@bernzbriones: JEO "PARA-PARAAN" ONG #PBBCollab3point0 #jeo #gehlee #jeolee

🐓 🐠 BERNZ🐠 🐓
🐓 🐠 BERNZ🐠 🐓
Open In TikTok:
Region: PH
Wednesday 04 November 2026 03:20:09 GMT
267408
38172
987
6913

Music

Download

Comments

maezln
Mae :
"dama mo ba tong nararamdaman ko sayo" ayan talaga yon jeo
2026-11-04 03:28:49
4831
cams.xvi
Camille :
Mygadddddddddd ngayon na lang ulit kinilig!!!! MAGSUNTUKAN TAYONG LAHAT!!!!!!!
2026-11-04 04:01:52
1217
jbl.dvo
JBL DVO :
KUMPADRE, TUMATAPANG NA JEO NATIN!
2026-11-04 03:46:07
1971
shessailormoon
shessailormoon :
Attendance check sa mga trentahin na kinikilig sa mga batang to hahaha
2026-11-04 04:11:54
628
lalabsss17
sshhyy :
may hugot kanang nalalamn Dyan jeo ha
2026-11-04 03:58:38
476
i.am.remi
Rem :
nagkamali pa yan siya kasi maid of honor talaga yung minimean na word HAHAHAHAHAH
2026-11-04 03:54:06
334
skynard08
Carla💜🩵🩷🩶 :
Sige na Jeo. Mali yung dictionary. Tapon mo na yan🤣🤣🤣🤣🤣
2026-11-04 04:14:40
336
_dlouisep
_dlouisep :
Kami, damang dama namin
2026-11-04 03:55:50
90
dlynx516
Rodelyn :
dictionary: dama- maid of honor jeo: dama-feel, dama mo ba? yung pinapadama ko sayo? hahaha maang maangan pa yan siya gagi huli pero di kulong
2026-11-04 04:00:24
214
paulhwehwe
PaulWangier :
ako damang dama ko kayo HAHAHA
2026-11-04 03:51:09
116
not_laaabinyaaaaa
🦕 :
dama mo ba gehlee
2026-11-04 03:59:14
93
jacvenus
Jul :
Gehlee & Jeo!!! The kilig feeling is real rn 😂
2026-11-04 06:44:03
0
henyang26
henyangshop26 :
my ghaaad jeeeooooo ahhahahahaa
2026-11-04 06:50:48
0
mhysyu
Mhys :
AKO DAMA KO YUNG NARARAMDAMAN MO NGAYON JEO!! HAHA
2026-11-04 04:07:12
55
thankful911
...........🇸🇽 :
Damang dama namin Jeo yung Pina paramdam mo sa kanya🥰🥰🥰🤣🤣🤣
2026-11-04 03:31:25
80
superkent11
Lani Noble (Rean Kent 🩵) :
Jeooooooooooooooooooo
2026-11-04 06:11:41
0
moonlately.dump
moonlately dump :
Omgggg
2026-11-04 04:12:41
1
mikislittlediary
Mommy Miki :
JEOOOOO!!! HAHAHAHAHA
2026-11-04 05:55:45
0
xyz.180d
Y :
[Snicker][Snicker][Snicker]walaaaa na, wala ng magwawalis sa bahay ni kuya. [Tears of joy] d na walis ang hawak nyan dictionary na every morning, malayo pa sa letter Z eh. Hahaha
2026-11-04 04:11:56
112
hayabusatzy6
❌ Mctzy. :
Dama moba Yung pinaparamdam ko sayo?
2026-11-04 03:46:46
98
mntsannah
Anna :
Damadamoves kana talaga jeo boi😌
2026-11-04 03:58:18
47
pcionxxx
Pcionxxx :
Oo dama po namin hahahahaha
2026-11-04 03:54:38
19
baisambra.guiapal
pritzie🌸 :
hindi pa ako nakakapag review pls lang jeolee😭😭
2026-11-04 04:10:32
145
mrvctrz
mrvctrz :
Di makapag-eye contact si kuya jeo oh hahaha
2026-11-04 04:11:21
110
jayem01212
jayem :
dama nya na talaga yan jeo sobrang obvious mo na😅
2026-11-04 03:56:03
29
To see more videos from user @bernzbriones, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Awalnya aku benar-benar nggak pernah curiga. Aku pikir, perubahan sikap suamiku setelah aku hamil hanyalah masalah rumah tangga biasa. Dia mulai sering pulang malam, semakin jarang menyentuhku, bahkan selalu punya alasan setiap kali aku mengajaknya berhubungan intim. Aku berusaha memahami. Namanya juga sedang hamil, pikirku. Mungkin dia sedang lelah, mungkin aku memang sudah nggak semenarik dulu. Tapi ternyata, kenyataannya jauh lebih menyakitkan dari yang pernah kubayangkan. Sampai suatu hari, aku mengetahui bahwa suamiku ternyata sudah berkali-kali berhubungan intim dengan adikku sendiri. Iya, adikku sendiri! Dan alasan di balik pengkhianatan itu benar-benar membuat hatiku hancur. Suamiku mengaku bahwa dia sudah nggak tertarik lagi denganku karena warna selangkanganku menghitam selama kehamilan. Bahkan, dia tega membandingkan bagian intimku dengan milik wanita lain, termasuk adikku sendiri. Bayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang istri yang sedang berjuang mengandung anaknya, tetapi justru dipermalukan karena perubahan tubuh akibat kehamilan. Yang paling menyakitkan, dia sering melontarkan kalimat yang membuatku merasa sangat rendah diri. Aku sampai bertanya-tanya, memangnya separah itukah perubahan tubuhku? Apa aku sudah nggak pantas dicintai hanya karena warna kulit di bagian tubuh tertentu berubah? Selama ini aku mengandung anaknya, menghadapi perubahan hormon, perubahan bentuk tubuh, dan segala ketidaknyamanan kehamilan. Tapi balasan yang kudapat justru pengkhianatan dari dua orang yang paling kupercaya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Aku memilih mengakhiri hubungan itu. Bukan karena sudah nggak punya rasa sayang, tetapi karena aku sadar bahwa bertahan dengan seseorang yang terus merendahkan tubuhku hanya akan menghancurkan harga diriku sendiri. Jujur, sampai sekarang masih ada rasa insecure. Kadang aku masih merasa malu dengan warna selangkanganku sendiri. Bahkan, ada saat-saat ketika aku merasa tubuhku memang nggak cukup baik untuk dicintai. Tapi perlahan aku belajar satu hal: perubahan warna kulit saat hamil bisa terjadi karena perubahan hormon. Itu bukan aib, bukan kekurangan, dan bukan alasan bagi siapa pun untuk mempermalukan seorang perempuan. Dan satu hal lagi yang ingin kusampaikan... Jangan pernah menganggap remeh tekanan darah tinggi atau hipertensi saat hamil. Kehamilan bukan cuma soal perubahan bentuk tubuh. Ada risiko kesehatan serius yang harus diperhatikan. Hipertensi dalam kehamilan bisa berkembang menjadi preeklamsia dan membahayakan ibu maupun bayi jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik. Jangan menunggu sampai tubuh memberikan tanda bahaya. Rutin periksa tekanan darah, ikuti pemeriksaan kehamilan, dan jangan abaikan keluhan sekecil apa pun. Untuk kalian para perempuan yang sedang hamil, jangan sampai rasa takut kehilangan pasangan membuat kalian mengabaikan kesehatan diri sendiri. Kita boleh kehilangan seseorang yang tidak menghargai kita, tetapi jangan sampai kita kehilangan kesehatan, keselamatan, dan rasa cinta terhadap diri sendiri hanya demi mempertahankan seseorang. Karena tubuh seorang ibu mungkin berubah setelah mengandung, tetapi perubahan itu seharusnya menjadi alasan untuk semakin dihargai, bukan untuk dikhianati.
Awalnya aku benar-benar nggak pernah curiga. Aku pikir, perubahan sikap suamiku setelah aku hamil hanyalah masalah rumah tangga biasa. Dia mulai sering pulang malam, semakin jarang menyentuhku, bahkan selalu punya alasan setiap kali aku mengajaknya berhubungan intim. Aku berusaha memahami. Namanya juga sedang hamil, pikirku. Mungkin dia sedang lelah, mungkin aku memang sudah nggak semenarik dulu. Tapi ternyata, kenyataannya jauh lebih menyakitkan dari yang pernah kubayangkan. Sampai suatu hari, aku mengetahui bahwa suamiku ternyata sudah berkali-kali berhubungan intim dengan adikku sendiri. Iya, adikku sendiri! Dan alasan di balik pengkhianatan itu benar-benar membuat hatiku hancur. Suamiku mengaku bahwa dia sudah nggak tertarik lagi denganku karena warna selangkanganku menghitam selama kehamilan. Bahkan, dia tega membandingkan bagian intimku dengan milik wanita lain, termasuk adikku sendiri. Bayangkan bagaimana rasanya menjadi seorang istri yang sedang berjuang mengandung anaknya, tetapi justru dipermalukan karena perubahan tubuh akibat kehamilan. Yang paling menyakitkan, dia sering melontarkan kalimat yang membuatku merasa sangat rendah diri. Aku sampai bertanya-tanya, memangnya separah itukah perubahan tubuhku? Apa aku sudah nggak pantas dicintai hanya karena warna kulit di bagian tubuh tertentu berubah? Selama ini aku mengandung anaknya, menghadapi perubahan hormon, perubahan bentuk tubuh, dan segala ketidaknyamanan kehamilan. Tapi balasan yang kudapat justru pengkhianatan dari dua orang yang paling kupercaya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk pergi. Aku memilih mengakhiri hubungan itu. Bukan karena sudah nggak punya rasa sayang, tetapi karena aku sadar bahwa bertahan dengan seseorang yang terus merendahkan tubuhku hanya akan menghancurkan harga diriku sendiri. Jujur, sampai sekarang masih ada rasa insecure. Kadang aku masih merasa malu dengan warna selangkanganku sendiri. Bahkan, ada saat-saat ketika aku merasa tubuhku memang nggak cukup baik untuk dicintai. Tapi perlahan aku belajar satu hal: perubahan warna kulit saat hamil bisa terjadi karena perubahan hormon. Itu bukan aib, bukan kekurangan, dan bukan alasan bagi siapa pun untuk mempermalukan seorang perempuan. Dan satu hal lagi yang ingin kusampaikan... Jangan pernah menganggap remeh tekanan darah tinggi atau hipertensi saat hamil. Kehamilan bukan cuma soal perubahan bentuk tubuh. Ada risiko kesehatan serius yang harus diperhatikan. Hipertensi dalam kehamilan bisa berkembang menjadi preeklamsia dan membahayakan ibu maupun bayi jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik. Jangan menunggu sampai tubuh memberikan tanda bahaya. Rutin periksa tekanan darah, ikuti pemeriksaan kehamilan, dan jangan abaikan keluhan sekecil apa pun. Untuk kalian para perempuan yang sedang hamil, jangan sampai rasa takut kehilangan pasangan membuat kalian mengabaikan kesehatan diri sendiri. Kita boleh kehilangan seseorang yang tidak menghargai kita, tetapi jangan sampai kita kehilangan kesehatan, keselamatan, dan rasa cinta terhadap diri sendiri hanya demi mempertahankan seseorang. Karena tubuh seorang ibu mungkin berubah setelah mengandung, tetapi perubahan itu seharusnya menjadi alasan untuk semakin dihargai, bukan untuk dikhianati.

About