@angelxequemate:

angelxequemate
angelxequemate
Open In TikTok:
Region: BR
Monday 02 November 2026 20:27:11 GMT
197368
51399
537
3302

Music

Download

Comments

pulgui_ta5
MThi_§ :
engraçado que lutar por faculdade ninguém quer né
2026-11-03 01:41:04
14569
nelliethy
nelliethy :
Eu q fiz terapia de casal aos 16 anos e minha psicóloga me olhando tipo
2026-11-03 10:34:09
4314
xiao_bai_03
Bai Fengjiu :
Lutar por macho? Eu luto é por dinheiro
2026-11-03 01:02:38
1419
vampyh.mp3
✂ :
a luta sendo autossabotagem
2026-11-02 23:02:39
2231
larateotoniok
LaraTeotonio. :
Eu fiz até terapia de casal com 23 anos
2026-11-03 01:01:29
1168
iwornunk
iwornunk :
terminei meu relacionamento de 4 anos aos 23 e foi literalmente a melhor coisa que eu fiz por mim mesma esse ano. resolveu 80% dos problemas que eu tinha.
2026-11-03 00:40:35
254
al3klust_
☭ fumaça ☭ :
minha luta é contra minha depressão eu vou lá lutar por homem kkkkkk
2026-11-03 09:54:50
303
morningstarxsz
morningstar ✩ :
minha opinião impopular é ser contra esse discurso de “lutar pela relação” independente do contexto, mesmo que seja um casamento, pq esse discurso só alcança e se aplica a mulheres sobrecarregadas, portanto nunca lutem por uma relação, nunca lutem por um homem independente de qualquer coisa
2026-11-03 14:12:41
182
isah.mon
kittykat :
foi exatamente por isso que eu terminei o meu primeiro relacionamento, como que o negócio começa a ficar ruim em 3 meses???? eu terminei, oxi e o cara ainda ficou me perseguindo e pedindo para dar mais uma chance, slk, pq eu vou lutar por causa de um relacionamento de 3 meses?? eu tinha 18 e ele 26 🫪
2026-11-03 12:40:39
304
josylu0710
Josy :
que tapa na cara
2026-11-02 22:27:07
147
larisbrnc
Larissa :
Nem no caso do relacionamento de 15 anos com filho e papagaio!! O relacionamento não tem que ser uma guerra, o que mais tem é mulher aguentando tudo de mais horrível pra sustentar um ideal familiar que não a beneficia em NADA
2026-11-03 19:34:01
18
mariannacoelhooo
Marianna Coelho :
Pra mim não tik tok, pra minha amiga
2026-11-03 02:09:23
40
kittyzy404
kitty :
Lutar pra não repetir em 15 matérias do semestre da faculdade ninguém tenta
2026-11-03 12:48:05
12
fernandatarres
ؘ :
esse discurso de lutar por um relacionamento ou casamento parece recair mto mais sobre as mulheres. nunca vi homens fazendo o mesmo esforço pra reconquistar a confiança da parceira ou salvar uma relação. as vezes o namoro/casamento mal termina e o cara já está com outra pessoa. parece q as pessoas têm mto mais medo de ficar sozinhas do q de permanecer mal acompanhadas. busquem amor-próprio, façam uma faculdade, prestem um concurso, tentem passar no enem! aprendam a gostar da própria companhia em vez de aceitar qualquer relação só pra n dizer q estão sozinhas
2026-11-03 07:04:22
25
.tsuki_taiyou
mariih🐞 :
obrigada pelo sacode
2026-11-03 11:43:19
5
karolineeb1
Karolinee :
cheguei aos 20 sem nunca nem ter um ficante pq tinha preguiça de relacionamento, mas do nada entrei em um e a gente praticamente morava junto, e quando acabou tive o sentimento de que minha vida ia acabar junto, foi decepcionante me ver nesse lugar mas é difícil viu
2026-11-03 09:46:29
14
lulull.zinha
lulull.zinha :
e o pior, meu problema não é nem meu namorado prq eu já moro com ele a 1 ano e nós funcionamos super bem juntos. Quem eu não SUPORTO é a família dele, amaram? (ps: ele sabe como a família dele é, e não passa pano pra eles)
2026-11-03 16:55:21
5
jadsonsza
Jadson Souza :
Se virasse moda lutar por um diploma
2026-11-03 05:15:59
12
tantosnomes
San :
Quando eu tinha 17 anos eu tinha energia, agora com 20 eu não luto nem pra mandar bom dia direito
2026-11-03 00:44:02
20
illinays
Nay :
já eu acredito que pro relacionamento ficar bom de verdade é inevitável passar pelos momentos ruins e de desavença. se você terminar sempre que ficar difícil, ou vai arrumar alguem que só te obedece (ou que você obedece) ou vai ficar sozinho pra sempre
2026-11-03 15:56:26
49
giiper3ira
ℊ𝒾ℴ𝓋𝒶𝓃𝓃𝒶 :
eu terminei um relacionamento de 6 meses pq tava cansada msm com ele "vamos consertar tudo" eu vi q se cmg tendo 21 anos ja tava ruim imagina com 50
2026-11-03 13:36:22
21
honeysches
BrancheS ⭐️ :
Eu concordo em muitos casos, mas dessa forma parece que relacionamento quando é bom, não tem complicação. Qualquer mera questão já é considerado lutar pelo namoro, sendo que são dois seres humanos diferentes um do outro e que vai acabar enfrentando situações que exigirá esforço dos dois. (E obviamente não estou falando de casos como traição, etc)
2026-11-03 03:25:50
52
beasalazar229
Beazinhaq :
nao ironicamente uma moça fez um video falando quase a mesma coisa e me fez repensar todo meu relacionamento (terminei em menos de uma semana)
2026-11-03 00:21:04
18
cangicaj
cangicaj :
quando terminei um relacionamento de 3 anos, minha ex sogra veio me dar lição de moral pq não se deve abrir mão de quem ama e deve lutar pelo bem do relacionamento. eu nunca estive tão feliz depois de ter saído fora daquilo. ela que lute pelo dela, não sendo comigo, arroche
2026-11-03 02:24:56
7
pfkax
ella³⁶⁹ 💋 :
to lutando contra eu mesmo
2026-11-03 15:57:02
6
To see more videos from user @angelxequemate, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Masyarakat sering kali mengaitkan gulai dan sate terutama sate kambing atau daging berlemak sebagai makanan utama pemicu tekanan darah tinggi (hipertensi). Mari kita bedah secara medis apa saja kandungan di dalam gulai dan sate yang memengaruhi tekanan darah, serta bagaimana fakta di baliknya: 1. Kandungan Lemak Jenuh yang Tinggi • Dari Gulai: Kuah gulai umumnya menggunakan santan kelapa. Santan kaya akan lemak jenuh (terutama asam laurat). Jika dipanaskan berulang kali atau dimasak terlalu lama, lemak jenuh dalam santan bisa mengalami oksidasi dan berkontribusi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). •  Dari Sate: Daging merah, khususnya daging kambing atau bagian daging sapi yang berlemak (gajih), mengandung tinggi lemak jenuh. • Mekanisme: Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis), membuat pembuluh darah kaku, sehingga jantung harus bekerja lebih berat untuk memompa darah dan tekanan darah pun naik. 2. Mitos vs Fakta Daging Kambing dan Darah Tinggi Banyak orang percaya bahwa makan sate kambing bisa langsung membuat darah tinggi naik seketika sesaat setelah dikonsumsi. Secara medis, daging kambing itu sendiri tidak secara langsung menaikkan tekanan darah seketika. Lonjakan tekanan darah yang sering dirasakan seseorang usai menyantap hidangan gulai atau sate biasanya dipicu oleh: • Cara Pengolahan dan Bumbu: Penggunaan garam yang tinggi pada bumbu sate atau kuah gulai menyumbang natrium dalam jumlah besar, yang langsung memicu retensi cairan dan kenaikan tekanan darah. • Efek Termogenik (Efek Panas): Daging merah memiliki efek termogenik makanan yang lebih tinggi, artinya tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya sehingga suhu tubuh terasa meningkat (gerah atau blushing), yang kerap disalahartikan sebagai gejala darah tinggi. • Porsi Berlebih: Sering kali hidangan gulai dan sate dikonsumsi dalam porsi besar sekaligus saat acara tertentu. 3. Faktor Pendukung Lain (Kecap, Garam, dan Kolesterol) • Kecap Manis: Pendamping sate seperti kecap manis dan irisan bawang merah/cabai juga menyumbang kadar gula dan garam tersembunyi. • Kombinasi Risiko: Ketika seseorang memiliki kolesterol tinggi akibat lemak jenuh gulai/sate yang dikombinasikan dengan hipertensi akibat kelebihan natrium, risiko terjadinya gangguan kardiovaskular (seperti penyakit jantung dan stroke) akan meningkat secara signifikan. Tips Menikmati Gulai dan Sate dengan Lebih Aman Jika Anda ingin menikmati gulai atau sate sesekali tanpa harus khawatir berlebihan terhadap lonjakan tekanan darah, terapkan beberapa tips ini: 1. Pilih Bagian Daging Lean (Rendah Lemak): Mintalah bagian daging sate yang tidak banyak mengandung lemak putih (gajih). 2. Batasi Kuah Santan: Nikmati gulai secukupnya saja, hindari menghabiskan kuah bersantan kental terlalu banyak untuk membatasi asupan lemak jenuh. 3. Kontrol Penggunaan Garam dan Kecap: Kurinkan tambahan garam pada bumbu kacang atau kecap pendamping sate. 4. Perbanyak Konsumsi Serat: Imbangi makanan berlemak tersebut dengan asupan sayuran segar (seperti mentimun, tomat, atau lalapan) yang kaya akan kalium dan antioksidan untuk membantu menetralisir efek natrium. 5. Cek Tekanan Darah Secara Berkala: Tetap pantau tekanan darah Anda secara rutin, terutama jika memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga. #viral #fyp #fyi #darahtinggi #tekanandarahtinggi
Masyarakat sering kali mengaitkan gulai dan sate terutama sate kambing atau daging berlemak sebagai makanan utama pemicu tekanan darah tinggi (hipertensi). Mari kita bedah secara medis apa saja kandungan di dalam gulai dan sate yang memengaruhi tekanan darah, serta bagaimana fakta di baliknya: 1. Kandungan Lemak Jenuh yang Tinggi • Dari Gulai: Kuah gulai umumnya menggunakan santan kelapa. Santan kaya akan lemak jenuh (terutama asam laurat). Jika dipanaskan berulang kali atau dimasak terlalu lama, lemak jenuh dalam santan bisa mengalami oksidasi dan berkontribusi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). • Dari Sate: Daging merah, khususnya daging kambing atau bagian daging sapi yang berlemak (gajih), mengandung tinggi lemak jenuh. • Mekanisme: Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis), membuat pembuluh darah kaku, sehingga jantung harus bekerja lebih berat untuk memompa darah dan tekanan darah pun naik. 2. Mitos vs Fakta Daging Kambing dan Darah Tinggi Banyak orang percaya bahwa makan sate kambing bisa langsung membuat darah tinggi naik seketika sesaat setelah dikonsumsi. Secara medis, daging kambing itu sendiri tidak secara langsung menaikkan tekanan darah seketika. Lonjakan tekanan darah yang sering dirasakan seseorang usai menyantap hidangan gulai atau sate biasanya dipicu oleh: • Cara Pengolahan dan Bumbu: Penggunaan garam yang tinggi pada bumbu sate atau kuah gulai menyumbang natrium dalam jumlah besar, yang langsung memicu retensi cairan dan kenaikan tekanan darah. • Efek Termogenik (Efek Panas): Daging merah memiliki efek termogenik makanan yang lebih tinggi, artinya tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya sehingga suhu tubuh terasa meningkat (gerah atau blushing), yang kerap disalahartikan sebagai gejala darah tinggi. • Porsi Berlebih: Sering kali hidangan gulai dan sate dikonsumsi dalam porsi besar sekaligus saat acara tertentu. 3. Faktor Pendukung Lain (Kecap, Garam, dan Kolesterol) • Kecap Manis: Pendamping sate seperti kecap manis dan irisan bawang merah/cabai juga menyumbang kadar gula dan garam tersembunyi. • Kombinasi Risiko: Ketika seseorang memiliki kolesterol tinggi akibat lemak jenuh gulai/sate yang dikombinasikan dengan hipertensi akibat kelebihan natrium, risiko terjadinya gangguan kardiovaskular (seperti penyakit jantung dan stroke) akan meningkat secara signifikan. Tips Menikmati Gulai dan Sate dengan Lebih Aman Jika Anda ingin menikmati gulai atau sate sesekali tanpa harus khawatir berlebihan terhadap lonjakan tekanan darah, terapkan beberapa tips ini: 1. Pilih Bagian Daging Lean (Rendah Lemak): Mintalah bagian daging sate yang tidak banyak mengandung lemak putih (gajih). 2. Batasi Kuah Santan: Nikmati gulai secukupnya saja, hindari menghabiskan kuah bersantan kental terlalu banyak untuk membatasi asupan lemak jenuh. 3. Kontrol Penggunaan Garam dan Kecap: Kurinkan tambahan garam pada bumbu kacang atau kecap pendamping sate. 4. Perbanyak Konsumsi Serat: Imbangi makanan berlemak tersebut dengan asupan sayuran segar (seperti mentimun, tomat, atau lalapan) yang kaya akan kalium dan antioksidan untuk membantu menetralisir efek natrium. 5. Cek Tekanan Darah Secara Berkala: Tetap pantau tekanan darah Anda secara rutin, terutama jika memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga. #viral #fyp #fyi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About