@thatkindafitmomma: no seriously who are you people asking questions on posts and buying from AI that causes me to see all these AI creators now on sales leader boards because I have questions #aicontent #tiktokshopaffiliate

NiCOLE 🩷
NiCOLE 🩷
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 04 November 2026 13:55:14 GMT
599
44
21
2

Music

Download

Comments

whatlololikes
𝕃𝔸𝕌ℝ𝔼ℕ :
And then the companies use Ai 🤖 photos on their own listings and people question me when I’m showing the actual product. So these accounts make Ai videos based solely on Ai generated photos and consumers will be even more pissed off.
2026-11-04 15:25:09
2
ktecruises
KTECruises 🚢 :
I want to buy from real people real bodies
2026-11-04 14:42:53
3
robinknepshield
Robin K 💫💫💫 :
Right???? It’s wild
2026-11-04 19:21:32
1
mandiehunter_
Amanda Hunter :
literally tho
2026-11-04 18:39:29
1
sweetsopples_charm
Crystal_Lee :
All of this!!!
2026-11-05 05:10:49
0
jackeeviral74
Jackeeviral74 :
Girlllll ! This !!!
2026-11-04 17:58:45
1
borealis_beauty
Chelsea Aberkane :
Not me! I wish it would just go away
2026-11-04 18:08:47
1
iam_theniche
Niche | Wigs + Beauty 🎀 :
I think it falls back to “people don’t want to see others succeed” so buying from AI takes that element away.
2026-11-04 14:54:03
1
daniellehouston_
Danielle Houston :
THIS.
2026-11-04 20:43:59
1
sunystyles
SUNIE ☀️ :
Don’t get it at all
2026-11-04 14:41:58
1
usingmyimaginason
UsingMyImagiNason :
I was told by chic me that promoting ai was a company based decision. They are CHOOSING to put money behind fake robots & not real creators lol I AM FURIOUS
2026-11-04 18:26:24
1
johnnaannglam
johnna :
We need to be questioning fucking TikTok why are they allowing it? I understand using AI to edit a video, etc. by using AI to make an entire video on a fake AI video that is a fucking problem. I am. It’s killing TikTok shop for us just so you know that’s why we’re all fucking struggling. It’s because of the fucking AI videos.
2026-11-04 14:10:55
3
haileyrrico
Hailey Rico ⚡️ :
People would genuinely rather give their money to AI (bc they don't realize real people are behind these accounts) than see an actual person benefit from it because they still refuse to acknowledge content creation as a “real job.” & that’s a hill I will absolutely die on
2026-11-04 18:11:32
1
misslunabayy
Luna Bay ✨ :
Haha i could never buy from ai 🤖… i have a hard time shopping with a human already haha!
2026-11-04 14:03:51
1
cleanbritchesllc
Destin✨| MOM+LIFE+FITNESS :
👏👏👏👏👏
2026-11-04 15:00:39
1
kaylaamareee
KAYLA MARIE ✨ :
👏👏👏
2026-11-04 15:02:02
1
To see more videos from user @thatkindafitmomma, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku sudah tidak berdaya akibat pusing hipertensi yang tak tertahankan. Fisikku ambruk total sehingga aku tidak bisa lagi melayani suamimulai dari menyiapkan masakan rumah hingga memenuhi kewajiban berhubungan badan setiap hari. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir,  “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami,  ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku sudah tidak berdaya akibat pusing hipertensi yang tak tertahankan. Fisikku ambruk total sehingga aku tidak bisa lagi melayani suamimulai dari menyiapkan masakan rumah hingga memenuhi kewajiban berhubungan badan setiap hari. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan sakit, tidak bisa lagi menjalankan peran sebagai seorang istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang seharusnya menjadi tempat bersandar justru mendepakku dan melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa. #viral #darahtinggi #tekanandarahtinggi #fyp #hipertensi

About