@emahisya:

SENDIRI LEBIH BAIK
SENDIRI LEBIH BAIK
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 04 November 2026 14:09:51 GMT
202946
2350
139
2971

Music

Download

Comments

saryo911
saryo :
ikhlas lahir batin
2026-11-06 00:06:26
1
ekojaya654
Eko Jaya 65 :
Hmmmmmm,.
2026-11-06 05:33:19
1
tinibarkh
Mamah Amel💗 :
Betul sekali..seperti yg saya rasakan selama ini.
2026-11-06 09:47:08
1
tika.gemoy07
Tika gemoy :
iya
2026-11-06 04:03:02
1
manda.reta
Manda 🥰 reta 💋 foryuo :
itu benar kk 😭😭😭
2026-11-05 03:21:01
1
ruminijali
Ruminimini@67 :
betul banget bun
2026-11-05 02:53:45
1
asma.wati1714
Asma Wati :
tu yg ku alami sekarang
2026-11-05 08:45:02
1
sukri3690
💞anak pertmaa 💖 :
sbar ada batas,x
2026-11-04 18:29:52
1
sari822480
TEH SARI :
betul itu lebih baik seundiri
2026-11-05 03:48:28
1
rokilahagus73
rokilahagus73 :
Ya benar,
2026-11-05 00:55:19
1
makenkacong2
rahayu :
sabar itu ada batasnya bun
2026-11-05 11:25:40
1
euis.suryamah6
Euis suryamah :
alhamdulilah enak sendiri hanya sepi amin
2026-11-05 16:30:33
1
jihan_farohah
nama Ros mawati :
oke bun
2026-11-05 05:39:35
3
mini.rosmini09
Mini Rosmini :
semua takdir dn bersaba smg sks bahagia sll😥👍🙏
2026-11-05 13:32:28
1
teteh.cianjur38
teteh cianjur :
sampai sekarang ini luka blm sembuh entah kapan sembuhnya
2026-11-05 13:47:33
1
umi_ent1n
umi entin :
2026-11-05 14:52:56
1
irawati.lahui
🩷RInduku🩷 :
2026-11-05 11:48:16
1
ga.tau.gamau.tau
ga tau, gamau tau :
kyk aku ngalami rasanya hati ini sakit air mata jatuh di pipi
2026-11-05 07:01:39
1
jihan_farohah
nama Ros mawati :
👍👍👍❤️iya bener betul sekarang ini aku yang sedang aku alami
2026-11-05 05:20:34
1
emakenah29
enahhh :
sabar itu harus iklas
2026-11-05 01:58:12
1
sayida.safaraz82
Sayida Safaraz82 say :
Asalamualaikum selamat pagi
2026-11-05 01:15:03
1
mamah.mamah119
🌹mam ukeu thea 🌹 :
2026-11-05 01:04:35
1
alghazali6586
Alghazali :
[Stiker] betul..😏
2026-11-05 12:04:12
1
user7583390817982
sukses 🥰 :
sapar
2026-11-05 00:23:24
1
To see more videos from user @emahisya, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.”  Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak sendirian di atas tempat tidur, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku sekarang digugat cerai oleh istriku sendiri hanya karena aku sudah tidak bisa bekerja akibat lumpuh stroke, padahal semua penderitaan ini terjadi karena dulu aku banting tulang lembur siang malam demi mencari nafkah untuk keluarga! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur seketika, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis lembur cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan tanpa henti, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istri, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhku bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf secara permanen, separuh tubuhnya lumpuh total, dan butuh perawatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lumpuh tak berdaya, tabungan ludes tak bersisa untuk berobat, tidak bisa lagi mencari nafkah, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, istri yang kubanting tulangi siang malam justru tega melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh kesetiaannya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kerja keras, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang lumpuh, tapi keutuhan rumah tangga, masa depan, dan hati kita ikut dihancurkan tak bersisa oleh orang yang paling kita cintai. #darahtinggi #hipertensi #viral #tekanandarahtinggi #fyp

About