@j.g.lara: #CapCut #controlroom #operator #refinery #texas

Juan Garcia
Juan Garcia
Open In TikTok:
Region: US
Monday 02 November 2026 23:00:00 GMT
17692
712
7
811

Music

Download

Comments

olgreg06
OlGreg :
You can’t interpret my pre lunch or after lunch snacks
2026-11-03 02:12:29
1
cement.plant.guy
Cement Plant Guy | Blue Collar :
you guys get a kitchen?!?!😂
2026-11-03 03:57:12
0
josephamparan2
josephamparan2 :
[Big LOL][Big LOL][Big LOL]
2026-11-03 00:46:57
2
To see more videos from user @j.g.lara, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Cucu: “Kek… kalau sudah menikah, nyapu, ngepel, cuci piring, dan beres-beres rumah itu tugas istri atau suami?” Kakek: “Kenapa kamu bertanya begitu, Nak?” Cucu: “Soalnya banyak yang bilang, ‘Itu kan tugas istri.’ Tapi ada juga yang bilang, ‘Suami juga harus membantu.’ Aku jadi bingung.” Kakek: “Begini, Nak… rumah tangga bukan tempat untuk menghitung, siapa paling banyak bekerja.” Cucu: “Lalu bagaimana, Kek?” Kakek: “Suami memang punya tanggung jawab besar terhadap keluarganya. Ia wajib berusaha memberi nafkah dan menjaga keluarganya.” “Sedangkan pekerjaan rumah tangga memang banyak dilakukan oleh istri dalam kehidupan sehari-hari. Tapi jangan sampai seorang suami merasa terlalu tinggi hanya karena statusnya sebagai kepala keluarga.” Cucu: “Kenapa begitu?” Kakek: “Karena Nabi ﷺ sendiri membantu pekerjaan keluarganya di rumah.” Cucu: “Jadi suami boleh nyapu dan ngepel?” Kakek: “Bukan cuma boleh, Nak… membantu keluarga adalah akhlak yang indah.” Cucu: “Berarti kalau suami mengepel lantai, dia nggak kehilangan wibawanya?” Kakek tersenyum: “Justru wibawa seorang lelaki terlihat ketika dia mampu membantu tanpa merasa dirinya lebih tinggi dari istrinya.” Cucu: “Kalau istrinya capek, suami bantu. Kalau suaminya capek, istrinya membantu juga?” Kakek: “Nah… sekarang kamu mulai mengerti.” “Pernikahan bukan tentang, ‘Ini tugasmu dan itu tugasku.’” “Tapi tentang dua orang yang berkata, ‘Apa yang bisa aku lakukan agar orang yang kucintai tidak terlalu lelah?’” Cucu terdiam. Kakek melanjutkan: “Jangan sampai rumah bersih, tetapi hati penghuninya kotor oleh saling menyalahkan.” “Dan jangan sampai lantai yang kotor membuat suami dan istri saling merendahkan.” Cucu: “Berarti yang paling penting bukan siapa yang menyapu, Kek?” Kakek: “Benar.” “Yang paling penting adalah… ketika satu orang sedang lelah, yang lain tidak menambah bebannya.” Cucu: “Kalau begitu, nanti kalau aku menikah… aku mau bantu istriku.” Kakek tersenyum: “Bagus, Nak.” “Karena rumah tangga yang indah bukan rumah yang tak pernah kotor…” Kakek menatap cucunya. “Melainkan rumah yang ketika salah satu penghuninya lelah, ada tangan lain yang diam-diam membantu.” Penutup: Kadang cinta tidak datang dalam bentuk bunga dan kata-kata indah. Kadang cinta hanya berupa sapu yang diambil diam-diam, lantai yang dipel tanpa diminta, dan sebuah kalimat sederhana: “Sudah… kamu istirahat saja. Biar aku yang kerjakan.”
Cucu: “Kek… kalau sudah menikah, nyapu, ngepel, cuci piring, dan beres-beres rumah itu tugas istri atau suami?” Kakek: “Kenapa kamu bertanya begitu, Nak?” Cucu: “Soalnya banyak yang bilang, ‘Itu kan tugas istri.’ Tapi ada juga yang bilang, ‘Suami juga harus membantu.’ Aku jadi bingung.” Kakek: “Begini, Nak… rumah tangga bukan tempat untuk menghitung, siapa paling banyak bekerja.” Cucu: “Lalu bagaimana, Kek?” Kakek: “Suami memang punya tanggung jawab besar terhadap keluarganya. Ia wajib berusaha memberi nafkah dan menjaga keluarganya.” “Sedangkan pekerjaan rumah tangga memang banyak dilakukan oleh istri dalam kehidupan sehari-hari. Tapi jangan sampai seorang suami merasa terlalu tinggi hanya karena statusnya sebagai kepala keluarga.” Cucu: “Kenapa begitu?” Kakek: “Karena Nabi ﷺ sendiri membantu pekerjaan keluarganya di rumah.” Cucu: “Jadi suami boleh nyapu dan ngepel?” Kakek: “Bukan cuma boleh, Nak… membantu keluarga adalah akhlak yang indah.” Cucu: “Berarti kalau suami mengepel lantai, dia nggak kehilangan wibawanya?” Kakek tersenyum: “Justru wibawa seorang lelaki terlihat ketika dia mampu membantu tanpa merasa dirinya lebih tinggi dari istrinya.” Cucu: “Kalau istrinya capek, suami bantu. Kalau suaminya capek, istrinya membantu juga?” Kakek: “Nah… sekarang kamu mulai mengerti.” “Pernikahan bukan tentang, ‘Ini tugasmu dan itu tugasku.’” “Tapi tentang dua orang yang berkata, ‘Apa yang bisa aku lakukan agar orang yang kucintai tidak terlalu lelah?’” Cucu terdiam. Kakek melanjutkan: “Jangan sampai rumah bersih, tetapi hati penghuninya kotor oleh saling menyalahkan.” “Dan jangan sampai lantai yang kotor membuat suami dan istri saling merendahkan.” Cucu: “Berarti yang paling penting bukan siapa yang menyapu, Kek?” Kakek: “Benar.” “Yang paling penting adalah… ketika satu orang sedang lelah, yang lain tidak menambah bebannya.” Cucu: “Kalau begitu, nanti kalau aku menikah… aku mau bantu istriku.” Kakek tersenyum: “Bagus, Nak.” “Karena rumah tangga yang indah bukan rumah yang tak pernah kotor…” Kakek menatap cucunya. “Melainkan rumah yang ketika salah satu penghuninya lelah, ada tangan lain yang diam-diam membantu.” Penutup: Kadang cinta tidak datang dalam bentuk bunga dan kata-kata indah. Kadang cinta hanya berupa sapu yang diambil diam-diam, lantai yang dipel tanpa diminta, dan sebuah kalimat sederhana: “Sudah… kamu istirahat saja. Biar aku yang kerjakan.”

About