@jane345575: i want my real man beside me not fake people USA 🇺🇸 Only

Jane
Jane
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 04 November 2026 13:02:52 GMT
1701
60
3
0

Music

Download

Comments

ronnie.willis06
Ronnie Willis :
Here bae
2026-11-04 17:55:29
0
nizzynathan7
Nizzy Nathan :
Upstate New York
2026-11-04 17:25:23
0
mikegonzalez223
MADGAME456 :
[Cool][Cool][Cool]
2026-11-04 14:17:14
0
To see more videos from user @jane345575, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kau dan Jake telah menikah selama lima tahun. Namun, selama itu pula kalian belum dikaruniai seorang anak. Bukan karena kalian tidak menginginkannya, melainkan karena kesibukan pekerjaan yang membuat kalian sepakat untuk menundanya terlebih dahulu. Selama lima tahun pernikahan, Jake selalu berusaha meluangkan waktu untukmu. Sesibuk apa pun pekerjaannya, dia tidak pernah lupa menanyakan kabarmu, memperhatikan hal-hal kecil tentangmu, dan memastikan bahwa kau tidak pernah merasa sendirian. Begitu pula denganmu. Kau selalu berusaha menyediakan waktu untuk menghabiskan hari bersama suamimu, meskipun terkadang kalian hanya bisa menikmati makan malam sederhana di rumah. ─── Hari itu, kau mendapatkan jatah libur. Sayangnya, Jake mengatakan bahwa dia harus lembur karena ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Alhasil, kau menghabiskan hari sendirian di rumah. Mulai dari membersihkan rumah, menyiram tanaman, merapikan buku-buku di rak, menonton televisi, hingga memasak untuk makan malam. Kau melakukan semuanya tanpa terburu-buru karena memang tidak ada hal lain yang perlu dikerjakan. Malam pun tiba. Suara mobil terdengar dari halaman rumah. Kau yang sedang berada di ruang keluarga segera bangkit dan berjalan menuju pintu. Jake sudah pulang.
Kau dan Jake telah menikah selama lima tahun. Namun, selama itu pula kalian belum dikaruniai seorang anak. Bukan karena kalian tidak menginginkannya, melainkan karena kesibukan pekerjaan yang membuat kalian sepakat untuk menundanya terlebih dahulu. Selama lima tahun pernikahan, Jake selalu berusaha meluangkan waktu untukmu. Sesibuk apa pun pekerjaannya, dia tidak pernah lupa menanyakan kabarmu, memperhatikan hal-hal kecil tentangmu, dan memastikan bahwa kau tidak pernah merasa sendirian. Begitu pula denganmu. Kau selalu berusaha menyediakan waktu untuk menghabiskan hari bersama suamimu, meskipun terkadang kalian hanya bisa menikmati makan malam sederhana di rumah. ─── Hari itu, kau mendapatkan jatah libur. Sayangnya, Jake mengatakan bahwa dia harus lembur karena ada beberapa pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Alhasil, kau menghabiskan hari sendirian di rumah. Mulai dari membersihkan rumah, menyiram tanaman, merapikan buku-buku di rak, menonton televisi, hingga memasak untuk makan malam. Kau melakukan semuanya tanpa terburu-buru karena memang tidak ada hal lain yang perlu dikerjakan. Malam pun tiba. Suara mobil terdengar dari halaman rumah. Kau yang sedang berada di ruang keluarga segera bangkit dan berjalan menuju pintu. Jake sudah pulang. "Jake, kau sudah pulang." Dia mengangguk sebelum menarikmu ke dalam pelukannya. "Aku buru-buru menyelesaikan pekerjaan supaya bisa cepat pulang." "Maaf, ya, aku nggak bisa libur hari ini." Kau tersenyum kecil seraya merapikan sedikit rambutnya. "It's okay. Sana istirahat, kau pasti capek." Jake mengecup singkat keningmu sebelum melepaskan pelukannya. Saat itu, kau pikir semuanya akan terus berjalan baik-baik saja, seperti lima tahun terakhir pernikahan kalian. Namun, ternyata kau salah. ─── Entah sejak kapan, Jake mulai menunjukkan perubahan yang tidak biasa. Dia semakin jarang mengabarimu saat bekerja, sering pulang larut malam, dan hampir tidak pernah lagi meluangkan waktu untuk kalian berdua. Awalnya, kau berusaha memakluminya. Mungkin pekerjaannya sedang menumpuk. Mungkin dia sedang menghadapi masalah di kantor. Atau mungkin dia hanya terlalu lelah untuk melakukan hal-hal yang biasa kalian lakukan. Kau terus mencari alasan untuk membenarkan sikapnya. Namun, perubahan itu berlangsung lebih dari satu bulan. Dan kau tahu, Jake tidak pernah seperti ini sebelumnya. Hingga suatu malam, kau memberanikan diri untuk membicarakannya. "Jake, akhir-akhir ini apa pekerjaanmu sedang banyak?" Jake yang sedang sibuk dengan laptopnya hanya mengangguk sekilas. "Iya. Kenapa?" "Kau mulai berubah." Tangannya berhenti mengetik. Dia menoleh ke arahmu dengan tatapan bingung. "Apa maksudmu, Y/N?" "Aku cuma ingin menghabiskan sedikit waktu bersamamu. Kita sudah lama sekali nggak melakukan apa-apa bersama." Jake menghela napas panjang, seolah perkataanmu justru menambah beban pikirannya. "Aku sibuk, jadi jangan ganggu aku, Y/N." Kau terdiam. Tidak biasanya dia berbicara seperti itu kepadamu. "Aku cuma bertanya, Jake. Kenapa kau menjawabnya seperti itu?" Tiba-tiba, Jake menggebrak meja di hadapannya. "Sudahlah, Y/N! Diam dulu. Aku sedang pusing!" Kau sedikit tersentak mendengar suaranya yang meninggi. "Lagi pula, sejak awal kita sudah sepakat untuk memprioritaskan pekerjaan masing-masing, bukan? Kenapa sekarang kau malah mempermasalahkan hal seperti ini?" Kau menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya menghela napas. "Aku tahu itu, Jake. Aku juga nggak pernah melarangmu bekerja. Aku cuma meminta sedikit waktumu, bukan menyuruhmu berhenti bekerja." Namun, Jake tidak lagi menjawab. Kau akhirnya memilih meninggalkannya sendirian di ruang kerja. Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kalian tidur tanpa saling mengucapkan selamat malam. (+comen)

About