@arsentev_es: ¡Uf! Alguien subió a Github una skill de IA open source que hace que tu bot suene como un profesor de Harvard. Normalmente lees algo, dices ‘sí, sí, sí' y sigues de largo. Pero esta cosa pone a prueba lo que entendiste, y yo me quedé en shock con la diferencia. 🚀 #ia #github #claudecode #aiagents #aprendizaje

Evgenii Arsentev
Evgenii Arsentev
Open In TikTok:
Region: ES
Wednesday 04 November 2026 17:16:06 GMT
45641
3044
21
1210

Music

Download

Comments

frankpreyk
Frank Preyk ♪ :
gratis e ilimitado?
2026-11-04 23:54:15
2
finn_mj7
Finn MJ :
Pues sí eso fuera real la educación en pandemis hubiera sido un éxito... no lo fue. No puedes remplazar el trato humano.
2026-11-05 06:20:53
3
heiter2024
El heiter😒 :
sirve para aprender ingles??
2026-11-05 10:03:05
0
vidal1916
GODOFREDO VIDAL :
EXCELENTE INFORMACIÓN
2026-11-05 12:31:21
1
chimboxx5
Sheenbox :
no digas eso, la IA puede quitar muchos empleos amigo, y que vamos a hacer con tanta gente sin empleo
2026-11-05 17:08:22
0
eddietimbalplayer
EddieTimbal🥁🇨🇴🥁🙏❤️😊 :
funciona con chatGPT?
2026-11-05 10:35:18
0
alearriazu
Ale :
jajaja Jajaja
2026-11-05 10:08:25
0
el.observador.web
El observador Web 963 :
el problema no es la IA ni tu aplicación .... son el tipo de alumnos 😂
2026-11-05 09:50:45
3
reygrafo
Reygrafo :
otra herramienta mas para el educador o educadora
2026-11-05 13:58:50
0
vidal1916
GODOFREDO VIDAL :
[Inocencia][Inocencia][Inocencia]
2026-11-05 12:31:07
1
modem.1969
Módem :
[Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría][Lágrimas de alegría]
2026-11-05 04:25:22
0
fer_fer016
Fernando F :
🥰🥰🥰
2026-11-05 06:14:39
0
jonathanestrada2185
Jonathan Estrada212 :
[Inocencia][Inocencia][Inocencia]
2026-11-05 04:08:04
0
fer_fer016
Fernando F :
🥰🥰🥰
2026-11-05 06:14:40
0
To see more videos from user @arsentev_es, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Masyarakat sering kali mengaitkan gulai dan sate terutama sate kambing atau daging berlemak sebagai makanan utama pemicu tekanan darah tinggi (hipertensi). Mari kita bedah secara medis apa saja kandungan di dalam gulai dan sate yang memengaruhi tekanan darah, serta bagaimana fakta di baliknya: 1. Kandungan Lemak Jenuh yang Tinggi • Dari Gulai: Kuah gulai umumnya menggunakan santan kelapa. Santan kaya akan lemak jenuh (terutama asam laurat). Jika dipanaskan berulang kali atau dimasak terlalu lama, lemak jenuh dalam santan bisa mengalami oksidasi dan berkontribusi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). •  Dari Sate: Daging merah, khususnya daging kambing atau bagian daging sapi yang berlemak (gajih), mengandung tinggi lemak jenuh. • Mekanisme: Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis), membuat pembuluh darah kaku, sehingga jantung harus bekerja lebih berat untuk memompa darah dan tekanan darah pun naik. 2. Mitos vs Fakta Daging Kambing dan Darah Tinggi Banyak orang percaya bahwa makan sate kambing bisa langsung membuat darah tinggi naik seketika sesaat setelah dikonsumsi. Secara medis, daging kambing itu sendiri tidak secara langsung menaikkan tekanan darah seketika. Lonjakan tekanan darah yang sering dirasakan seseorang usai menyantap hidangan gulai atau sate biasanya dipicu oleh: • Cara Pengolahan dan Bumbu: Penggunaan garam yang tinggi pada bumbu sate atau kuah gulai menyumbang natrium dalam jumlah besar, yang langsung memicu retensi cairan dan kenaikan tekanan darah. • Efek Termogenik (Efek Panas): Daging merah memiliki efek termogenik makanan yang lebih tinggi, artinya tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya sehingga suhu tubuh terasa meningkat (gerah atau blushing), yang kerap disalahartikan sebagai gejala darah tinggi. • Porsi Berlebih: Sering kali hidangan gulai dan sate dikonsumsi dalam porsi besar sekaligus saat acara tertentu. 3. Faktor Pendukung Lain (Kecap, Garam, dan Kolesterol) • Kecap Manis: Pendamping sate seperti kecap manis dan irisan bawang merah/cabai juga menyumbang kadar gula dan garam tersembunyi. • Kombinasi Risiko: Ketika seseorang memiliki kolesterol tinggi akibat lemak jenuh gulai/sate yang dikombinasikan dengan hipertensi akibat kelebihan natrium, risiko terjadinya gangguan kardiovaskular (seperti penyakit jantung dan stroke) akan meningkat secara signifikan. Tips Menikmati Gulai dan Sate dengan Lebih Aman Jika Anda ingin menikmati gulai atau sate sesekali tanpa harus khawatir berlebihan terhadap lonjakan tekanan darah, terapkan beberapa tips ini: 1. Pilih Bagian Daging Lean (Rendah Lemak): Mintalah bagian daging sate yang tidak banyak mengandung lemak putih (gajih). 2. Batasi Kuah Santan: Nikmati gulai secukupnya saja, hindari menghabiskan kuah bersantan kental terlalu banyak untuk membatasi asupan lemak jenuh. 3. Kontrol Penggunaan Garam dan Kecap: Kurinkan tambahan garam pada bumbu kacang atau kecap pendamping sate. 4. Perbanyak Konsumsi Serat: Imbangi makanan berlemak tersebut dengan asupan sayuran segar (seperti mentimun, tomat, atau lalapan) yang kaya akan kalium dan antioksidan untuk membantu menetralisir efek natrium. 5. Cek Tekanan Darah Secara Berkala: Tetap pantau tekanan darah Anda secara rutin, terutama jika memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga. #viral #fyp #fyi #darahtinggi #tekanandarahtinggi
Masyarakat sering kali mengaitkan gulai dan sate terutama sate kambing atau daging berlemak sebagai makanan utama pemicu tekanan darah tinggi (hipertensi). Mari kita bedah secara medis apa saja kandungan di dalam gulai dan sate yang memengaruhi tekanan darah, serta bagaimana fakta di baliknya: 1. Kandungan Lemak Jenuh yang Tinggi • Dari Gulai: Kuah gulai umumnya menggunakan santan kelapa. Santan kaya akan lemak jenuh (terutama asam laurat). Jika dipanaskan berulang kali atau dimasak terlalu lama, lemak jenuh dalam santan bisa mengalami oksidasi dan berkontribusi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). • Dari Sate: Daging merah, khususnya daging kambing atau bagian daging sapi yang berlemak (gajih), mengandung tinggi lemak jenuh. • Mekanisme: Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis), membuat pembuluh darah kaku, sehingga jantung harus bekerja lebih berat untuk memompa darah dan tekanan darah pun naik. 2. Mitos vs Fakta Daging Kambing dan Darah Tinggi Banyak orang percaya bahwa makan sate kambing bisa langsung membuat darah tinggi naik seketika sesaat setelah dikonsumsi. Secara medis, daging kambing itu sendiri tidak secara langsung menaikkan tekanan darah seketika. Lonjakan tekanan darah yang sering dirasakan seseorang usai menyantap hidangan gulai atau sate biasanya dipicu oleh: • Cara Pengolahan dan Bumbu: Penggunaan garam yang tinggi pada bumbu sate atau kuah gulai menyumbang natrium dalam jumlah besar, yang langsung memicu retensi cairan dan kenaikan tekanan darah. • Efek Termogenik (Efek Panas): Daging merah memiliki efek termogenik makanan yang lebih tinggi, artinya tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya sehingga suhu tubuh terasa meningkat (gerah atau blushing), yang kerap disalahartikan sebagai gejala darah tinggi. • Porsi Berlebih: Sering kali hidangan gulai dan sate dikonsumsi dalam porsi besar sekaligus saat acara tertentu. 3. Faktor Pendukung Lain (Kecap, Garam, dan Kolesterol) • Kecap Manis: Pendamping sate seperti kecap manis dan irisan bawang merah/cabai juga menyumbang kadar gula dan garam tersembunyi. • Kombinasi Risiko: Ketika seseorang memiliki kolesterol tinggi akibat lemak jenuh gulai/sate yang dikombinasikan dengan hipertensi akibat kelebihan natrium, risiko terjadinya gangguan kardiovaskular (seperti penyakit jantung dan stroke) akan meningkat secara signifikan. Tips Menikmati Gulai dan Sate dengan Lebih Aman Jika Anda ingin menikmati gulai atau sate sesekali tanpa harus khawatir berlebihan terhadap lonjakan tekanan darah, terapkan beberapa tips ini: 1. Pilih Bagian Daging Lean (Rendah Lemak): Mintalah bagian daging sate yang tidak banyak mengandung lemak putih (gajih). 2. Batasi Kuah Santan: Nikmati gulai secukupnya saja, hindari menghabiskan kuah bersantan kental terlalu banyak untuk membatasi asupan lemak jenuh. 3. Kontrol Penggunaan Garam dan Kecap: Kurinkan tambahan garam pada bumbu kacang atau kecap pendamping sate. 4. Perbanyak Konsumsi Serat: Imbangi makanan berlemak tersebut dengan asupan sayuran segar (seperti mentimun, tomat, atau lalapan) yang kaya akan kalium dan antioksidan untuk membantu menetralisir efek natrium. 5. Cek Tekanan Darah Secara Berkala: Tetap pantau tekanan darah Anda secara rutin, terutama jika memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga. #viral #fyp #fyi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About