@dom292525: richy

dominic moon
dominic moon
Open In TikTok:
Region: US
Monday 02 November 2026 22:12:39 GMT
123
7
1
1

Music

Download

Comments

yozmagavinbig1221
Yozma-Gavinbig1221 :
Dayyum how did you get that type of money gang
2026-11-03 01:06:17
0
To see more videos from user @dom292525, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bareskrim Polri mengungkap modus perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara bayaran di Rusia. Perekrutan dilakukan dengan menawarkan pekerjaan bergaji besar, sementara para perekrut mendapatkan keuntungan dari setiap calon korban yang berhasil diberangkatkan, termasuk melalui transaksi aset kripto. Kasubdit 3 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, dalam perkara yang ditangani Subdit 3, tersangka berinisial MI bertugas memberikan informasi lowongan pekerjaan, merekrut calon korban, hingga mengarahkan dan memproses keberangkatan mereka ke Rusia. “Di mana tersangka MI berperan sebagai pelaku penanggung jawab memberikan informasi lowongan kerja, rekrut hingga mengarahkan dan memproses keberangkatan daripada korban yang memperoleh keuntungan sebesar 1.000 rubel yang diterima melalui dompet aset kripto,” kata Yolanda dalam konferensi pers di Mabes Polri, Senin (2/11). Yolanda menyebut, penyidik telah mendata lima orang korban dalam perkara tersebut. Namun, jumlahnya masih berpotensi bertambah karena terdapat laporan dari korban lain yang direkrut oleh orang yang sama. “Dan di sini korban lima orang yang sudah terdata namun korban ini masih bertambah karena kami mendapatkan laporan korban-korban lainnya dengan perekrut orang yang sama,” ujarnya. Dalam menjalankan aksinya, tersangka menjanjikan bonus bergabung kepada calon korban sebesar 2.600 rubel. Yolanda menyebut nilai tersebut setara sekitar Rp 620 juta. Selain itu, korban juga dijanjikan gaji bulanan dan biaya keberangkatan ke Rusia secara gratis. “Modus operandi, yang pertama adalah tersangka memberangkatkan dengan memberikan iming-iming bonus gabung sebesar 2.600 rubel atau dirupiahkan sekitar 620 juta dengan gaji 230 rubel per bulan dan biaya gratis sampai dengan Rusia,” tutur Yolanda. Yolanda menjelaskan, para calon korban cukup menyerahkan foto paspor dan KTP. Mereka tidak mendapatkan pelatihan sebelum berangkat dari Indonesia. Pelatihan baru dilakukan setelah tiba di Rusia. 📸: Dok. kumparan/Pradya, Istimewa, AFP, Shutterstock, Reuters. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | perspectives | R158 | R384 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Bareskrim Polri mengungkap modus perekrutan warga negara Indonesia (WNI) untuk menjadi tentara bayaran di Rusia. Perekrutan dilakukan dengan menawarkan pekerjaan bergaji besar, sementara para perekrut mendapatkan keuntungan dari setiap calon korban yang berhasil diberangkatkan, termasuk melalui transaksi aset kripto. Kasubdit 3 Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, dalam perkara yang ditangani Subdit 3, tersangka berinisial MI bertugas memberikan informasi lowongan pekerjaan, merekrut calon korban, hingga mengarahkan dan memproses keberangkatan mereka ke Rusia. “Di mana tersangka MI berperan sebagai pelaku penanggung jawab memberikan informasi lowongan kerja, rekrut hingga mengarahkan dan memproses keberangkatan daripada korban yang memperoleh keuntungan sebesar 1.000 rubel yang diterima melalui dompet aset kripto,” kata Yolanda dalam konferensi pers di Mabes Polri, Senin (2/11). Yolanda menyebut, penyidik telah mendata lima orang korban dalam perkara tersebut. Namun, jumlahnya masih berpotensi bertambah karena terdapat laporan dari korban lain yang direkrut oleh orang yang sama. “Dan di sini korban lima orang yang sudah terdata namun korban ini masih bertambah karena kami mendapatkan laporan korban-korban lainnya dengan perekrut orang yang sama,” ujarnya. Dalam menjalankan aksinya, tersangka menjanjikan bonus bergabung kepada calon korban sebesar 2.600 rubel. Yolanda menyebut nilai tersebut setara sekitar Rp 620 juta. Selain itu, korban juga dijanjikan gaji bulanan dan biaya keberangkatan ke Rusia secara gratis. “Modus operandi, yang pertama adalah tersangka memberangkatkan dengan memberikan iming-iming bonus gabung sebesar 2.600 rubel atau dirupiahkan sekitar 620 juta dengan gaji 230 rubel per bulan dan biaya gratis sampai dengan Rusia,” tutur Yolanda. Yolanda menjelaskan, para calon korban cukup menyerahkan foto paspor dan KTP. Mereka tidak mendapatkan pelatihan sebelum berangkat dari Indonesia. Pelatihan baru dilakukan setelah tiba di Rusia. 📸: Dok. kumparan/Pradya, Istimewa, AFP, Shutterstock, Reuters. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | perspectives | R158 | R384 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About