@michoficial: ¡OUTFIT DE MÁS DE 8.5 MILLONES DE PESOS EN LA F1! 🔥👏🏻 #F1 #Formula1 #Michoficial

Mich
Mich
Open In TikTok:
Region: MX
Monday 02 November 2026 22:43:24 GMT
97126
3030
197
407

Music

Download

Comments

marceloothoniel
user9783603562405 :
todo muy caro y se ve horrible,
2026-11-03 00:41:10
421
mfrancoest
Mfrancoest :
Y si es vrdd, ayer lo vi salir en una urus
2026-11-02 23:29:22
44
elio.com1977
Eliezer Oliva151 :
ha de ser proveedor del gobierno de morena.
2026-11-03 01:26:59
45
charlestonjimenez
Carletto Jiménez :
Se ve igual de económico que yo
2026-11-03 00:19:28
284
mario_pio36
Mario Pio :
Jajajja parese todo fake!!!!! Entre más caro más feo!!!!
2026-11-03 01:40:27
30
richardtextex6124
richardtextex6124 :
y pensé que era el que daba el acceso al evento 🤣😂😅
2026-11-03 01:04:28
91
victor197707
VICTOR19 :
Y YO PRESUMIENDO MI BULOVA DE $8,000 A 12 MESES SIN INTERESES EN LIVERPOOL.
2026-11-03 01:44:25
19
cristof936
黑色的 :
que madriza le de este compa a las marcas 🤣no le luse nada
2026-11-03 04:10:08
12
ricardogarciasant5
Ricardo Garcia Santo :
Se ve más caro el ese Pérez
2026-11-03 00:47:21
17
isai_jiva
Isa :
Dior!!! Diorrrorrr
2026-11-03 04:12:34
0
javiergonzalez91351
Javier Gonzalez9136 :
Y yo creyendo q mi playera levis de $600 ya era cara 😂😂😂😂😂
2026-11-03 01:14:16
8
edgarmoreno46
Edgar Moreno :
Y aún así se ve bien guapo jajajaj
2026-11-02 23:31:25
10
mexico9105
HSP 🦡 :
sale caro verse barato. Yo me veo barato, Pero solo me gaste 200 pesos 🤠
2026-11-03 06:36:35
2
marquiato
Marquiato :
Ni idea que hubiera ropa tan cara, yo con la del costco siento que ya estoy pagando un chingo jajaja
2026-11-03 01:09:21
17
ashmx27
Abellotti Salgado :
No cabe duda que la marca no hace el estilo 😂
2026-11-03 06:16:48
1
fernando.bnonimo10
Fernando B-nonimo :
Cada quien se gasta su dinero como quiere. Ojalá que a todos nos vaya así de chido para andar finos.
2026-11-03 06:17:10
2
axelsundays
axelsundays :
Si Elon Musk tiene tanto dinero, ¿por qué no se viste como ese bro?
2026-11-03 04:42:13
5
jorch7690
jorch :
mmmmmm
2026-11-03 03:11:08
0
flortavera3
Fiorela :
yo con mis clones...
2026-11-03 01:21:06
3
gustavoolvera82
Gustavo Olvera685 :
numa !! jeje yo conozco y todo es real !!! y a parte si es chido el chavo
2026-11-03 03:55:56
1
ali1bom2
ALI1bom2 :
JUAN TE LLAMAS MI AMIGO Y A ESO HAY QUE CONFIRMAR SI SON FAKE POR QUE NO SE VE MUY BIEN !!!!
2026-11-03 01:36:08
2
kg746397g22
kevin :
Me cae mal esa gente como se viste lo que importa como eres tu la ropa no tiene nada que ver
2026-11-03 01:16:15
2
haydeezaragozafra
haydeezaragozafra :
el típico [Lágrimas de alegría]
2026-11-03 01:13:52
0
screach6
Baba Yaga !! :
Lo que hace brillar a la persona es su personalidad, no lo que viste !!
2026-11-03 00:48:56
2
arturochapela
Arturo Chapela :
Su reloj color RED se ve como si fuera ROJO🤪🤪🤪🤪🤪😎
2026-11-03 03:35:51
1
To see more videos from user @michoficial, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About