@aliansi.sppi: hayo relawan kita marah sama sama yo #BGN #AliansiSPPIIndonesia #ProgramMBG

Aliansi sppi
Aliansi sppi
Open In TikTok:
Region: ID
Monday 02 November 2026 18:57:42 GMT
118328
1786
373
712

Music

Download

Comments

ndankdivasetyawan
dg-pelo :
GANTI SAJA DAR BANYAK KEBIJAKAN YANG TIDAK SESUAI FAKTA LAPANGAN.
2026-11-03 01:14:46
319
sekedarnya.saja0
Sekedarnya Saja :
kerjaan tetap gaji turun,, daryono ki karep e piye
2026-11-03 01:31:59
107
vie.luciferr
Ansyaba💫 :
semenjak sudaryono MBG jadi aneh, terlalu banyak rombakan
2026-11-03 02:19:53
206
laaaaatif
faaah :
yallah apa ga pada tipes itu tiap devisi 🤣🤣🤣
2026-11-03 07:39:53
158
nonaummie61
Nona Ummie :
demo Sudaryono plisss
2026-11-03 07:40:44
17
btta310
Moonlight :
kerja rodi anjir
2026-11-03 01:41:20
23
user134rtt
noname :
membunuh secara perlahan kalo gitu caranya
2026-11-03 12:08:19
15
susu.kotak17
Susu kotak :
tim persiapan 7 orang masih kewalahan dan keteteran dengan PM 1600 an😌😌
2026-11-03 02:47:36
79
alvzuu
tingkel ber :
ngebayangin doang udh aslam😭
2026-11-03 09:56:53
6
ikutiakureal
IKUTI AKU :
ayo bg, buat kan grub relawan 1 indonesia. Perjuangan tidak bisa dititipkan
2026-11-02 21:57:57
71
killua4222
monkey D luffy♌ :
bayangakn kalau di pemorsian 6-7 orang, belum buahnya semangak trs tempel label belum sup cup yang morsi berapa orang trs behhhhhhhhhh mati
2026-11-03 10:26:00
17
andrewsuryajaya6
andrewsuryajaya6 :
sudah saatnya kalian tim dapur berdemo😎
2026-11-03 09:46:25
10
aiueomrr
Ammar :
mohon info apakah ini sudah berlaku juknisnya ?
2026-11-03 01:28:12
15
wanarabinyiapi
m. sutta :
relawan 33 ? yg 42 aja pada bengek.
2026-11-03 08:24:17
7
dwi.yani536
Dwi Yani :
y sdh sudaryono kita turunkan saja,dia gk tau arti BGN berarti....koq mlh dri kmrin yg di urus mlh yg kerja bkn gizinya,..
2026-11-03 07:59:11
11
agxliin
𝖎𝖎𝖓 :
malah gak efisien kerjanya nanti yg ada keteteran di dapur malah bisa menyebabkan hal hal yg tidak diinginkan😭
2026-11-03 02:49:47
22
greenteakukiss
rosiee :
gue 1800 pertim 7-8 org aja masi suka keteteran anjayy, apalagi tim persiapan overtime terus pdhl 7 org
2026-11-03 02:01:33
18
ndankdivasetyawan
dg-pelo :
setengah mati klo relawan...1000 sj klo relawan cmn 15 itu dibagi diviai ..apa mampu ,per divisi 3 relawan kpan kelarnya...
2026-11-03 01:14:03
11
regasa709
®Regasa Holandde :
kalau kayak gini bgn mesti gaji relawan langsung dari BGN langsung payrool bank tidak pakai mitra lagi mengaji
2026-11-03 03:36:28
6
_mngbudi
𝕸𝖆𝖓𝖌𝖇𝖚𝖉𝖎🏴󠁧󠁢󠁥󠁮󠁧󠁿 :
PHK masal ini namanya,kebijakan mengurangi lapangan pekerjaan😂😂
2026-11-03 07:47:33
6
user1932675792745
.... :
. . Apalagi ini di Pemorsian, Ngejar Waktu,,,😏
2026-11-03 06:20:29
6
destrianaazzahra
Anh Nee :
kalau sudah tidak sanggup ngelola berhentikan saja. ganti dgn lapangan perkerjaan yang lain.
2026-11-03 04:35:59
5
profil97_
Profil@97_ :
meri kita berdoa bersama supaya di berikan kesadaran
2026-11-03 03:12:18
6
user4051094056605
user4051094056605 :
tanpa memikirkan pm susah nya minta ampun et deh ...bukan di awal di atur seperti nih .Skrang baru ampun dah semua yayasan jujur pengennya 3000 porsi cuman kendalanya gimana gak di pikirin
2026-11-03 01:51:37
5
atikkurnia21
atikkurnia21 :
suami ku dipersiapan yg dulu 9 orang kadang masih keteteran yg biasanya pulang jam 4 pagi jadi suka molor sampai jam 6 pagi pernah sampai setengah 8 pagi,,dan skrng dikurangin apa gak tambah keteteran
2026-11-03 14:48:27
0
To see more videos from user @aliansi.sppi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About