@lowtonelu: #lowtonelu #miamiheat #miamiheatbasketball #luka

LowtoneLu
LowtoneLu
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 03 November 2026 06:21:59 GMT
1193
50
8
1

Music

Download

Comments

ramonblackman
Raymond R :
Bro chill it’s a long season give it time .. but how do you feel about CP3
2026-11-03 17:46:51
0
ogflingman
FlingMan :
Lakers just outplayed us I have give them lakers props
2026-11-03 06:30:51
4
jjw.735
JJW-69 :
stop making excuses the first game Minnesota was just too good. When are y’all going to accept the fact you’re just not a good basketball team[Laugh approved][Laugh approved][Laugh approved]
2026-11-03 12:15:09
0
juelzthegoat1
juelzthegoat1 :
Winning the next 4 but we gotta guard the 3 ball
2026-11-03 06:28:05
1
traceedagawdd
TraceeDaGawdd :
SNOWTIME 💜💛
2026-11-03 13:55:32
0
dddddddudud7273
dddddddudud7273 :
I just hated that we would double team immediately as soon as someone dribbled down the court so somebody would be open and the turnovers was bad today
2026-11-03 13:56:55
0
retroraider_81
Shorty420 :
Nico, the former general manager for Dallas, he made a bad decision plus the owners also trade Luka to the Lakers and plus the Mavericks approached the Lakers anyway and Rob Pelinka, GM for the Lakers thought they were serious and they was
2026-11-03 12:51:38
0
To see more videos from user @lowtonelu, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Uang palsu senilai Rp 980 juta yang disita Polda Lampung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, diduga disiapkan untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta pada Oktober 2026. Temuan tersebut terungkap setelah penyidik menangkap Sudiyono (58), warga Sumatera Utara, yang diduga menjadi pemilik sekaligus pihak yang mengatur pengiriman uang palsu tersebut. Sudiyono ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 2026. Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus penangkapan kurir bernama Azizir Wicaksono (28) di Pelabuhan Bakauheni pada 8 Oktober 2026. Kasubdit II Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Jackson Jeremia Daramenusa Tindage mengatakan, uang palsu tersebut diduga bukan sekadar untuk diedarkan dalam transaksi sehari-hari. Berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka, uang itu disebut memiliki tujuan khusus, yakni untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta.
Uang palsu senilai Rp 980 juta yang disita Polda Lampung di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, diduga disiapkan untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta pada Oktober 2026. Temuan tersebut terungkap setelah penyidik menangkap Sudiyono (58), warga Sumatera Utara, yang diduga menjadi pemilik sekaligus pihak yang mengatur pengiriman uang palsu tersebut. Sudiyono ditangkap di Medan, Sumatera Utara, pada 27 Oktober 2026. Penangkapan ini merupakan pengembangan kasus penangkapan kurir bernama Azizir Wicaksono (28) di Pelabuhan Bakauheni pada 8 Oktober 2026. Kasubdit II Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Jackson Jeremia Daramenusa Tindage mengatakan, uang palsu tersebut diduga bukan sekadar untuk diedarkan dalam transaksi sehari-hari. Berdasarkan pemeriksaan terhadap para tersangka, uang itu disebut memiliki tujuan khusus, yakni untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta. "Dari hasil pemeriksaan, uang digunakan untuk aksi demonstrasi di Jakarta, baik pada tahun 2025 ataupun tahun 2026 ini," ujar Jackson, Senin (2/11/2026). Jackson menjelaskan, penyidik menemukan dugaan bahwa Azizir telah dua kali mengantarkan uang palsu dari Sumatera Utara ke Jakarta. Pengiriman pertama dilakukan pada 2025. Saat itu, Azizir disebut berhasil membawa ribuan lembar uang palsu pecahan Rp 100.000 dengan nilai nominal diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Menurut hasil pemeriksaan polisi, uang tersebut dipesan seseorang untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta pada Agustus 2025. Pengiriman kedua dilakukan pada awal Oktober 2026. Namun, kali ini upaya tersebut berhasil digagalkan polisi ketika bus yang ditumpangi Azizir diperiksa di kawasan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Petugas menemukan 9.800 lembar uang yang diduga palsu pecahan Rp 100.000 dengan total nominal Rp 980 juta. Uang tersebut disimpan di dalam dus air mineral, diletakkan di atas kabin kursi nomor 28, dan dibungkus menggunakan kertas buku berwarna putih. Jackson mengatakan, uang dalam pengiriman kedua itu juga diduga direncanakan untuk membiayai aksi demonstrasi di Jakarta pada Oktober 2026. "Jadi, yang pertama itu 2025, yang kedua itu 2026, dan berhasil kami gagalkan," katanya. Sumber: Kompas.com

About