@erminiabomfim: #creatorsearchinsights #salmo135 #boanoite #gratidao #deus

Ermínia
Ermínia
Open In TikTok:
Region: BR
Wednesday 04 November 2026 20:26:32 GMT
64600
2511
78
7078

Music

Download

Comments

rita.martins.de.s
Rita Martins De Sousa :
BOA NOITE QUI
2026-11-04 23:53:20
1
divina.helena8
Divina Helena :
amém Amém Amém gloria Deus
2026-11-05 00:13:36
1
aparecidasantana193
aparecidasantana193 :
🙏🙏🙏🙏🙏🙏 amém amém 🙏
2026-11-04 20:38:43
3
boia863
Boia :
eita glória
2026-11-04 21:40:07
2
naraia1234
maria :
glória a Deus aleluia gratidão sempre senhor Jesus Cristo
2026-11-04 22:02:11
3
luciana_deus_acimadetudo
Luciana :
boa noite
2026-11-04 22:08:36
2
rosimarandrade555
Rosimar Andrade :
amém boa noite 🙏🙏
2026-11-04 22:04:03
2
maria.cardoso8603
Maria Cardoso :
Glória a Deus amém
2026-11-04 22:31:51
1
odetemariaodete20
odete :
gloria DEUS
2026-11-04 22:10:38
2
user2061672777236
480433 :
amém senhor glória a Deus 🙏🏻🙏🏻
2026-11-04 23:48:00
1
elizagelabrz
elizangela :
🙏
2026-11-04 21:01:54
3
user3988382216581
Maria :
aaa. amo. flores. muitas. flores 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺💐🪷🪷🪷💮💮💮🪷🪷🪷💐💐💐🪷🪷🪷💐💐💐😘✨✨✨✨✨🔥
2026-11-04 22:52:47
2
francisca.maria2311
Francisca Maria :
2026-11-04 21:28:29
3
benita.silva91
Benita Silva :
lindas louvor ameim nome de jesus ameim
2026-11-05 00:06:22
1
j9360217518
Roger :
boa noite abençoada
2026-11-04 22:10:39
2
karlossilva9477
KarlosSilva Pereira oficial :
boa noite
2026-11-05 02:22:23
0
leninhapainha6
leninhapainha6 :
Amem
2026-11-04 22:01:10
0
user3988382216581
Maria :
um amor. 💕💕👍👍🙏🙏. paz. muita. muita. muita. oazzzzzzzzzz
2026-11-04 22:51:48
1
wwtoktok.comcidinha
wwtoktok.comcidinha :
Amém 🙌🙏 boa noite 🙏
2026-11-05 03:10:18
0
lucilenemoreira5742
Lucilene Moreira :
amém
2026-11-05 04:04:40
0
wesleinascimento12
wesleiNascimento :
amém
2026-11-05 02:42:37
0
isabelmabreeu
Isabel Abreu :
2026-11-05 02:34:38
0
magdacecilia5
magdacecilia55 :
Boa noite
2026-11-05 02:16:10
0
luciasgorlon
Lucia :
2026-11-04 22:05:01
0
To see more videos from user @erminiabomfim, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku baru saja digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku tidak bisa melayani kebutuhan batinnya setiap hari, padahal saat itu hipertensiku sedang kambuh parah dan rasanya kepalaku pusing kayak mau meledak tanpa henti. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh.  Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli.  Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang.  Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit.  Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh kepedihan, dan membuatku menangis terisak di sudut kamar, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku baru saja digugat cerai oleh suamiku sendiri hanya karena aku tidak bisa melayani kebutuhan batinnya setiap hari, padahal saat itu hipertensiku sedang kambuh parah dan rasanya kepalaku pusing kayak mau meledak tanpa henti. Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kuanggap remeh. Tiap kali kepalaku pusing berdenyut, leher belakang kerasa kaku banget, dan tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, aku selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis urus rumah, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur.” Paling banter aku cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh. Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang kutumpuk tiap hari tanpa pernah mau peduli. Aku hobi banget begadang sampai subuh demi ngerjain urusan rumah tangga tanpa henti, menampung stres beban pikiran sendirian tanpa mau cerita ke suami, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan kurang minum air putih. Aku selalu mikir karena usianya masih muda dan badanku kelihatannya kuat, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya bener-bener mau pecah jadi berkeping-keping, pandangan gelap, dan sekujur tubuhku langsung ambruk lemas tak berdaya di hadapanku. Panik setengah mati, keluargaku membawaku buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak sangat krisis terekstrem di angka 210/110!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika "Ibu mengalami Hipertensi Kritis yang memecahkan pembuluh darah di otaknya dan memicu ancaman Stroke Berat! Tekanan setinggi ini merusak sistem saraf, membuat fisik melemah total, dan butuh istirahat total serta pengobatan seumur hidup!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Hidupku berubah jadi penjara penderitaan: raga lemas tersiksa menahan pusing luar biasa, tidak bisa lagi menjalankan kewajiban sebagai istri, dan sebagai puncak dari segala kepedihan, suami yang paling kuandalkan justru tega melayangkan gugatan cerai di saat aku paling butuh dukungan hidupnya. Jujur, penyesalan selalu datang terlambat dan rasanya membakar dada tanpa henti. Kenapa sih dulu aku begitu bodoh mengabaikan sinyal pusing dan tengkuk kaku? Dari sini aku makin sadar kalau hipertensi tuh beneran silent killer yang paling jahat. Dia menyelinap diam-diam di balik kesibukan harian, merusak tubuh tanpa suara, dan begitu meledak, bukan cuma raga yang disiksa, tapi keutuhan rumah tangga, harga diri, dan hati kita ikut dihancurkan tak tersisa. #viral #fyp #hipertensi #darahtinggi #tekanandarahtinggi

About