat akan kekecewaan. "Aku nggak peduli soal itu sekarang, Alice!" potong Evan cepat, menghiraukan sindiran itu demi mendesak jawaban. "Jawab aku! Dia masih sakit?! Tolong katakan apa pun tentang keadaan dia sekarang!" "Dia nggak sakit seperti yang kamu pikirkan, Evan..." jawab Alice pelan, namun penekanannya membuat Evan terdiam membisu. ⬛️⬛️ Evan keluar dari mobilnya dengan tergesa setelah memarkirkan kendaraannya asal-asalan di halaman rumah yang sangat ia kenali—rumah orang tuamu. Perkataan Alice di telepon tadi benar-benar menghancurkan sisa kesabarannya. Dengan napas memburu, Evan menekan bel dan mengetuk pintu kayu itu berkali-kali. "Ibu! Ayah! Buka pintunya!" teriaknya tak sabar. Begitu pintu terbuka, ibumu berdiri di sana dengan raut wajah terkejut. "Evan...?" cicit ibumu kaget. "Bu... Y/N mana?" tanya Evan dengan suara bergetar lemah, matanya yang memerah menyapu area belakang ibumu. "Y/N ada di dalam, kan?" Ibumu mendadak membeku, lidahnya kelu. "Y-Y/N... dia nggak ada di sini, Van. Dia lagi—" "Jangan bohongi aku, Bu!" potong Evan. Tanpa permisi, ia langsung menerobos masuk ke dalam rumah. "Evan! Berhenti!" bentak ayahmu dari ruang keluarga. Namun Evan tak peduli. Ia berdiri di tengah ruang tamu, menatap mantan mertuanya dengan mata berkaca-kaca penuh keputusasaan dan amarah yang membuncah. "Di mana Y/N, Yah?! Aku mau ketemu sama dia!" "Kenapa kalian semua merahasiakan keberadaan dia dari aku?! Kenapa kalian sembunyiin dia?!" Ayahmu melangkah maju dengan rahang mengeras. "Jaga batasanmu, Evan! Kamu itu sudah bukan siapa-siapanya Y/N lagi! Kamu nggak punya hak untuk datang ke sini dan berteriak-teriak!" "Aku punya hak kalau itu menyangkut ibu dari anak-anak aku!" balas Evan tak mau kalah, dadanya naik turun menahan emosi. "Empat hari dia hilang tanpa kabar! Edgar dan Aurora nangis nyariin ibunya setiap malam, dan kalian semua malah menutupi keberadaan dia dari aku?!" "Itu karena kamu yang bikin dia menderita selama ini!" sergah ayahmu tajam. "Kamu nggak pernah peduli sama dia saat masih jadi suaminya, dan sekarang setelah cerai kamu baru kelabakan?!" "Ada apa ini..." Sebuah suara lirih dari arah tangga mendadak memotong perdebatan panas itu. Kamu datang dari atas langkahmu terhenti total begitu sampai di ruang keluarga. Matamu membulat sempurna dan tubuhmu seketika menegang kaku melihat sosok pria yang sangat kamu hindari kini berdiri di ruang tamu rumah orang tuamu. "Evan...?" bisikmu hampir tak terdengar. Evan memutar tubuhnya cepat, bentakannya tertahan saat melihatmu. Tatapannya tak berhenti di wajah pucatmu, tapi turun ke perutmu yang mulai membuncah samar di balik pakaian santai. Panik, kamu langsung menarik cardigan longgarmu rapat-rapat untuk menutupinya. Hening mencekam. Evan terpaku, melihat jarimu yang gemetar mencengkeram cardigan. Napasnya tertahan, semua teka-teki — sakitmu, penolakanmu pada steak, wajah pucatmu, sindiran Alice — mendadak menyatu. "Y/N..." bisiknya parau, melangkah mendekat. "Itu... apa?" Kamu mundur, mata berkaca-kaca. "Nggak ada apa-apa. Kamu mending pergi." "Jangan bohong!" bentaknya, mendekat tatapannya terkunci di tanganmu. "Perut kamu... kamu hamil, Y/N?!” +💬 / sl yaa #evan #heeseung #leeheeseung #pov #fypシ
#cops #police #copsusa🚔🇺🇸 #policeofficer #trending
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy