@hsk_studi0: John Ritter died on his daughter’s 5th birthday. On September 11, 2003, he collapsed on the set of “8 Simple Rules.” Doctors first thought it was a heart attack. It turned out to be an aortic dissection, a tear in the main artery of the heart. He died that night, at just 54. That same day, his little girl Stella turned five. John had two great loves in his life. His first wife was actress Nancy Morgan. They married in 1977, at the height of “Three’s Company,” and had three children: Jason, Carly and Tyler. After almost 20 years, they divorced. Then came Amy Yasbeck, his co-star from “Problem Child.” She was 14 years younger. Their daughter Stella was born in 1998, and they married the following year. They had only four years as husband and wife. After his death, Amy turned her grief into a mission. She started a foundation to teach people about the condition that took John, so other families wouldn’t lose someone the same way. Today Jason Ritter is a successful actor, just like his dad. And Stella’s birthday will forever share a date with the day her father died. 💔

HSK STUDIO
HSK STUDIO
Open In TikTok:
Region: PK
Wednesday 04 November 2026 20:56:09 GMT
312669
1931
23
34

Music

Download

Comments

kymberlyharper
kymberly :
I loved John Ritter
2026-11-04 23:40:20
25
gigglesmcmahon
Giggles :
The prevalence of the date 9/11 in John ritters life, freaks me tf out sometimes.
2026-11-04 23:08:52
11
johnbailey883
john :
He will be forever missed and may god look over his family
2026-11-04 23:40:51
7
staceybradley42
staceybradley42 :
Rip John
2026-11-04 23:51:54
2
encourage134
Taco :
What a legend ❤️
2026-11-05 01:35:53
0
rebeccatwinningstill
Rebeccatwiningstill :
Almost every man on my fathers side has died from this condition
2026-11-04 23:21:29
2
user60860345
Nikki 2026 :
oh my God, I didn’t mean that on your birthday. What an awful thing for her.
2026-11-05 00:48:16
0
__jn7074
__jn7074 :
We miss you
2026-11-05 00:51:12
0
masterdannou
MASTER DAN NOU :
Amazing human…I grew up with him as someone I admire. My respect🙏
2026-11-05 00:22:07
0
girlyouknowit
girlyouknowit :
💔💔💔💔💔💔
2026-11-04 22:05:23
1
derby_canadian
Derby :
In Gods eyes, he was still married and was cheating on his first wife with the second woman. rip
2026-11-04 23:01:48
5
sergiocarrillo921
Sergio Carrillo :
9/11 just isn't a good day ever
2026-11-05 01:04:26
0
gmspat67
GMSpat67 :
Ok what’s the point here?
2026-11-04 22:59:09
0
zinkorswm3
michaelthibodeau36 :
The benefit of living longer, appreciation of the end😌
2026-11-05 01:28:52
0
cwitt43
Curtis Witt :
😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢
2026-11-04 23:46:33
0
lynroche1
Lyn Roche :
😳😳😳
2026-11-04 22:22:49
0
lindasami06
lindasami06 :
💔
2026-11-04 22:21:41
0
robinmans
Robin Mans :
😢💔
2026-11-05 00:25:42
0
spicyfirecracker10
Spicyfirecracker10 :
Love him...but his turned out to be a freak trans.
2026-11-05 00:29:45
0
To see more videos from user @hsk_studi0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keluhan leher atau tengkuk pegal sering kali diidentikkan masyarakat dengan tanda tekanan darah tinggi (hipertensi), bahkan dikhawatirkan sebagai sinyal awal akan terjadinya stroke.  Namun, hubungan antara ketiganya perlu dipahami secara medis agar tidak keliru dalam mengambil tindakan. Berikut adalah penjelasan mengenai kaitan antara leher pegal, darah tinggi, dan risiko stroke: 1. Apakah Leher Pegal Selalu Berarti Darah Tinggi? Belum tentu. Hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer (pembunuh senyap) karena sebagian besar orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasakan gejala apa pun, bahkan ketika tekanan darahnya sudah cukup tinggi.   Meskipun sebagian penderita hipertensi berat bisa merasakan kaku atau berat di tengkuk, gejala ini tidak spesifik. Leher pegal lebih sering disebabkan oleh hal lain, seperti:   • Ketegangan otot (myalgia): Akibat terlalu lama menunduk melihat smartphone atau komputer, posisi tidur yang salah, atau stres.   • Kelelahan fisik: Kurang istirahat atau otot leher yang kaku karena tegang. • Masalah tulang belakang leher: Seperti osteoarthritis atau penjepitan saraf di sekitar leher.   2. Hubungan Darah Tinggi dengan Stroke Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama penyebab stroke. • Jika seseorang mengalami hipertensi dalam jangka panjang dan tidak terkontrol, dinding pembuluh darah di tubuh (termasuk di otak) bisa menjadi lemah, kaku, atau rusak (aterosklerosis). • Kondisi ini bisa membuat pembuluh darah pecah (stroke hemoragik) atau tersumbat oleh plak/bekuan darah (stroke iskemik). • Oleh karena itu, darah tinggi yang dibiarkan tanpa penanganan memang berisiko tinggi memicu stroke di kemudian hari. 3. Kapan Leher Kaku Perlu Diwaspadai Terkait Stroke? Leher kaku atau pegal pada umumnya bukan tanda utama serangan stroke yang sedang terjadi. Namun, Anda harus sangat mewaspadai jika leher kaku atau nyeri kepala hebat muncul bersamaan dengan tanda-tanda darurat stroke (FAST):   • F (Face / Wajah): Senyum tidak simetris atau salah satu sisi wajah turun. • A (Arms / Lengan): Salah satu lengan terasa lemah atau tidak bisa diangkat dan digerakkan secara seimbang. • S (Speech / Bicara): Bicara pelo, meracau, atau kesulitan memahami perkataan orang lain. • T (Time / Waktu): Segera bawa ke IGD rumah sakit terdekat jika menemukan gejala-gejala di atas, karena penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa dan fungsi otak pasien. Langkah Bijak yang Harus Dilakukan: 1. Cek Tekanan Darah Secara Rutin: Jangan menebak-nebak kondisi kesehatan hanya berdasarkan ada atau tidaknya rasa pegal di leher. Gunakan tensimeter secara berkala untuk memantau tekanan darah Anda. 2. Perbaiki Posisi Tubuh: Jika leher pegal sering muncul saat bekerja, perbaiki ergonomi posisi duduk, lakukan peregangan ringan secara berkala, dan istirahatkan mata serta otot leher. 3. Batasi Konsumsi Garam & Makanan Olahan: Mengingat kaitan erat antara pola makan tinggi natrium (seperti mie instan atau makanan cepat saji) dengan kenaikan tekanan darah, mulailah mengontrol asupan gizi harian demi menjaga kesehatan pembuluh darah jangka panjang. #darahtinggi #hipertensi #fyp #tekanandarahtinggi #viral
Keluhan leher atau tengkuk pegal sering kali diidentikkan masyarakat dengan tanda tekanan darah tinggi (hipertensi), bahkan dikhawatirkan sebagai sinyal awal akan terjadinya stroke. Namun, hubungan antara ketiganya perlu dipahami secara medis agar tidak keliru dalam mengambil tindakan. Berikut adalah penjelasan mengenai kaitan antara leher pegal, darah tinggi, dan risiko stroke: 1. Apakah Leher Pegal Selalu Berarti Darah Tinggi? Belum tentu. Hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer (pembunuh senyap) karena sebagian besar orang dengan tekanan darah tinggi tidak merasakan gejala apa pun, bahkan ketika tekanan darahnya sudah cukup tinggi.  Meskipun sebagian penderita hipertensi berat bisa merasakan kaku atau berat di tengkuk, gejala ini tidak spesifik. Leher pegal lebih sering disebabkan oleh hal lain, seperti:  • Ketegangan otot (myalgia): Akibat terlalu lama menunduk melihat smartphone atau komputer, posisi tidur yang salah, atau stres.  • Kelelahan fisik: Kurang istirahat atau otot leher yang kaku karena tegang. • Masalah tulang belakang leher: Seperti osteoarthritis atau penjepitan saraf di sekitar leher.  2. Hubungan Darah Tinggi dengan Stroke Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama penyebab stroke. • Jika seseorang mengalami hipertensi dalam jangka panjang dan tidak terkontrol, dinding pembuluh darah di tubuh (termasuk di otak) bisa menjadi lemah, kaku, atau rusak (aterosklerosis). • Kondisi ini bisa membuat pembuluh darah pecah (stroke hemoragik) atau tersumbat oleh plak/bekuan darah (stroke iskemik). • Oleh karena itu, darah tinggi yang dibiarkan tanpa penanganan memang berisiko tinggi memicu stroke di kemudian hari. 3. Kapan Leher Kaku Perlu Diwaspadai Terkait Stroke? Leher kaku atau pegal pada umumnya bukan tanda utama serangan stroke yang sedang terjadi. Namun, Anda harus sangat mewaspadai jika leher kaku atau nyeri kepala hebat muncul bersamaan dengan tanda-tanda darurat stroke (FAST):  • F (Face / Wajah): Senyum tidak simetris atau salah satu sisi wajah turun. • A (Arms / Lengan): Salah satu lengan terasa lemah atau tidak bisa diangkat dan digerakkan secara seimbang. • S (Speech / Bicara): Bicara pelo, meracau, atau kesulitan memahami perkataan orang lain. • T (Time / Waktu): Segera bawa ke IGD rumah sakit terdekat jika menemukan gejala-gejala di atas, karena penanganan cepat dapat menyelamatkan nyawa dan fungsi otak pasien. Langkah Bijak yang Harus Dilakukan: 1. Cek Tekanan Darah Secara Rutin: Jangan menebak-nebak kondisi kesehatan hanya berdasarkan ada atau tidaknya rasa pegal di leher. Gunakan tensimeter secara berkala untuk memantau tekanan darah Anda. 2. Perbaiki Posisi Tubuh: Jika leher pegal sering muncul saat bekerja, perbaiki ergonomi posisi duduk, lakukan peregangan ringan secara berkala, dan istirahatkan mata serta otot leher. 3. Batasi Konsumsi Garam & Makanan Olahan: Mengingat kaitan erat antara pola makan tinggi natrium (seperti mie instan atau makanan cepat saji) dengan kenaikan tekanan darah, mulailah mengontrol asupan gizi harian demi menjaga kesehatan pembuluh darah jangka panjang. #darahtinggi #hipertensi #fyp #tekanandarahtinggi #viral

About