@tiemluoithanhkhang: Tham gia buổi LIVE của chúng tôi để nhận nhiều khuyến mãi độc quyền!

Tiệm Lưới Thành Khang
Tiệm Lưới Thành Khang
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 03 November 2026 13:20:35 GMT
343
6
1
0

Music

Download

Comments

thuy.nguyen0917
thuy nguyen :
🥰🥰🥰
2026-11-04 07:54:53
0
To see more videos from user @tiemluoithanhkhang, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV: Empat tahun bukan waktu sebentar untuk sebuah hubungan. James selalu menjadi laki-laki yang baik dan pekerja keras. Hanya saja, belakangan hubungan kalian terasa hambar. James terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia sering pulang larut malam, bahkan terkadang lupa mengabarimu seharian. Kamu tahu dia sedang berjuang membangun masa depannya dan tidak ingin menghalangi itu. Namun, semakin lama kamu merasa seperti menjalani hubungan sendirian. Kamu bosan menunggu dan terus memaklumi kesibukannya. Sampai akhirnya kamu memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Kamu mengajaknya bertemu malam itu. James datang langsung setelah pulang kerja. Wajahnya terlihat lelah, kemejanya masih sama seperti yang dikenakannya ke kantor. Namun, semuanya sudah terlalu lama kamu pendam.
POV: Empat tahun bukan waktu sebentar untuk sebuah hubungan. James selalu menjadi laki-laki yang baik dan pekerja keras. Hanya saja, belakangan hubungan kalian terasa hambar. James terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dia sering pulang larut malam, bahkan terkadang lupa mengabarimu seharian. Kamu tahu dia sedang berjuang membangun masa depannya dan tidak ingin menghalangi itu. Namun, semakin lama kamu merasa seperti menjalani hubungan sendirian. Kamu bosan menunggu dan terus memaklumi kesibukannya. Sampai akhirnya kamu memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Kamu mengajaknya bertemu malam itu. James datang langsung setelah pulang kerja. Wajahnya terlihat lelah, kemejanya masih sama seperti yang dikenakannya ke kantor. Namun, semuanya sudah terlalu lama kamu pendam. "Aku rasa kita cukup sampai di sini, James." Dia terdiam. Tidak ada pertanyaan atau penolakan. James hanya menatapmu sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Oh, okay." Kamu berharap dia mengatakan sesuatu, tetapi James hanya kembali menunduk. "Kalau itu yang kamu mau." Jawaban sesingkat itu membuat dadamu terasa sesak. Akhirnya kamu pamit dan meninggalkannya. Malam itu terasa berbeda. Tidak ada pesan dari James. Kamu mencoba meyakinkan diri bahwa memang beginilah seharusnya setelah hubungan kalian berakhir. Beberapa jam kemudian, ponselmu terus berdering. Nomor tak dikenal berkali-kali masuk. Sampai sebuah pesan muncul. Ternyata itu teman James. Dia memintamu datang ke sebuah bar karena James sedang bersama mereka dan tidak mau diajak pulang. Kamu langsung terdiam. James memang pernah menghabiskan waktu di tempat seperti itu sebelum mengenalmu. Namun, sejak bersamamu, dia sama sekali tidak pernah lagi menginjakkan kaki di sana. Bahkan ketika teman-temannya mengajak, dia selalu menolak. Itulah yang membuatmu semakin khawatir. Kamu segera pergi. Sepanjang perjalanan, air matamu terus mengalir. Kamu menyesali keputusanmu. Di perjalanan, kamu terus mengingat wajah James saat kalian berpisah tadi. Dia bahkan tidak mencoba menahanmu, dan kamu sempat mengira keputusan itu memang tidak berarti baginya. Namun, semakin dekat ke tempat tujuan, rasa takut mulai muncul. Kamu takut dia terluka, takut dia mengira empat tahun kalian bisa berakhir begitu saja, dan paling takut kalau kali ini kamu datang terlambat untuk memperbaiki semuanya. Kamu hanya ingin memastikan dia baik-baik saja, meski belum tahu harus mengatakan apa ketika berhadapan dengannya. Kamu takut dia menyerah. Begitu sampai, salah satu temannya menunjukkan tempat James berada. Dia duduk di sofa dengan kepala tertunduk. Teman-temannya sudah berkali-kali meminta dia pulang, tetapi James selalu menolak. "James." Dia perlahan mengangkat kepala. Matanya langsung menemukanmu. Dia hanya menatapmu sebentar. Begitu kamu mendekat, dia segera bangkit menghampirimu. James langsung memelukmu erat, menyembunyikan wajah di bahumu. Tangisnya pecah begitu saja. Kedua tangannya semakin erat melingkari tubuhmu. "Maaf..." "Maaf, aku tahu aku salah. Aku terlalu sibuk sampai sering lupa ngabarin kamu." "Tapi jangan tinggalin aku, ya? Tolong." Kamu ikut menangis mendengar suaranya yang bergetar. James yang tadi hanya mengangguk ketika kamu meminta berpisah, kini kesulitan mengendalikan tangisnya. "Aku masih mau sama kamu. Aku masih mau pulang ke orang yang sama setiap hari." Dia sedikit melepaskan pelukannya untuk melihat wajahmu. "Aku kerja selama ini juga buat masa depan kita. Aku cuma terlalu sibuk sampai lupa kalau kamu juga butuh aku." "Aku benar-benar cinta sama kamu. Jangan pikir aku nggak peduli cuma karena aku jarang punya waktu." Kamu akhirnya membalas pelukannya sambil mengusap punggungnya perlahan. Air matamu kembali jatuh. Kamu tak menyangka melihat James sehancur ini. Malam itu, di tempat yang sudah lama dia tinggalkan sejak mengenalmu, James hanya ingin satu hal: tidak kehilangan perempuan yang selama empat tahun selalu menjadi tempatnya pulang. Kamu mengusap punggungnya perlahan. draf lagie nih #pov #james #cortis #fyp #foryoupage

About