@jemi_jems0: @JOHNNY.S 🥋 vs @Coach aman 2989 i swear uuu😂😂#mma #fighting #fight #fypシ゚viral #fypシ゚viral @Ashu @gechfromsweatbox

jemi_jems
jemi_jems
Open In TikTok:
Region: ET
Wednesday 04 November 2026 13:00:58 GMT
28491
3113
73
166

Music

Download

Comments

bekri4132
bekri Gunners edit 🇪🇹 ⚽ :
ከአዳኝ አያልፍም
2026-11-04 13:08:19
42
kinfe_von
kinfe_von :
ማውራት ነው የሚያሰለጥኗቸው😂
2026-11-04 16:40:25
3
huz2709
|<µż¡🌐 :
I swear you
2026-11-04 13:14:29
29
abenet428
abenet :
ወገን ልጁ ዱላውም አሪፍ ነው ጠንካራ ነው ግራፖሊግ ላይ ከሰራ ማያሸንፍበት ምንም ምክንያት የለም
2026-11-04 13:18:32
13
bilad88
BILAD :
I swear u 😂😂😂😂😂
2026-11-04 13:37:49
0
ta.te488
Tadiyos Tesfaye ✝️ :
እመኑን አማን ጆንን እንደ ምያሸነፍ እረግጤና ነኝ
2026-11-04 16:25:33
3
tadele.122
tade12 :
kkk
2026-11-04 16:18:19
1
user99194427874573
menberu geremew :
ብሮ ጆኒን አታሸንፈውም
2026-11-04 13:08:54
5
leta.weltaji
warra dambi dollo :
i screem
2026-11-04 15:12:01
1
kebede565
kebede man :
ታሸንፍለ ዎድሜ አሺ
2026-11-04 16:53:11
0
sk218835
sk :
አማኔ ይመችሽ
2026-11-04 13:06:31
1
coach.mamush2
Coach Mamush :
abet milas
2026-11-04 13:12:28
1
userff.15
XAU/USD :
i swear you
2026-11-04 16:52:39
1
yadasani4
@ Afrem :
ወጣ ሲል እንካ 😂😂😂
2026-11-04 13:07:53
1
ethiofighthub
Ethio Fight Hub :
i swear u
2026-11-04 13:39:41
4
teshager.kass
Teshager Kass :
ከአዳኝ"አያልፍም😜
2026-11-04 16:21:20
0
yekidanemret16
Yonatan black man :
i swear you
2026-11-04 15:54:30
0
gediondetamogedio
gediondetamogedio :
i swear you😁😁😁😁
2026-11-04 16:04:39
0
user5448928642197
user5448928642197 :
እስቲ ፈ ፈ ፈ በል
2026-11-04 14:39:31
0
dawitasefa40
wiz davido 2121 :
i swear you ❌ አይስክሬም 👍
2026-11-04 14:30:32
0
boniboni0624
boni :
2026-11-04 15:27:06
0
csayp3
sisaay :
inka 😂😂😂
2026-11-04 14:44:55
0
bobbcava
manu :
Ere Minm Higun Ekaun Mayak Sew Endet Ke Jonny Ga Er Ke Wich Yimtalet
2026-11-04 15:36:36
0
gezachewbeayelu
Gezachew Beayelu :
🥰🥰🥰🥰
2026-11-04 15:49:03
0
haile7408
@haile7408 :
ኡኡኡ...ኢንካ😁😁😁😁😁.....እግዚኦ ውሸት😁!
2026-11-04 16:03:21
0
To see more videos from user @jemi_jems0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About