@ta.20083013:

T
T
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 03 November 2026 14:30:39 GMT
122654
5609
111
2433

Music

Download

Comments

ductoan123490
Toàn :
ở vs bố thôi mẹ bỏ t r
2026-11-04 11:35:43
25
0money.tiktok.com
𝓽. :
cha mt rồi mẹ bệnh thì
2026-11-04 06:09:15
6
trng.at23
Trường đat :
Haha😔
2026-11-04 15:31:10
2
yeuemlamdo190628
Tran Anh Duc :
Ra đời có thể ngông nghênh nhưng về nhà thì vẫn là con ngoan của cha mẹ
2026-11-04 12:27:19
5
nhatbate
𝕹𝖍ậ𝖙 𝖓𝖌𝖔𝖆𝖓 𝖍𝖎ề𝖓😘 :
nhưng mà em không có bố dồi anh ơi
2026-11-04 13:58:59
2
lamlaitatca158
Nguyễn Phùng Nam :
Khó chuộc r a
2026-11-04 14:05:31
1
ds.quyet211
ds quyet :
mẹ tôi bỏ tôi từ lúc 1 t ròi 🥺
2026-11-04 12:42:26
1
tuananh.11150
user 37༗ :
khong có nỗi một aii
2026-11-04 11:52:33
1
tom38_3
𝕓𝕒́ 𝕥𝕙𝕦̛𝕠̛̀𝕟𝕘✨𝕖𝕕𝕚𝕥 :
hay
2026-11-04 12:59:53
1
maupham348
bé Bảo :
2026-11-04 14:47:34
1
nggiahuy6789
dittmeccuocddoi :
Đúng
2026-11-04 11:35:15
1
me.lum.em89439
Nguyêndubai :
👍
2026-11-04 11:36:59
1
giau.ngoc6807
um :
😕😕😕
2026-11-04 12:25:10
1
trongquyet271008
Trọng Quyết :
Hay
2026-11-04 12:53:46
1
_rhn265
cún:)) :
2026-11-03 14:52:39
1
n.tt860
Đức đạt :
2026-11-04 10:41:02
1
ohll38
khang bảnh bao :
2026-11-04 11:38:53
1
ngaolonthankinh
𝘣𝘰̂́𝘯𝘨ᥫᩣ :
2026-11-03 14:38:30
1
hoangno1yb
H🚬 :
cha làm xa mẹ bỏ lúc 8 tháng tuổi
2026-11-04 11:26:50
2
_hao88
DUY HẢO :
Những mẹ tôi chết tôi 2 tháng tuổi
2026-11-04 12:07:34
2
inh.bo60
Đb :
🥰
2026-11-04 12:20:09
0
user332987503
Love ❤️ 👑🦅 :
加妹老神
2026-11-04 12:23:01
1
duongquydung2016
tung tung :
quá đúng luôn anh
2026-11-04 12:39:42
1
baooduyy_160614
Baooduyy :
💔
2026-11-04 11:38:52
1
tngminh944
Ng m Tùng :
Đúng rồi
2026-11-04 05:23:10
1
To see more videos from user @ta.20083013, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku sudah tidak berdaya akibat pusing hipertensi yang tak tertahankan. Fisikku ambruk total sehingga aku tidak bisa lagi melayani suamimulai dari menyiapkan masakan rumah hingga memenuhi kewajiban berhubungan badan setiap hari. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku sudah tidak berdaya akibat pusing hipertensi yang tak tertahankan. Fisikku ambruk total sehingga aku tidak bisa lagi melayani suamimulai dari menyiapkan masakan rumah hingga memenuhi kewajiban berhubungan badan setiap hari. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan sakit, tidak bisa lagi menjalankan peran sebagai seorang istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang seharusnya menjadi tempat bersandar justru mendepakku dan melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa. #viral #darahtinggi #tekanandarahtinggi #fyp #hipertensi

About