@salibro_21: ☺️#4upage #fouryoupage #sadvibes🥀 #justkonten #antikewanbojonegoro

𝔞𝔫𝔡𝔯𝔢_𝔞𝔫𝔧𝔞𝔩𝔩121
𝔞𝔫𝔡𝔯𝔢_𝔞𝔫𝔧𝔞𝔩𝔩121
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 03 November 2026 12:58:48 GMT
104466
18454
22
1783

Music

Download

Comments

scx.hanff
akmll  :
maybe suatu hari nnti ada yng bangga memiliki ku
2026-11-04 09:33:24
36
pyaakbrengsek21
pyaak anjlltng21💔 :
2026-11-03 15:05:41
4
k4r1mcantik
jerukmanis :
aku sudah menghilangkan semua hal yang ga kamu suka,,,,
2026-11-04 10:40:19
2
qml03
ตากรีด :
2026-11-04 15:43:56
1
matchadepanuu__
￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ ￴ :
2026-11-05 03:58:37
0
_anggik02
user002346775 :
2026-11-04 23:14:53
0
sonyaajaa_08
sonyaajaa_08 :
"orng yng mngkin anda knal" knal ae ogaa😭
2026-11-04 22:42:16
0
xyztttt31
kxzt˗ˋˏ²¹ˎˊ˗ :
when ya menang di sgalanya
2026-11-03 15:03:53
2
_noppiaa_
_𝙥𝙞𝙖𝙖𝙖_ :
2026-11-04 15:22:54
0
__tiaraamell
a m e l l :
kesel co
2026-11-05 05:10:31
0
widiaaa161
widiaaa🧟‍♀️ :
@cindii
2026-11-04 22:38:57
0
aryaaaaabrengsek
Aryaaa🫘 :
@emma♐ 🥺
2026-11-04 04:49:23
2
risti.aja02
Risti💋 :
@Mass ee shoop
2026-11-05 01:16:21
0
brla_27
barelaa :
☺️
2026-11-04 20:58:14
0
To see more videos from user @salibro_21, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Berdebat, Gatot Nurmantyo VS Listyo Sigit Jakarta — Kontroversi pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait wacana penempatan Polri di bawah kementerian memantik kritik keras dari mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Gatot menilai pernyataan tersebut bukan sekadar respons institusional, melainkan sinyal serius yang berpotensi mengganggu tatanan demokrasi dan konstitusi. Sorotan Gatot tertuju pada diksi ekstrem Kapolri yang menyatakan akan 'bertahan sampai titik darah penghabisan' apabila muncul usulan menempatkan Polri di bawah kementerian. Menurut Gatot, pernyataan tersebut mengandung pesan intimidatif yang berbahaya dan tidak pantas disampaikan di ruang publik oleh pejabat negara. Gatot menegaskan, ucapan Kapolri tidak bisa dimaknai sebagai sikap defensif semata, melainkan telah berubah menjadi tekanan simbolik yang secara implisit diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang kekuasaan konstitusional tertinggi. “Ketika Kapolri menyatakan akan bertahan sampai darah penghabisan dan memerintahkan seluruh jajarannya, itu alarm darurat demokrasi. Itu bahasa konflik, bahasa tekanan kekuasaan, bahkan intimidasi,” ungkap Gatot saat menyampaikan pidato dalam acara 'Inaugurasi Revosa' di Universitas Sangga Buana, sebagaimana dikutip dari saluran YouTube Hersubeno Point, Jumat, 30 Januari 2026. Menurut Gatot, ini bukan kali pertama Kapolri menunjukkan sikap yang ia nilai sebagai pembangkangan terhadap negara. Ia menyebut setidaknya terdapat tiga peristiwa yang menjadi puncak akumulasi persoalan tersebut. Pertama, ketika Polri menerbitkan Peraturan Kepolisian Nomor 10 yang disebutnya sebagai bentuk 'reformasi tandingan', meskipun Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan yang membuka ruang koreksi terhadap institusi tersebut. Kedua, saat Polri dinilai tidak sepenuhnya tunduk pada semangat konstitusi. Ketiga, ketika Kapolri secara terbuka melontarkan pernyataan bernada konfrontatif terkait struktur kelembagaan Polri. “Ini sinyal bahaya. Disiplin konstitusi sedang diuji secara terbuka,” tekan Gatot. Source: isi.sumut #listyosigitprabowo #gatotnurmantyo #polri #makar #penyadapan
Berdebat, Gatot Nurmantyo VS Listyo Sigit Jakarta — Kontroversi pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terkait wacana penempatan Polri di bawah kementerian memantik kritik keras dari mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Gatot menilai pernyataan tersebut bukan sekadar respons institusional, melainkan sinyal serius yang berpotensi mengganggu tatanan demokrasi dan konstitusi. Sorotan Gatot tertuju pada diksi ekstrem Kapolri yang menyatakan akan 'bertahan sampai titik darah penghabisan' apabila muncul usulan menempatkan Polri di bawah kementerian. Menurut Gatot, pernyataan tersebut mengandung pesan intimidatif yang berbahaya dan tidak pantas disampaikan di ruang publik oleh pejabat negara. Gatot menegaskan, ucapan Kapolri tidak bisa dimaknai sebagai sikap defensif semata, melainkan telah berubah menjadi tekanan simbolik yang secara implisit diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang kekuasaan konstitusional tertinggi. “Ketika Kapolri menyatakan akan bertahan sampai darah penghabisan dan memerintahkan seluruh jajarannya, itu alarm darurat demokrasi. Itu bahasa konflik, bahasa tekanan kekuasaan, bahkan intimidasi,” ungkap Gatot saat menyampaikan pidato dalam acara 'Inaugurasi Revosa' di Universitas Sangga Buana, sebagaimana dikutip dari saluran YouTube Hersubeno Point, Jumat, 30 Januari 2026. Menurut Gatot, ini bukan kali pertama Kapolri menunjukkan sikap yang ia nilai sebagai pembangkangan terhadap negara. Ia menyebut setidaknya terdapat tiga peristiwa yang menjadi puncak akumulasi persoalan tersebut. Pertama, ketika Polri menerbitkan Peraturan Kepolisian Nomor 10 yang disebutnya sebagai bentuk 'reformasi tandingan', meskipun Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan yang membuka ruang koreksi terhadap institusi tersebut. Kedua, saat Polri dinilai tidak sepenuhnya tunduk pada semangat konstitusi. Ketiga, ketika Kapolri secara terbuka melontarkan pernyataan bernada konfrontatif terkait struktur kelembagaan Polri. “Ini sinyal bahaya. Disiplin konstitusi sedang diuji secara terbuka,” tekan Gatot. Source: isi.sumut #listyosigitprabowo #gatotnurmantyo #polri #makar #penyadapan

About