@nyxelleflax: BlAcKpInK🖤🩷#jennie #jisso #roses_are_rosie #lisa #fypppppppppppppp miss😭💕

ᥫ᭡ roseမိန်းမ ᥫ᭡
ᥫ᭡ roseမိန်းမ ᥫ᭡
Open In TikTok:
Region: MM
Tuesday 03 November 2026 10:18:47 GMT
374
33
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nyxelleflax, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

CIRI-CIRI GEREJA YANG BERPOTENSI DITINGGALKAN JEMAAT Tidak semua jemaat yang meninggalkan gereja berarti kehilangan iman. Ada yang pergi karena pekerjaan, keluarga, atau kebutuhan rohani yang berbeda. Tetapi gereja juga perlu berani bertanya: “Apakah ada sesuatu dalam kehidupan bergereja yang membuat mereka perlahan-lahan merasa tidak lagi memiliki tempat?” Salah satu tandanya adalah ketika gereja lebih sibuk dengan program daripada memperhatikan jemaat. Ibadah berjalan. Acara banyak. Pelayanan aktif. Tetapi pergumulan keluarga, masalah ekonomi, luka batin, dan kebutuhan pribadi jemaat justru tidak terlihat. Jangan sampai gereja terlalu sibuk melayani banyak orang, tetapi lupa mengenal orang yang sedang dilayaninya. Tanda lainnya adalah ketika pemimpin tidak bisa menerima kritik. Yang bertanya dianggap melawan. Yang memberi masukan dianggap tidak mendukung. Yang berbeda pendapat dicurigai. Akhirnya jemaat memilih diam. Bukan karena setuju, tetapi karena merasa tidak aman untuk berbicara. Gereja juga perlu waspada ketika ada kelompok-kelompok eksklusif, pilih kasih, konflik, dan persaingan. Jemaat baru merasa seperti orang luar. Jemaat lama merasa tidak lagi dihargai. Dan yang paling menyedihkan: Jemaat dicari ketika gereja membutuhkan tenaga, persembahan, atau dukungan—tetapi dilupakan ketika mereka sedang membutuhkan pertolongan. Jemaat bukan sekadar angka. Jemaat adalah jiwa yang Tuhan percayakan kepada gereja. Karena itu, ketika seseorang pergi, jangan buru-buru mengatakan: “Dia tidak setia.” Cobalah bertanya: “Mengapa dia pergi?” Dan lebih dalam lagi: “Apakah ada sesuatu yang seharusnya kami perbaiki?” Tidak semua alasan jemaat pergi adalah kesalahan gereja. Tetapi jika banyak orang pergi dengan alasan yang sama, mungkin sudah waktunya gereja berhenti menunjuk dan mulai bercermin. Gereja yang sehat bukan gereja yang tidak pernah kehilangan jemaat. Gereja yang sehat adalah gereja yang mau mendengar, mau belajar, mau mengakui kesalahan, dan mau berubah. Sebab gereja bukan hanya tentang gedung, program, jabatan, atau jumlah jemaat. Gereja adalah tentang manusia. Manusia yang ingin diterima. Manusia yang ingin didengar. Manusia yang sedang terluka. Manusia yang membutuhkan kasih. Jangan hanya bertanya: “Berapa banyak yang datang ke gereja kita?” Tetapi tanyakan: “Berapa banyak yang merasa dikasihi ketika berada di gereja kita?” Karena bisa jadi, seseorang tidak sedang meninggalkan Tuhan. Mereka hanya sedang pergi dari tempat di mana mereka tidak lagi merasa dikasihi. “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu... sesuai dengan kehendak Allah.” 1 Petrus 5:2 #creatorsearchinsights #kristen #renungankristen #pelayanangereja
CIRI-CIRI GEREJA YANG BERPOTENSI DITINGGALKAN JEMAAT Tidak semua jemaat yang meninggalkan gereja berarti kehilangan iman. Ada yang pergi karena pekerjaan, keluarga, atau kebutuhan rohani yang berbeda. Tetapi gereja juga perlu berani bertanya: “Apakah ada sesuatu dalam kehidupan bergereja yang membuat mereka perlahan-lahan merasa tidak lagi memiliki tempat?” Salah satu tandanya adalah ketika gereja lebih sibuk dengan program daripada memperhatikan jemaat. Ibadah berjalan. Acara banyak. Pelayanan aktif. Tetapi pergumulan keluarga, masalah ekonomi, luka batin, dan kebutuhan pribadi jemaat justru tidak terlihat. Jangan sampai gereja terlalu sibuk melayani banyak orang, tetapi lupa mengenal orang yang sedang dilayaninya. Tanda lainnya adalah ketika pemimpin tidak bisa menerima kritik. Yang bertanya dianggap melawan. Yang memberi masukan dianggap tidak mendukung. Yang berbeda pendapat dicurigai. Akhirnya jemaat memilih diam. Bukan karena setuju, tetapi karena merasa tidak aman untuk berbicara. Gereja juga perlu waspada ketika ada kelompok-kelompok eksklusif, pilih kasih, konflik, dan persaingan. Jemaat baru merasa seperti orang luar. Jemaat lama merasa tidak lagi dihargai. Dan yang paling menyedihkan: Jemaat dicari ketika gereja membutuhkan tenaga, persembahan, atau dukungan—tetapi dilupakan ketika mereka sedang membutuhkan pertolongan. Jemaat bukan sekadar angka. Jemaat adalah jiwa yang Tuhan percayakan kepada gereja. Karena itu, ketika seseorang pergi, jangan buru-buru mengatakan: “Dia tidak setia.” Cobalah bertanya: “Mengapa dia pergi?” Dan lebih dalam lagi: “Apakah ada sesuatu yang seharusnya kami perbaiki?” Tidak semua alasan jemaat pergi adalah kesalahan gereja. Tetapi jika banyak orang pergi dengan alasan yang sama, mungkin sudah waktunya gereja berhenti menunjuk dan mulai bercermin. Gereja yang sehat bukan gereja yang tidak pernah kehilangan jemaat. Gereja yang sehat adalah gereja yang mau mendengar, mau belajar, mau mengakui kesalahan, dan mau berubah. Sebab gereja bukan hanya tentang gedung, program, jabatan, atau jumlah jemaat. Gereja adalah tentang manusia. Manusia yang ingin diterima. Manusia yang ingin didengar. Manusia yang sedang terluka. Manusia yang membutuhkan kasih. Jangan hanya bertanya: “Berapa banyak yang datang ke gereja kita?” Tetapi tanyakan: “Berapa banyak yang merasa dikasihi ketika berada di gereja kita?” Karena bisa jadi, seseorang tidak sedang meninggalkan Tuhan. Mereka hanya sedang pergi dari tempat di mana mereka tidak lagi merasa dikasihi. “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu... sesuai dengan kehendak Allah.” 1 Petrus 5:2 #creatorsearchinsights #kristen #renungankristen #pelayanangereja

About