@nguyenducca2408012: Nắng lên rồi bàn tay ai đang rải thóc ra phơi đầy sân (hah ah) ⛅️ Khắp đất trời bừng lên bao hy vọng mới mây đưa lời ca 🎶 Ngỡ nụ cười giải phóng như ngày mà Bắc Trung Nam một nhà (hah ah) ❤️ Dưới lá cờ đỏ thắm ôi tự hào lắm hai tiếng Việt Nam 🇻🇳 Tiết mục văn nghệ: “Kiếp Sau Vẫn Là Người Việt Nam”. Tiết mục biểu diễn tại hội thi văn nghệ chào mừng kỷ niệm 43 năm ngày Nhà giáo Việt Nam (20/11/1982 - 20/11/2025) trường THPT Thống Nhất ⛅️🍀❤️. Biểu diễn: Học sinh lớp 12A7 khóa 48 (A7K48 TN) (niên khóa 2023 - 2026) trường THPT Thống Nhất, huyện Thống Nhất, tỉnh Đồng Nai ✨🍀❤️. #nguyenducca #Nguyễn_Đức_Cả #thptThongNhat #ngaynhagiaovietnam #vannghe2011

Anh Cả nè 🍀 phần 2
Anh Cả nè 🍀 phần 2
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 05 November 2026 00:41:08 GMT
538
14
0
10

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @nguyenducca2408012, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh rasa takut yang mencekam, dan membuatku menangis terisak sendirian di samping ranjang rumah sakit,  aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku masih nggak nyangka kalau darah tinggi bisa separah ini sampai merenggut kesempurnaan fisik suami tercintaku minggu lalu tensinya bener-bener tembus di angka mengerikan 216/129, dan sekarang suamiku resmi terkena stroke dengan kondisi mulutnya yang mulai menceng! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh.  Tiap kali suamiku pulang kerja ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur. Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh.Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang ditumpuk suamiku tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku.  Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan atau main game, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kokoh, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas minggu lalu yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuh sebelah kanannya langsung ambruk lemas tak berdaya, disusul dengan mulutnya yang mendadak menceng tak beraturan.  Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang.
Sumpah… aku nulis ini sambil nahan air mata yang tumpah deras di pipi, dada sesak luar biasa, dan tangan gemetar hebat karena kewarasanku benar-benar sudah di ambang batas kehancuran. Di titik terendah hidupku yang paling gelap, penuh rasa takut yang mencekam, dan membuatku menangis terisak sendirian di samping ranjang rumah sakit, aku mau jujur dan melepaskan semua beban batin yang menghimpit jiwaku: aku masih nggak nyangka kalau darah tinggi bisa separah ini sampai merenggut kesempurnaan fisik suami tercintaku minggu lalu tensinya bener-bener tembus di angka mengerikan 216/129, dan sekarang suamiku resmi terkena stroke dengan kondisi mulutnya yang mulai menceng! Semua mimpi indah rumah tangga kami hancur lebur dalam sekejap, padahal kalau diingat-ingat kembali, malapetaka mengerikan ini bener-bener berawal dari gejala awal yang dari dulu selalu kami anggap remeh. Tiap kali suamiku pulang kerja ngeluh leher belakang kerasa kaku banget, tengkuk berat kayak ditimpa beban berkuintal-kuintal, atau kepala rasanya cengkrang-cengkrang, kami selalu ngeles. Dalam hati selalu mikir, “Ah, paling cuma capek habis cari uang, kurang tidur dikit, atau kebanyakan pikiran kerjaan doang, nanti juga hilang sendiri pas dibawa tidur. Paling banter dia cuma bawa tidur sebentar, dioles minyak angin, atau ditempel koyo di leher tanpa pernah tahu ada bahaya besar yang sedang mengintai di balik diamnya tubuh.Padahal kalau mau jujur, pemicu utamanya ya kebiasaan sepele yang ditumpuk suamiku tiap hari tanpa pernah mau dengar omonganku. Suamiku hobi banget begadang sampai subuh demi lembur kerjaan atau main game, menampung stres beban hidup sendirian tanpa mau cerita ke istrinya, ditambah pola makan yang hancur lebur hobi banget makan makanan asin gurih berlebihan, gorengan berminyak, dan ngopi bergelas-gelas tanpa kenal waktu. Kami selalu mikir karena usianya masih muda dan badannya kelihatannya kokoh, tubuhnya bakal baik-baik aja menampung semua gaya hidup merusak itu. Sampai akhirnya hari naas minggu lalu yang menghancurkan segalanya itu beneran datang. Rasa pusing dan leher kaku itu mendadak berubah jadi hantaman hebat kepala rasanya mau pecah, pandangan gelap, dan sekujur tubuh sebelah kanannya langsung ambruk lemas tak berdaya, disusul dengan mulutnya yang mendadak menceng tak beraturan. Panik setengah mati, aku membawanya buru-buru ke IGD rumah sakit. Tapi pas alat tensimeter dipasang di lengannya dan perawat selesai memompa... raut wajah petugas medis langsung berubah sangat panik dan tegang. "Ini tensinya melonjak di angka krisis ekstrem 216/129! Ini sudah memicu pecah pembuluh darah otak dan Serangan Stroke Akut!" seru perawat dengan nada buru-buru memanggil dokter spesialis. Kalimat vonis dari dokter setelahnya langsung bikin petir menyambar tepat di dadaku dan duniaku runtuh seketika: "Bapak mengalami Hipertensi Kritis yang memicu Stroke Berat! Pembuluh darah di otaknya rusak parah akibat tekanan darah tinggi menahun yang dibiarkan, menyebabkan kelumpuhan dan mulut menceng!" Detik itu juga, duniaku runtuh tak tersisa. Rumah tangga kami berubah jadi penjara penderitaan: suami terbaring tak berdaya dengan mulut menceng dan tubuh lumpuh, tabungan ludes tak bersisa untuk biaya pengobatan, dan aku terjebak dalam rasa terpukul serta ketakutan yang luar biasa melihat keadaan orang yang paling kucintai. #darahtinggi #viral #darahtinggi #tekanandarahtinggi #fyp

About