@mae_is_megan: @SeneGence International for the WIN with this Lipsense Cream long lasting lip stain in color DRAMA QUEEN 👸 #senegence #lipsensecream #longlastinglipstick #tiktokshopblackfriday #DiscoverYourGift

mae_is_megan
mae_is_megan
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 05 November 2026 00:39:40 GMT
27
6
4
1

Music

Download

Comments

lonnie.andy69
Lonnie Andy :
That’s so pretty 😍
2026-11-05 04:31:30
1
alwaysrainingforu
Always Rain 🌧️ :
What are your favorite colors
2026-11-05 04:47:37
1
To see more videos from user @mae_is_megan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak mampu disembunyikan. **Murid:** Guru, mengapa manusia begitu takut kehilangan? Kehilangan harta, jabatan, pasangan, bahkan orang-orang yang dicintainya. Seolah-olah semua itu memang miliknya. **Guru:** Karena manusia sering lupa bahwa ia datang ke dunia dengan tangan kosong, tetapi menghabiskan hidupnya seakan-akan seluruh dunia harus menjadi miliknya. **Murid:** Tetapi bukankah kita berhak memiliki sesuatu yang telah kita perjuangkan? **Guru:** Memiliki untuk dijaga, bukan untuk disembah. Mencintai untuk disyukuri, bukan untuk mengikat. Menggenggam untuk sementara, bukan untuk merasa berkuasa selamanya. Sang guru kemudian menarik napas panjang. **Guru:** Lihatlah napasmu. Kau menghirupnya tanpa membayar, tetapi sesaat kemudian harus melepaskannya. Jika udara yang begitu dekat dengan hidupmu saja tidak bisa kau miliki selamanya, mengapa kau begitu sombong menganggap manusia, harta, dan dunia sebagai kepunyaanmu? Murid itu terdiam. **Guru:** Kau menangis ketika seseorang pergi, marah ketika sesuatu diambil, dan hancur ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu. Padahal, mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tak pernah ingin kau pelajari: bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. **Murid:** Jadi, apakah aku tidak boleh mencintai dunia? **Guru:** Cintailah, tetapi jangan diperbudak olehnya. Rawatlah, tetapi jangan merasa memilikinya selamanya. Berusahalah, tetapi jangan lupa kepada Dia yang menentukan hasilnya. Ingatlah, kehilangan bukan selalu hukuman. Terkadang, ia adalah cara kehidupan mengingatkanmu bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia. Murid itu menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia memahami bahwa selama ini bukan dunia yang terlalu banyak mengambil darinya, melainkan dirinya yang terlalu ingin memiliki segalanya. **Guru:** Pada akhirnya, semua akan kau tinggalkan. Harta, jabatan, rumah, bahkan tubuh yang selama ini kau banggakan. Maka jangan habiskan seluruh hidupmu untuk mengumpulkan sesuatu yang tak bisa kau bawa pulang. Sebab yang terpenting bukan berapa banyak yang berhasil kau miliki, melainkan bagaimana hatimu di hadapan Allah ketika semua titipan dikembalikan. *“Tidak ada yang benar-benar menjadi milikmu di dunia ini, bahkan udara yang kau hirup pun harus kau hembuskan kembali.”* — Emha Ainun Nadjib **Jika ingin menyelami lebih dalam rahasia kehidupan, kefanaan dunia, dan hikmah perjalanan menuju Allah, temukan kitab-kitab tasawuf pilihan melalui Showcase di profil ini.**
Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak mampu disembunyikan. **Murid:** Guru, mengapa manusia begitu takut kehilangan? Kehilangan harta, jabatan, pasangan, bahkan orang-orang yang dicintainya. Seolah-olah semua itu memang miliknya. **Guru:** Karena manusia sering lupa bahwa ia datang ke dunia dengan tangan kosong, tetapi menghabiskan hidupnya seakan-akan seluruh dunia harus menjadi miliknya. **Murid:** Tetapi bukankah kita berhak memiliki sesuatu yang telah kita perjuangkan? **Guru:** Memiliki untuk dijaga, bukan untuk disembah. Mencintai untuk disyukuri, bukan untuk mengikat. Menggenggam untuk sementara, bukan untuk merasa berkuasa selamanya. Sang guru kemudian menarik napas panjang. **Guru:** Lihatlah napasmu. Kau menghirupnya tanpa membayar, tetapi sesaat kemudian harus melepaskannya. Jika udara yang begitu dekat dengan hidupmu saja tidak bisa kau miliki selamanya, mengapa kau begitu sombong menganggap manusia, harta, dan dunia sebagai kepunyaanmu? Murid itu terdiam. **Guru:** Kau menangis ketika seseorang pergi, marah ketika sesuatu diambil, dan hancur ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu. Padahal, mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tak pernah ingin kau pelajari: bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. **Murid:** Jadi, apakah aku tidak boleh mencintai dunia? **Guru:** Cintailah, tetapi jangan diperbudak olehnya. Rawatlah, tetapi jangan merasa memilikinya selamanya. Berusahalah, tetapi jangan lupa kepada Dia yang menentukan hasilnya. Ingatlah, kehilangan bukan selalu hukuman. Terkadang, ia adalah cara kehidupan mengingatkanmu bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia. Murid itu menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia memahami bahwa selama ini bukan dunia yang terlalu banyak mengambil darinya, melainkan dirinya yang terlalu ingin memiliki segalanya. **Guru:** Pada akhirnya, semua akan kau tinggalkan. Harta, jabatan, rumah, bahkan tubuh yang selama ini kau banggakan. Maka jangan habiskan seluruh hidupmu untuk mengumpulkan sesuatu yang tak bisa kau bawa pulang. Sebab yang terpenting bukan berapa banyak yang berhasil kau miliki, melainkan bagaimana hatimu di hadapan Allah ketika semua titipan dikembalikan. *“Tidak ada yang benar-benar menjadi milikmu di dunia ini, bahkan udara yang kau hirup pun harus kau hembuskan kembali.”* — Emha Ainun Nadjib **Jika ingin menyelami lebih dalam rahasia kehidupan, kefanaan dunia, dan hikmah perjalanan menuju Allah, temukan kitab-kitab tasawuf pilihan melalui Showcase di profil ini.**

About