@juanlinda6: This video discusses the reopening of legal pathways for refugees in the UK and promotes collaboration within communities. Join the conversation on migration and inclusion. #Refugees #Migration #LegalPathways #CommunitySupport #Inclusion

juanlinda6803
juanlinda6803
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 03 November 2026 11:28:01 GMT
3575
37
0
18

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @juanlinda6, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Setelah beberapa kali disakiti, kita sering mulai berubah. Yang dulu gampang percaya, sekarang jadi penuh curiga. Yang dulu tulus membantu, sekarang takut dimanfaatkan. Yang dulu mudah memaafkan, sekarang memilih menjaga jarak. Dan sebenarnya, itu manusiawi. Tapi jangan sampai luka dari seseorang membuat lu menghukum orang lain yang bahkan nggak pernah menyakiti lu. 1.  Jangan jadikan satu orang sebagai alasan untuk membenci semua orang  Nggak semua orang akan memperlakukan lu seperti orang yang pernah menyakiti lu. Kalau seseorang mengecewakan lu, ambil pelajarannya. Tapi jangan bawa kesalahan orang itu ke setiap hubungan baru yang datang. Karena nggak semua tangan yang mendekat akan membawa luka. 2.  Tetap baik, tapi jangan kehilangan batas Berbuat baik bukan berarti lu harus selalu mengiyakan semuanya. Lu boleh membantu, tapi jangan sampai dimanfaatkan. Lu boleh peduli, tapi jangan sampai mengorbankan diri sendiri. Lu boleh memaafkan, tapi nggak harus kembali memberikan kesempatan yang sama.  Hati yang baik juga butuh batas. 3.  Jangan membalas luka dengan luka  Memang rasanya puas ketika bisa membuat orang yang menyakiti lu merasakan hal yang sama. Tapi setelah semuanya selesai, luka itu tetap nggak hilang. Kadang kemenangan terbesar bukan ketika lu berhasil membalas, tapi ketika lu memilih untuk nggak menjadi seperti orang yang pernah menyakiti lu. 4.  Belajar percaya secara perlahan  Lu nggak harus langsung percaya kepada seseorang. Biarkan waktu yang menunjukkan siapa mereka. Perhatikan tindakan, bukan hanya kata-kata. Karena kepercayaan nggak perlu diberikan sekaligus. Biarkan seseorang mendapatkannya sedikit demi sedikit. 5.  Jangan malu karena pernah tulus  Mungkin dulu lu pernah memberikan terlalu banyak kepada orang yang salah. Jangan menyesal karena pernah tulus. Yang salah bukan kebaikan lu. Lu hanya sedang belajar kepada siapa kebaikan itu seharusnya diberikan. 6.  Tetap lembut, tapi lebih bijaksana  Setelah pernah disakiti, jangan paksa diri untuk kembali menjadi seperti dulu. Jadilah versi lu yang lebih dewasa. Tetap punya hati yang lembut, tapi sekarang lu tahu kapan harus bertahan, kapan harus pergi, dan siapa yang pantas mendapatkan kepercayaan lu. Ingat ini: Jangan biarkan luka mengubah lu manjadi seseorang yang sebenarnya bukan diri lu. Lu boleh menjadi lebih hati-hati. Lu boleh menjaga jarak. Lu boleh belajar dari masa lalu. Tapi jangan sampai kebaikan dalam diri lu ikut mati hanya karena pernah diberikan kepada orang yang salah. Seperti bunga yang pernah patah karena diinjak. Dia mungkin tumbuh lebih hati-hati, tapi tetap memilih mekar.  Pelan-pelan aja. Tetap jadi orang baik, bukan karena semua orang pantas mendapatkannya, tapi karena lu nggak mau kehilangan diri lu sendiri. #muhammadjarot #motivasidirisendiri #storytime#quotestory #foryourpage
Setelah beberapa kali disakiti, kita sering mulai berubah. Yang dulu gampang percaya, sekarang jadi penuh curiga. Yang dulu tulus membantu, sekarang takut dimanfaatkan. Yang dulu mudah memaafkan, sekarang memilih menjaga jarak. Dan sebenarnya, itu manusiawi. Tapi jangan sampai luka dari seseorang membuat lu menghukum orang lain yang bahkan nggak pernah menyakiti lu. 1. Jangan jadikan satu orang sebagai alasan untuk membenci semua orang Nggak semua orang akan memperlakukan lu seperti orang yang pernah menyakiti lu. Kalau seseorang mengecewakan lu, ambil pelajarannya. Tapi jangan bawa kesalahan orang itu ke setiap hubungan baru yang datang. Karena nggak semua tangan yang mendekat akan membawa luka. 2. Tetap baik, tapi jangan kehilangan batas Berbuat baik bukan berarti lu harus selalu mengiyakan semuanya. Lu boleh membantu, tapi jangan sampai dimanfaatkan. Lu boleh peduli, tapi jangan sampai mengorbankan diri sendiri. Lu boleh memaafkan, tapi nggak harus kembali memberikan kesempatan yang sama. Hati yang baik juga butuh batas. 3. Jangan membalas luka dengan luka Memang rasanya puas ketika bisa membuat orang yang menyakiti lu merasakan hal yang sama. Tapi setelah semuanya selesai, luka itu tetap nggak hilang. Kadang kemenangan terbesar bukan ketika lu berhasil membalas, tapi ketika lu memilih untuk nggak menjadi seperti orang yang pernah menyakiti lu. 4. Belajar percaya secara perlahan Lu nggak harus langsung percaya kepada seseorang. Biarkan waktu yang menunjukkan siapa mereka. Perhatikan tindakan, bukan hanya kata-kata. Karena kepercayaan nggak perlu diberikan sekaligus. Biarkan seseorang mendapatkannya sedikit demi sedikit. 5. Jangan malu karena pernah tulus Mungkin dulu lu pernah memberikan terlalu banyak kepada orang yang salah. Jangan menyesal karena pernah tulus. Yang salah bukan kebaikan lu. Lu hanya sedang belajar kepada siapa kebaikan itu seharusnya diberikan. 6. Tetap lembut, tapi lebih bijaksana Setelah pernah disakiti, jangan paksa diri untuk kembali menjadi seperti dulu. Jadilah versi lu yang lebih dewasa. Tetap punya hati yang lembut, tapi sekarang lu tahu kapan harus bertahan, kapan harus pergi, dan siapa yang pantas mendapatkan kepercayaan lu. Ingat ini: Jangan biarkan luka mengubah lu manjadi seseorang yang sebenarnya bukan diri lu. Lu boleh menjadi lebih hati-hati. Lu boleh menjaga jarak. Lu boleh belajar dari masa lalu. Tapi jangan sampai kebaikan dalam diri lu ikut mati hanya karena pernah diberikan kepada orang yang salah. Seperti bunga yang pernah patah karena diinjak. Dia mungkin tumbuh lebih hati-hati, tapi tetap memilih mekar. Pelan-pelan aja. Tetap jadi orang baik, bukan karena semua orang pantas mendapatkannya, tapi karena lu nggak mau kehilangan diri lu sendiri. #muhammadjarot #motivasidirisendiri #storytime#quotestory #foryourpage

About