@naema.46.0:

نعمة 🇯🇴
نعمة 🇯🇴
Open In TikTok:
Region: JO
Wednesday 04 November 2026 21:38:40 GMT
1223
76
7
52

Music

Download

Comments

rachidkararachidk
عبد الرؤوف :
صباح الفل
2026-11-05 04:52:19
0
bosy.gamal728
Bosy Gamal :
شكرا
2026-11-05 03:44:59
0
ismail.ztaitou
Ismail ztaitou :
امين يارب 🤲🤲🤲
2026-11-04 21:43:16
0
ritajwahbi481
Ritaj Wahbi :
ياربي.امين
2026-11-04 21:44:26
0
h__pq09
عطر الياسمين 🪻🪻 :
2026-11-04 22:18:37
0
ff5799
ا̍ڷـﮪﯟےۧ ڜڕڦـﮯ :
2026-11-04 21:49:23
0
ritajwahbi481
Ritaj Wahbi :
🥰🥰🥰
2026-11-04 21:44:43
0
To see more videos from user @naema.46.0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Te miré y de pronto te empecé a querer Sin imaginarme que podía perder No medí mis pasos y caí en tus brazos Tu cara de niña me hizo enloquecer Pero fui en tu vida una diversión Tan sólo un juguete de tu colección Me embrujaste al verte y tus ojos verdes Le pusieron trampas a mi corazón Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca he de ganar Porque es bien sabido que el que amor entrega De cualquier manera tiene que llorar Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca aprenderé Yo que había jurado no jugar con ella Tropecé de nuevo y con el mismo pie Pero fui en tu vida una diversión Tan sólo un juguete de tu colección Me embrujaste al verte y tus ojos verdes Le pusieron trampas a mi corazón Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca he de ganar Porque es bien sabido que el que amor entrega De cualquier manera tiene que llorar Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca aprenderé Yo que había jurado no jugar con ella Tropecé de nuevo y con el mismo pie Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca he de ganar Porque es bien sabido que el que amor entrega De cualquier manera tiene que llorar Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca aprenderé Yo que había jurado no jugar con ella #letras #momentos #julioiglesias #80smusic #conlamismapiedra #pop #letrasdecanciones #jacob_lopez_0404 #cancionestendencia #cancionesparadedicar #fyp #video #parati #españa #soloparati #baladasromanticas
Te miré y de pronto te empecé a querer Sin imaginarme que podía perder No medí mis pasos y caí en tus brazos Tu cara de niña me hizo enloquecer Pero fui en tu vida una diversión Tan sólo un juguete de tu colección Me embrujaste al verte y tus ojos verdes Le pusieron trampas a mi corazón Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca he de ganar Porque es bien sabido que el que amor entrega De cualquier manera tiene que llorar Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca aprenderé Yo que había jurado no jugar con ella Tropecé de nuevo y con el mismo pie Pero fui en tu vida una diversión Tan sólo un juguete de tu colección Me embrujaste al verte y tus ojos verdes Le pusieron trampas a mi corazón Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca he de ganar Porque es bien sabido que el que amor entrega De cualquier manera tiene que llorar Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca aprenderé Yo que había jurado no jugar con ella Tropecé de nuevo y con el mismo pie Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca he de ganar Porque es bien sabido que el que amor entrega De cualquier manera tiene que llorar Tropecé de nuevo y con la misma piedra En cuestión de amores nunca aprenderé Yo que había jurado no jugar con ella #letras #momentos #julioiglesias #80smusic #conlamismapiedra #pop #letrasdecanciones #jacob_lopez_0404 #cancionestendencia #cancionesparadedicar #fyp #video #parati #españa #soloparati #baladasromanticas
Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, menunjukkan perkembangan pesat di sektor agrikultur berkat inovasi para petani dan peternaknya. Salah satu terobosan datang dari Helmy Aulia, pemuda 28 tahun yang mengembangkan konsep *integrated farming* atau pertanian terpadu di atas lahan seluas tiga hektare sejak 2019. Memulai usahanya dengan seribu ekor, kini kapasitas kandang ayam petelur milik Helmy mampu menampung hingga 12.000 ekor. Dari total tujuh kandang berukuran 5 x 45 meter tersebut, produksi telurnya rata-rata mencapai 5 hingga 6 kuintal per hari. Uniknya, hasil panen dipasarkan secara mandiri tanpa melalui pengepul. Karyawan setiap hari berkeliling menawarkan telur ke kios-kios di kampung sekitar hingga luar daerah seperti Mojoagung dan Mojokerto. Melalui konsep pertanian terpadu, Helmy menggabungkan peternakan, perikanan, dan pertanian dalam satu kawasan untuk memaksimalkan produktivitas sekaligus menekan limbah dan bau. Di bawah kandang ayam, ia membangun kolam lele. Kotoran ayam yang jatuh ke kolam dimanfaatkan untuk menumbuhkan fitoplankton yang, dengan tambahan probiotik, menjadi pakan alami ikan lele. Selanjutnya, air kolam kaya nitrogen dialirkan untuk menyuburkan lahan tebu di sekitar peternakan sehingga tidak lagi memerlukan pupuk kimia. Selain itu, ayam-ayam di peternakan ini diberi pakan tambahan herbal seperti kunyit, temulawak, dan daun kelor. Sementara itu, lele berukuran besar dimanfaatkan untuk produksi bibit atau dipasarkan ke kolam pemancingan. Dengan perawatan jangka panjang yang mencapai masa produksi dua tahun, Helmy sukses mematahkan stigma bahwa peternakan selalu identik dengan bau yang mengganggu. Tidak kalah unggul, Desa Kencong juga mengembangkan pertanian organik melalui Kelompok Tani Mulur yang dipimpin Ali Maksum. Sejak 2010, kelompok tani ini konsisten memproduksi beras organik berkualitas tinggi, mulai dari beras merah, beras hitam, hingga beras pratanak, tanpa menggunakan pupuk atau bahan kimia sintetis. Sebagai pengganti, mereka memanfaatkan kompos dan kotoran sapi. Meski membutuhkan aturan ketat dalam pengaturan masa tanam, budidaya organik ini memberikan hasil yang memuaskan. Harga jual beras organik bisa mencapai dua kali lipat lebih tinggi dibanding beras konvensional. Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian petani dari luar daerah, di mana Kelompok Tani Mulur kerap diajak berbagi pengetahuan ke Blitar dan Tulungagung. Inovasi lain yang menarik dari kelompok tani ini adalah pemanfaatan sisa penggilingan padi. Jika bekatul konvensional umumnya dipakai sebagai pakan ternak, bekatul organik dari Kelompok Tani Mulur diolah menjadi bahan utama minuman karena memiliki aroma dan kualitas yang lebih higienis serta bebas dari sisa zat kimia. Melalui langkah-langkah inovatif ini, Desa Kencong berhasil membuktikan bahwa sektor agrikultur tidak hanya mampu mendongkrak ekonomi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan pangan. #fyp #kediri24jam #viral #jawaposgroup #radarkediri #kediri #desakencong #desamilenial
Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, menunjukkan perkembangan pesat di sektor agrikultur berkat inovasi para petani dan peternaknya. Salah satu terobosan datang dari Helmy Aulia, pemuda 28 tahun yang mengembangkan konsep *integrated farming* atau pertanian terpadu di atas lahan seluas tiga hektare sejak 2019. Memulai usahanya dengan seribu ekor, kini kapasitas kandang ayam petelur milik Helmy mampu menampung hingga 12.000 ekor. Dari total tujuh kandang berukuran 5 x 45 meter tersebut, produksi telurnya rata-rata mencapai 5 hingga 6 kuintal per hari. Uniknya, hasil panen dipasarkan secara mandiri tanpa melalui pengepul. Karyawan setiap hari berkeliling menawarkan telur ke kios-kios di kampung sekitar hingga luar daerah seperti Mojoagung dan Mojokerto. Melalui konsep pertanian terpadu, Helmy menggabungkan peternakan, perikanan, dan pertanian dalam satu kawasan untuk memaksimalkan produktivitas sekaligus menekan limbah dan bau. Di bawah kandang ayam, ia membangun kolam lele. Kotoran ayam yang jatuh ke kolam dimanfaatkan untuk menumbuhkan fitoplankton yang, dengan tambahan probiotik, menjadi pakan alami ikan lele. Selanjutnya, air kolam kaya nitrogen dialirkan untuk menyuburkan lahan tebu di sekitar peternakan sehingga tidak lagi memerlukan pupuk kimia. Selain itu, ayam-ayam di peternakan ini diberi pakan tambahan herbal seperti kunyit, temulawak, dan daun kelor. Sementara itu, lele berukuran besar dimanfaatkan untuk produksi bibit atau dipasarkan ke kolam pemancingan. Dengan perawatan jangka panjang yang mencapai masa produksi dua tahun, Helmy sukses mematahkan stigma bahwa peternakan selalu identik dengan bau yang mengganggu. Tidak kalah unggul, Desa Kencong juga mengembangkan pertanian organik melalui Kelompok Tani Mulur yang dipimpin Ali Maksum. Sejak 2010, kelompok tani ini konsisten memproduksi beras organik berkualitas tinggi, mulai dari beras merah, beras hitam, hingga beras pratanak, tanpa menggunakan pupuk atau bahan kimia sintetis. Sebagai pengganti, mereka memanfaatkan kompos dan kotoran sapi. Meski membutuhkan aturan ketat dalam pengaturan masa tanam, budidaya organik ini memberikan hasil yang memuaskan. Harga jual beras organik bisa mencapai dua kali lipat lebih tinggi dibanding beras konvensional. Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian petani dari luar daerah, di mana Kelompok Tani Mulur kerap diajak berbagi pengetahuan ke Blitar dan Tulungagung. Inovasi lain yang menarik dari kelompok tani ini adalah pemanfaatan sisa penggilingan padi. Jika bekatul konvensional umumnya dipakai sebagai pakan ternak, bekatul organik dari Kelompok Tani Mulur diolah menjadi bahan utama minuman karena memiliki aroma dan kualitas yang lebih higienis serta bebas dari sisa zat kimia. Melalui langkah-langkah inovatif ini, Desa Kencong berhasil membuktikan bahwa sektor agrikultur tidak hanya mampu mendongkrak ekonomi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan pangan. #fyp #kediri24jam #viral #jawaposgroup #radarkediri #kediri #desakencong #desamilenial

About