@mouve245:

Mᴏᴠɪᴇʜᴜʙᴇ_🎬
Mᴏᴠɪᴇʜᴜʙᴇ_🎬
Open In TikTok:
Region: MA
Tuesday 03 November 2026 19:07:56 GMT
3115
82
3
1

Music

Download

Comments

kahdm75
سالفة .....عراقية ...ما تنتهي :
سارة
2026-11-05 10:24:00
0
alisonalison7501
Alison Alison :
You are beautiful and radiant, your natural beauty is stunning, and your hair is as black as honey and as vibrant as a flame.[قلب أحمر][قلب أحمر][قلب أحمر][قلب أحمر][قلب أحمر]
2026-11-03 19:44:10
1
user55570613465123
القيصر الليبي :
🔥🔥🔥
2026-11-03 19:39:31
0
To see more videos from user @mouve245, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

𝐒𝐀𝐌𝐏𝐀𝐈 𝐊𝐀𝐏𝐀𝐍, 𝐓𝐔𝐇𝐀𝐍? ————————— “𝑺𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝑹𝒆𝒇𝒍𝒆𝒌𝒔𝒊 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑲𝒆𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂𝒏, 𝑲𝒆𝒂𝒅𝒊𝒍𝒂𝒏, 𝒅𝒂𝒏 𝑴𝒂𝒓𝒕𝒂𝒃𝒂𝒕 𝑲𝒆𝒎𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂𝒂𝒏” 𝐃𝐢𝐬𝐜𝐥𝐚𝐢𝐦𝐞𝐫 𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡𝑖 𝑝𝑜𝑙𝑒𝑚𝑖𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔, 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑡𝑎ℎ𝑢 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ. 𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ𝑢𝑙𝑢𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 ℎ𝑢𝑘𝑢𝑚, 𝑎𝑝𝑎𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 ℎ𝑎𝑘𝑖𝑚 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖. Bagi saya, jika seseorang terbukti bersalah, ia harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya, baik secara hukum maupun moral.  Namun, jika seseorang tidak bersalah, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐤𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧 penghinaan dan penghakiman sosial yang merendahkan martabat kemanusiaannya. Sebab, ada sesuatu yang lebih menyedihkan ketika kita begitu sibuk memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi justru kehilangan kemampuan untuk 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚. Kritik boleh, perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, dan proses hukum harus dihormati. Tetapi jangan sampai dalam perjuangan mencari kebenaran, 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚, 𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡, 𝐝𝐚𝐧 𝐧𝐮𝐫𝐚𝐧𝐢. Menghormati martabat seseorang 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚.  Sebaliknya, menuntut pertanggung-jawaban seseorang juga 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐤 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐧𝐝𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚. Saya percaya, ada penghakiman yang lebih tinggi daripada penghakiman manusia. Pada waktunya, Tuhan akan menyatakan keadilan dan kebenaran-Nya. Namun, sambil menantikan Tuhan menyatakan keadilan-Nya, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐞𝐧𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐛𝐮𝐦𝐢. 𝐍𝐚𝐛𝐢 𝐀𝐦𝐨𝐬 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐞𝐫𝐮: “𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑏𝑖𝑎𝑟𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑔𝑢𝑙𝑢𝑛𝑔-𝑔𝑢𝑙𝑢𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑎𝑖𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑠𝑢𝑛𝑔𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑙𝑖𝑟!”  (Amos 5:24). Ahhh… sampai kapan, Tuhan, kami menantikan keadilan dan kebenaran-Mu bergulung-gulung bagi bangsa ini? Tuhan, jangan biarkan kami begitu sibuk mencari siapa yang salah, 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐤𝐚𝐦𝐢 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫. Jangan biarkan bangsa ini kehilangan nuraninya. Sebab bangsa yang kehilangan nurani perlahan-lahan 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚. Jangan biarkan kami terpecah-belah. Tetaplah ada bagi kami, ya Tuhan. 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐩𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐫𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐡𝐚𝐭𝐢, 𝐧𝐮𝐫𝐚𝐧𝐢, 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐬𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐢. 𝐀𝐦𝐢𝐧. -INDJ-
𝐒𝐀𝐌𝐏𝐀𝐈 𝐊𝐀𝐏𝐀𝐍, 𝐓𝐔𝐇𝐀𝐍? ————————— “𝑺𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝑹𝒆𝒇𝒍𝒆𝒌𝒔𝒊 𝒕𝒆𝒏𝒕𝒂𝒏𝒈 𝑲𝒆𝒃𝒆𝒏𝒂𝒓𝒂𝒏, 𝑲𝒆𝒂𝒅𝒊𝒍𝒂𝒏, 𝒅𝒂𝒏 𝑴𝒂𝒓𝒕𝒂𝒃𝒂𝒕 𝑲𝒆𝒎𝒂𝒏𝒖𝒔𝒊𝒂𝒂𝒏” 𝐃𝐢𝐬𝐜𝐥𝐚𝐢𝐦𝐞𝐫 𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑖𝑘𝑢𝑡𝑖 𝑝𝑜𝑙𝑒𝑚𝑖𝑘 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔, 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑡𝑎ℎ𝑢 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ. 𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ𝑢𝑙𝑢𝑖 𝑝𝑟𝑜𝑠𝑒𝑠 ℎ𝑢𝑘𝑢𝑚, 𝑎𝑝𝑎𝑙𝑎𝑔𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 ℎ𝑎𝑘𝑖𝑚 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 𝑠𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖. Bagi saya, jika seseorang terbukti bersalah, ia harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya, baik secara hukum maupun moral. Namun, jika seseorang tidak bersalah, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐤𝐨𝐫𝐛𝐚𝐧 penghinaan dan penghakiman sosial yang merendahkan martabat kemanusiaannya. Sebab, ada sesuatu yang lebih menyedihkan ketika kita begitu sibuk memperdebatkan siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi justru kehilangan kemampuan untuk 𝐦𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚. Kritik boleh, perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, dan proses hukum harus dihormati. Tetapi jangan sampai dalam perjuangan mencari kebenaran, 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚, 𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡, 𝐝𝐚𝐧 𝐧𝐮𝐫𝐚𝐧𝐢. Menghormati martabat seseorang 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐭𝐢𝐧𝐝𝐚𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚. Sebaliknya, menuntut pertanggung-jawaban seseorang juga 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐤 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐧𝐝𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚. Saya percaya, ada penghakiman yang lebih tinggi daripada penghakiman manusia. Pada waktunya, Tuhan akan menyatakan keadilan dan kebenaran-Nya. Namun, sambil menantikan Tuhan menyatakan keadilan-Nya, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐞𝐧𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐢𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐛𝐮𝐦𝐢. 𝐍𝐚𝐛𝐢 𝐀𝐦𝐨𝐬 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐞𝐫𝐮: “𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑏𝑖𝑎𝑟𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑎𝑑𝑖𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑔𝑢𝑙𝑢𝑛𝑔-𝑔𝑢𝑙𝑢𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑎𝑖𝑟 𝑑𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑠𝑢𝑛𝑔𝑎𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑙𝑢 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑎𝑙𝑖𝑟!” (Amos 5:24). Ahhh… sampai kapan, Tuhan, kami menantikan keadilan dan kebenaran-Mu bergulung-gulung bagi bangsa ini? Tuhan, jangan biarkan kami begitu sibuk mencari siapa yang salah, 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐤𝐚𝐦𝐢 𝐥𝐮𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫. Jangan biarkan bangsa ini kehilangan nuraninya. Sebab bangsa yang kehilangan nurani perlahan-lahan 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚. Jangan biarkan kami terpecah-belah. Tetaplah ada bagi kami, ya Tuhan. 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐩𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐫𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐡𝐚𝐭𝐢, 𝐧𝐮𝐫𝐚𝐧𝐢, 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐧𝐠𝐬𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐢. 𝐀𝐦𝐢𝐧. -INDJ-

About