@sab.gul94:

Sab gul
Sab gul
Open In TikTok:
Region: PK
Tuesday 03 November 2026 09:34:14 GMT
260702
19922
1081
2709

Music

Download

Comments

user19852624555077
🌹🦁اجي خوستوال 🦁🌹 :
چی ګروف ته درشو نوو میاشت باد به 🤣
2026-11-04 12:03:57
1
imran.k308
($a ي lend). îk :
da zamaa pewret sung wo[Tears of joy]os na
2026-11-04 13:24:14
1
masoomafridimasoom
✫ɪᷟ⃝ Ⓜ️🅰️ຮooM࿐ :
der zoor makawa try bi de shi
2026-11-04 02:57:00
21
anisaboxer2
Waheed editor302🤴✌ :
avlibliè da😁
2026-11-04 15:42:27
0
shahmohammad184
shah muhammad :
very nice so beautiful ❤️❤️
2026-11-04 15:03:52
0
shirazgani0
علاودین🦅🦅 :
دیره مسته ده☺️
2026-11-04 14:51:32
0
salman.khan302511
Salman malang :
ماشاءاللہ ۔مہ پہ کی وچہ وہ
2026-11-04 13:20:47
4
sher.wali.tangiwa
Sher Wali Tangiwal :
🥰👍
2026-11-04 10:17:53
1
user704247105
Abdu Llah :
2026-11-04 08:02:10
9
user4469075733782
user4469075733782 :
عالی
2026-11-04 14:42:04
0
waziristanafghan1
🇵🇰 👑)(TOoR.ALAK)(👑 🇦🇪..? :
2026-11-04 11:02:36
1
shamidullah.marwa
Shamidullah Marwat :
[Red heart]
2026-11-04 05:10:07
3
user677714867
Asad Ullah :
2026-11-04 10:46:30
1
tanga.janan
Mk :
2026-11-04 09:40:56
1
tanga.janan
Mk :
2026-11-04 09:40:39
1
sadargul8
sadar khan,khan :
2026-11-04 09:09:39
1
naik8415
naik :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-11-04 07:33:17
1
imrankhanakakhail2
imrankhanakakhail :
2026-11-04 08:37:53
1
zahid.khan.love.1
Zahid Khan love.1122 :
2026-11-04 07:10:09
2
user8775008503096
مات زړونه 𓆩 پښتون خان 𓆪 :
2026-11-04 08:37:17
2
ahmad.ahmadi5500
Ahmad Ahmadi :
[خنده بلند]
2026-11-04 11:48:41
2
janal.khan64
janal khan :
2026-11-04 09:05:26
2
khanafghan3673
🦅بی پروا⚰️ :
🥰🥰🥰❤️❤️❤️🌹
2026-11-03 18:20:15
2
sanio.gulii
Sanio Gulii :
2026-11-04 08:09:13
1
poorman557
poorman557 :
ههههههههههههه
2026-11-04 09:46:21
2
To see more videos from user @sab.gul94, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku:  aku sudah berjuang mati-matian melawan sakit hipertensiku setiap hari, tapi malah dituduh sebagai istri yang tidak berbakti pada suami hanya karena fisikku melemah dan tidak bisa melayani kebutuhannya. Dan puncak dari segala kepedihan itu, aku malah digugat cerai di saat aku sedang berjuang bertahan hidup menahan sakit. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti,  menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sudah berjuang mati-matian melawan sakit hipertensiku setiap hari, tapi malah dituduh sebagai istri yang tidak berbakti pada suami hanya karena fisikku melemah dan tidak bisa melayani kebutuhannya. Dan puncak dari segala kepedihan itu, aku malah digugat cerai di saat aku sedang berjuang bertahan hidup menahan sakit. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan sakit, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang seharusnya jadi tempat bersandar justru mendepakku, menuduhku tidak berbakti, dan melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. #viral #fyp #darahtinggi #tekanandarahtinggi #hipertensi

About